Arsip Tag: Sanitasi

ALLEGED ANIMAL WASTE boars polluting RIVER IN KEBON IX Muaro JAMBI

MUARA JAMBI_RESKRIM
Excited to be the existence of a wild boar farm in the village of Kebon IX Sei Gelam Muara Jambi reap a number of cons. Because of Agencies Regional Environmental Agency Muara Jambi, Firmansyah said, “that the wild boar farm there is never a license even he insists not to employ Muslim community and banned from selling wild boar to the community. Meanwhile on Monday, 28/03/2016 / 10.14WIB in his office, Head Sei Gelam, Supri Hardi, SE said, “that the wild boar farms have been getting a recommendation from the Regional Environmental Agency Muara Jambi, Firmansyah. No signature ko him, he said.
We have written to the BLHD Muara Jambi, and up to now return there but I left the letter at home, firmly supri back.
While the final outcome alleged dumping of livestock waste is passed to a child drainasse towards Muara Jambi Black Water River flowing across Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Which of the various information summarized that the river water used by the residents of Pondok Pesantren To kebutuhn ablution when they wanted to pray.
Recognition of the BLHD Muara Jambi, Firmasyah with acknowledgment Head Sei Gelam Muara Jambi turned out the opposite. What’s behind it?
It is expected that Muara Jambi regency government to take decisive steps in disciplining the head SKPD and related institutions. Because it is so not the professionalism and act and / or mengkangkangi laws and rules. In addition to legal norms also religious norms. *** 007 ***

DIDUGA LIMBAH TERNAK CELENG CEMARI SUNGAI DI KEBON IX MUARA JAMBI

MUARA JAMBI_RESKRIM
Heboh akan keberadaan sebuah peternakan celeng di Desa Kebon IX Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muara Jambi menuai sejumlah kontra. Pasalnya dari Instansi Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Muara Jambi,Firmansyah mengatakan,”bahwa peternakan celeng tersebut tidak pernah ada izinnya bahkan dirinya menegaskan untuk tidak memperkerjakan masyarakat muslim dan dilarang menjual celeng ke lingkungan masyarakat. Sementara pada Senin,28/03/2016/10.14WIB di ruang kantornya,Camat Sei Gelam,Supri Hardi,SE mengatakan,”bahwa peternakan celeng tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah Muara Jambi,Firmansyah. Ada tanda tangan beliau ko, sebutnya.
Kami telah menyurati pihak BLHD Muara Jambi,dan hingga kini balasannya ada namun saya tinggalkan surat tersebut di rumah,tegas Supri kembali.
Sementara diduga hasil akhir pembuangan limbah peternakan tersebut dialirkan ke drainasse menuju anak Sungai Air Hitam Muara Jambi yang mengalir melintasi Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Yang dari berbagai informasi yang dirangkum bahwa air Sungai tersebut dimanfaatkan oleh warga Pondok Pesantren Untuk kebutuhn wudhu ketika hendak melakukan shalat.
Pengakuan pihak BLHD Muara Jambi,Firmasyah dengan pengakuan Camat Sei Gelam Kabupaten Muara Jambi ternyata bertolak belakang. Ada apa di balik itu?
Diharapkan pihak Pemerintah Kabupaten Muara Jambi mengambil langkah tegas di dalam mendisiplin para kepala SKPD maupun Instansi terkait. Karena hal tersebut sangat tidak profesionalisme dan bertindak dan/atau mengkangkangi hukum serta aturan yang ada. Selain norma hukum juga norma keagamaan.***007***