Arsip Tag: Uang

Rp 2,9 MILIAR RAIB DARI BRANKAS BRI ( Rp 2.9 BILLION missing from BRANKAS BRI

Pematangsiantar_RESKRIM

Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Marihat, Pematangsiantar,Mangarahut Sitorus ( 37 ) Sumatera Utara mencuri uang dari brankas bank yang dipimpinnya senilai Rp 2,9 miliar.

Mangarahut,yang adalah warga Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, diperkirakan mencuri uang tersebut dari brankas pada Senin, (02/03/2015).

Kejadian tersebut terungkap saat pimpinan Cabang BRI Pematangsiantar memberitahu Mangarahut bahwa BRI Unit Marihat telah kehilangan uang senilai Rp.2,9 miliar. Selanjutnya pihak BRI Pematangsiantar segera menuju ke lokasi kejadian, di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan.

Tiba di BRI Unit Marihat, pimpinan BRI Cabang Pematangsiantar mengetahui bahwa uang sebesar Rp 2.910.000.000 di brankas hilang. Dalam pemeriksaan, diketahui sama sekali tidak terjadi kerusakan pada bagian brankas tersebut.

Hal tersebut, menimbulkan kecurigaan bahwa brankas tersebut memang dibuka oleh orang yang mengetahui kode sandi kunci brankas. Kecurigaan besar pun mengarah kepada Mangarahut yang menjadi pimpinan unit tersebut.

Ketika diinterogasi oleh pimpinan Cabang BRI Pematangsiantar, pelaku awalnya membantah. Namun karena mendapatkan desakan, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya yang telah mengambil uang tersebut dari dalam brankas.

Pihak BRI yang tidak terima atas perbuatan pelaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pematangssiantar pada Senin (02/03/2015) sore, untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Kapolres Polres Pematangsiantar, AKBP. Slamet Lesiono telah membenarkan,” bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian pencurian tersebut”.

“Ketika pihak  kepolisian menerima laporan dari korban, langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara dan saat ini kasus pencurian masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU tentang Pencurian atau Penggelapan, Pasal 362 atau 374 KUHP.***Haposan***


Pematangsiantar_RESKRIM

Head of Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Marihat, Pematangsiantar, Mangarahut Sitorus (37) North Sumatra steal money from the bank vault leads valued at USD 2.9 billion.

Mangarahut, which is resident Kapul Bah, District Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, estimated to steal money from a safe on Monday (03/02/2015).

The incident was revealed when the leadership of BRI Branch Pematangsiantar tell Mangarahut that BRI Marihat have lost money worth Rp.2,9 billion. Furthermore, the BRI Pematangsiantar immediately headed to the scene, in Jalan Melanthon Siregar, Karo village, District of South Siantar.

Arriving at BRI Marihat, BRI branch leaders Pematangsiantar know that money amounting to Rp 2.91 billion in lost safes. In the examination, did not note any damage on the part of the safety deposit box.

It is, raises the suspicion that the safe is opened by someone who knows the password lock safes. Great suspicion Mangarahut also leads to the commander of the unit.

When interrogated by the leadership of BRI branch Pematangsiantar, the perpetrator initially denied. But since getting insistence, finally confessed perpetrator who had taken the money from the safe.

BRI parties who do not accept the actions of the perpetrator immediately reported the incident to the police station Pematangssiantar on Monday (03/02/2015) afternoon, to be followed by law.

Pematangsiantar Police police chief, Superintendent. Slamet Lesiono has been confirmed, “that it has received a report of the theft incident”.

“When the police received a report of a victim, immediately performed if the crime scene and the current theft case is still under investigation,” he said.

For his actions, actors snared Theft or Embezzlement Law, Article 362 or 374 of the Criminal Code. *** *** Haposan

Iklan

UANG PECAHAN SERATUS RIBU TE 2014…..AYO BAGI PARA KOLEKTOR…..PERSEDIAAN TERBATAS

UANG SERATUS BERSAMBUNG TE 2014
UANG SERATUS BERSAMBUNG TE 2014

Jakarta_RESKRIM

Bagi pencinta dan atau para kolektor mata uang, mungkin harus memiliki koleksi yang satu ini. Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang Rupiah khusus pecahan Rp 100 ribu tahun emisi (TE) 2014 dalam bentuk uang bersambung (uncut banknotes) isi dua lembar dan empat lembar.

Departemen Komunikasi BI juga mengumumkan, Selasa (25/11/2014), penerbitan uang khusus ini dalam rangka pengembangan numismatika atau koleksi uang di Indonesia. 

Hal ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/ 14 /PBI/2014 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Khusus Pecahan 100.000 (Seratus Ribu) Tahun Emisi 2014 dalam Bentuk Uang Rupiah Kertas Bersambung.

BI menjelaskan dalam keterangannya, bagi masyarakat yang berminat untuk mendapatkan uang Rupiah khusus tersebut dapat memperolehnya di seluruh Kantor BI di Indonesia mulai 24 November 2014 dengan tata cara sebagai berikut:

  1. Masyarakat dapat datang langsung ke loket kas Kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia mulai pukul 09.00 sampai 11.30 waktu setempat dan mengisi formulir yang telah disediakan

  1. Biaya untuk memperolehuncut banknotespecahan Rp 100 ribu TE 2014 untuk jenis lembar tersebut ditetapkan berbeda.

“Mengingat jumlah yang diterbitkan terbatas, maka pelayanan akan diberikan berdasarkan prinsip pesanan lebih awal akan dilayani lebih dahulu, (first come, first serve)berdasarkan sistem antrean,” tegas keterangan BI.

Masyarakat diingatkan transaksi yang digunakan hanya dapat dilakukan secara tunai dengan membawa identitas diri.

Atau bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai cara memperoleh uang Rupiah kertas khusus bersambung pecahan Rp 100 ribu Tahun Emisi 2014 tersebut dapat menghubungi contact center Bank Indonesia BICARA di nomor telp (021) 500 131. ANTON.H