Arsip Tag: Pemerintah

Parkir Tanpa Ticket Retribusi Resahkan Masyarakat

Jambi~RESKRIM

Parkir tanpa karcis di jalan Ir.Sutami Kelurahan Orang Kayo Hitam Kecamatan Pasar Jambi dikeluhkan segenap masyarakat yang hendak berbelanja di kawasan pertokoan grosir maupun eceran,ketika memarkirkan kendaraan mereka harus mengeluarkan kocek senilai Rp.1.000-2.000 rupiah. Hal itu disampaikan oleh sejumlah pembeli yang mengendarai kendaraan roda dua,Sinta,Syaril dan Intan saat ditemui di lapangan pada Sabtu,15/04 sore.
Dikatakan lanjut oleh mereka,”bukan hanya sekali saja,pindah tempat lain juga dipungut biaya parkir. Pokoknya stress lah bang,banyak bayar parkirnya. Sementara belanja aja ala kadar untuk dipakai sendiri,pungkasnya.
Anehnya bang,nggak pakai karcis tuh. Mana dari simpang bata,udah bayar tapi ke pertokoan tempat perbelanjaan,harus bayar lagi,padahal tempat parkirnyakan depan toko yang kita mau belanja bang,gimana sih pemerintah menata semua ini,katanya.
Sementara petugas parkir yang tak ingin namanya disebutkan ketika dikonfirmasi terkait parkir yang dilakukan tanpa karcis retribusi,enggan berkomentar. Hanya mengatakan,”saya hanya menjalankan tugas saja bang,ujarnya.(Hdy)

BILA PREMIUM MAU DIHILANGKAN MAKA PERTAMINA HARUS MENUTUP KILANG MINYAK ( PREMIUM WILL THEN REMOVED WHEN SHOULD SHUT Pertamina OIL REFINERY )

Jakarta_RESKRIM

Menteri Koordinator Bidang Perkonomian, Sofyan Djalil menegaskan, pemerintah mendukung dihapuskannya produk premium atau bensin dengan oktan 88. Beliau juga menambahkan penghapusan premium seharusnya bisa lebih cepat dari rekomendasi Kementerian ESDM yakni dua tahun lagi.

Namun hal itu, diakui Sofyan, yang menjadi dilema saat ini adalah kilang-kilang PT Pertamina (Persero) sudah berusia senja dan tidak mampu memproduksi bensin dengan kadar oktan  lebih tinggi.

“Kalau kita mau hilangkan RON (research octane number) 88, maka terpaksa kita tutup semua kilang. Implikasinya, jika  kilang ditutup, maka kita terpaksa impor 100 persen produk minyak,” tegas Sofyan  di kantornya pada, Jakarta, Jumat (17/04/2015).

Sofyan menegaskan, perbaikan kilang Pertamina semestinya dilakukan dari sejak dulu. Beliau menjelaskan, ketika menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara, Direktur Utama Pertamina saat itu, Ari Soemarno sempat memberikan presentasi untuk perbaikan kilang.

Sejumlah investor sudah berminat untuk kerjasama perbaikan kilang Pertamina. Namun, rencana tersebut urung direalisasikan, dengan alasan yang diketahui Sofyan merupakan alasan bisnis.

Sofyan menegaskan, bila pada saat itu dibangun kilang-kilang baru maka Pertamina tidak perlu menutup semua kilang untuk menghilangkan RON 88.

“Kalau kita sudah punya kilang, kita sudah punya minyak mentah sendiri sehingga bisa disuling di dalam negeri. Kita impor minyak mentah yang harganya lebih murah, 50 dollar AS per barel, daripada beli produk minyak yang harganya bisa 70 dollar AS per barel,” tegas Sofyan kembali.***Anton.H***


Jakarta _Criminal
Coordinating Minister for Economic Affairs, Djalil said the government supports the elimination of premium products or gasoline with octane 88. He also added that the abolition of the premium should be faster than on the Ministry of Energy and Mineral Resources of two years.
However it is recognized Sofyan, the current dilemma is the refineries of PT Pertamina (Persero) is the age of retirement and are not able to produce gasoline with higher octane levels.
“If we want to remove the RON (research octane number) 88, then we are forced to close all refineries. The implication, if the plant is closed, then we are forced to import 100 percent of oil products, “said Sofyan at his office in Jakarta, Friday (04/17/2015).
Sofyan asserted, Pertamina refinery repairs should be done from long ago. He explained, when served as Minister of State Owned Enterprises, Director of Pertamina then, Soemarno had to give a presentation to repair the refinery.
Some investors are already interested in cooperation repair oil refineries. However, the plan failed to be realized, for reasons unknown Sofyan is a business reason.
Sofyan asserted, if at the time it was built new refineries, Pertamina does not need to cover all the refineries to remove RON 88.
“If we’ve got refineries, we already had its own crude oil that can be refined in the country. We import of crude oil, which are cheaper, 50 US dollars per barrel, rather than buy oil products whose price can be 70 dollars per barrel, “said Sofyan back. *** *** Anton.H

MUTASI PEJABAT KEMBALI DIGELAR GUBERNUR ACEH ( MUTATIONS OFFICIALS HELD BACK GOVERNOR ACEH )

Banda Aceh_RESKRIM

Gubernur Aceh ,Zaini Abdullah kembali menggelar pemutasian sejumlah pejabat eselon III dan eselon IV di Pemerintah Aceh. Mutasi tersebut dimaksud untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Aceh.

Para pejabat eselon III dan IV yang dilantik pada Selasa, (14/04/2015) siang di Gedung Serbaguna Setda Aceh oleh Asisten Administrasi Umum, Muzakkar A. Gani. Dalam amanat yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum selaku pembaca amanat tersebut, Gubernur Zaini menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi pemutasian merupakan bagian dari penyegaran organisasi rutin dalam rangka peningkatan kinerja para pegawai.

“Karena itu mari kita melihat mutasi dan pelantikan ini dari sisi pemikiran kaca mata positif dalam rangka menghadirkan kinerja pemerintahan yang lebih baik,” tegas Muzakkar ketika membacakan amanat Gubernur tersebut.

Hingga saat ini,jelas Muzakkar, Gubernur terus melakukan evaluasi kepada semua jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) agar aparatur benar-benar fokus di dalam menjalankan tugas. Mutasi dan/atau pergeseran birokrasi, jelas  Muzakkar, merupakan suatu momentum untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja pegawai. Melalui mutasi juga dapat dijadikan  sebagai suatu sarana bagi pimpinan untuk menempatkan pejabat pada jabatan yang tepat sesuai dengan kemampuannya.
“Jabatan yang diemban tersebut bukanlah ‘hadiah’ bukan juga ‘hak’, dan bukan pula ‘kepemilikan’. Namun amanah yang harus dipertanggung jawabkan di kemudian hari. Tentunya ini merupakan sebuah cambuk baru yang membuat Bapak Ibu semua semakin terdorong untuk bekerja lebih keras lagi,” tegasnya.

Mantan Sekda Bireuen itu juga menambahkan bahwa, pejabat yang dilantik tersebut sudah dievaluasi lebih dulu secara komprehensif oleh Tim Baperjakat dan Gubernur Aceh.

“Pelantikan ini bukan saja bermakna bagi saudara sekalian, namun juga penting bagi organisasi dan masyarakat. Kami berharap penyegaran ini bisa membawa suasana baru sehingga pelayanan dan tugas yang kita emban bisa dijalankan dengan lebih baik lagi.”

Selain eselon III, ada 38 pejabat struktural eselon IV yang dilantik siang tadi. Inilah nama-nama pejabat eselon III.

1. M . Nazari, sebagai Kabag pemerintahan mukim dan gampong pada Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh
2. Khudri, Kabag pendidikan dan kebudayaan pada Biro Isra Setda Aceh
3. Saifullah, Kabag hubungan media massa dan penyiaran pada Biro Humas Setda Aceh
4. T. Fariyal, Kabag Naskah dan Makalah Pimpinan pada Biro Humas Setda Aceh
5. Masrimin, Kabag analisis berita, publikasi dan pelayanan aspirasi masyarakat pada Biro Humas Setda Aceh.
6. Reza Sahputra, Kabag Pengelola informasi dan dokumentasi pada Biro Humas Setda Aceh.
7. Muzakkir, Kabag administrasi tata ruang pada Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh
8. Darmawan, Kabag Kepegawaian pada Biro Organisasi Setda Aceh
9. Nurhayati, Kabag administrasi sarana perekonomian pada Biro Perekonomian Setda Aceh
10. Munarwansyah, Kabag pembinaan industri perdagangan, pertambangan dan lingkungan pada Biro Perekonomian Setda Aceh.
11. Zaini Zubir, Kabag tata usaha pada Biro Umum Setda Aceh
12. Rustam Affandi. S, Kabag tata usaha keuangan pada Biro Umum Setda Aceh.***Tengku Ibrahim***


Banda Aceh_Criminal

Governor of Aceh, Zaini Abdullah held a mutator number echelon echelon III and IV in Government of Aceh. Mutation is intended to improve the performance of the Government of Aceh.
The echelon III and IV were sworn in on Tuesday (04/14/2015) afternoon at the Multipurpose Building Secretariat of Aceh by the Assistant General Administration, Muzakkar A. Gani. In an address delivered by Assistant General Administration as the reader of the order, the Governor Zaini explained that the mutator mutation and rotation is part of the organization refreshment routine in order to improve the performance of the employees.
“Therefore let us look at the mutation and the inauguration of the glasses positive thinking in order to deliver better government performance,” said Muzakkar when read out the mandate of the Governor.
Until now, obviously Muzakkar, the Governor continues to evaluate to all ranks of the Aceh Government Unit (SKPA) so that the apparatus to really focus on the duty. Mutation and / or shift the bureaucracy, clearly Muzakkar, a momentum to determine and evaluate the performance of employees. Through mutations can also be used as a means for leaders to put officials on the proper position according to his ability.
“Occupation is not carried ‘gift’ nor ‘right’, nor ‘ownership’. But trust that must be accounted for in the future. Surely this is a new whip that makes Ladies all the more motivated to work harder, “he said.
Former Secretary, Bireuen it also added that, the appointed officials has been comprehensively evaluated first by Tim Baperjakat and Governor.
“This inauguration is not only meaningful for gentlemen, but it is also important for the organization and the community. We hope this refresher can bring a new atmosphere to the service and we carry out the task can run better. “
Besides echelon III, there are 38 officers were sworn in echelon IV this afternoon. These are the names of echelon III.
1. M. Nazari, as Head of mukim and village governments in Aceh Bureau Secretariat of Governance
2. Khudri, Head of education and culture in Isra Bureau Secretariat of Aceh
3. Saifullah, Head of mass media relations and broadcast on Public Relations Bureau Secretariat of Aceh
4. T. Fariyal, Head of Manuscripts and Papers of the Regional Secretariat of Public Relations Bureau Chief in Aceh
5. Masrimin, Head of news analysis, publication and aspirations of the community service at the Bureau of Public Relations Secretariat of Aceh.
6. Reza Sahputra, Head of business information and documentation on the Bureau of Public Relations Secretariat of Aceh.
7. Muzakkir, Head of administration spatial Bureau of Development Administration Secretariat of Aceh
8. Darmawan, Head of Secretariat of the Organization Officer in the Bureau of Aceh
9. nurhayati, Head of the administration of the economy means the Bureau of Economic Secretariat of Aceh
10. Munarwansyah, Head coaching trade industry, mining and the environment at the Bureau of Economic Secretariat of Aceh.
11. Zaini Zubir, Head of administration at the General Secretariat of the Bureau of Aceh
12. Rustam Affandi. S, Head of financial administration at the General Secretariat of the Bureau of Aceh. *** Tengku Ibrahim ***