Arsip Tag: Oknum Polri

PEKERJA GUDANG MINYAK DIPERLAKUKAN SEMENA MENA OLEH OKNUM ANGGOTA RESKRIMSUS POLDA JAMBI ( WAREHOUSE WORKER SEMENA MENA OIL TREATED BY MEMBERS Person RESKRIMSUS POLDA JAMBI )

Beban trauma pencekikan,Ilustrasi.RESKRIM.Doc
Beban trauma pencekikan,Ilustrasi.RESKRIM.Doc

Jalan Baru,Jambi Timur_RESKRIM

Nasib pekerja gudang minyak di simpang SMA 9 Kota Jambi sangat menggiriskan,pasalnya karena dimintai kunci gudang minyak dengan paksa oleh oknum anggota polri di sebuah rumah makan samping gudang berakhir dengan tindakan pencekikan terhadap sang pekerja oleh oknum sekira pukul 17:00WIB yang mengakibatkan ,Budi Haryanto(pekerja) mengalami trauma psikis. Hal tersebut diungkapkan oleh Budi Haryanto ketika dimintai keterangan. Oknum anggota polri yang berdinas di Tim Reskrimsus Polda Jambi,Ricky tersebut belum juga membayarkan upah kepada Budi Haryanto als budi dan Haryanto als iyan yang bekerja padanya. Sistim pemberian upah yakni seminggu sekali setelah pengapalan minyak yang dikumpulkan dari truk ke mobil tanki dan dari mobil tanki. Kronologis kejadiannya seperti berikut: Oknum anggota Reskrimsus Polda Jambi,Ricky meminta kunci gudang minyak Illegal kepada Budi Haryanto secara paksa di sebuah rumah makan dan kemudian terjadi pencekikan atas diri Budi Haryanto. Kemudian setelah kejadian tersebut Budi Haryanto melakukan visum di rumah sakit. Dirinya juga telah melaporkan perlakuan atas dirinya oleh oknum anggota Reskrimsus Polda Jambi ke Propam Polda Jambi, yang pada saat itu ditangani oleh Benny. Namun disayangkan,Benny mengatakan laporan lisan saja karena juru ketik tidak masuk kerja. Selang beberapa saat, ternyata Benny menghubungi Ricky via seluler. Dalam hal ini ,Benny selaku anggota Propam Polda Jambi seharusnya tetap membuat laporan atas tindakan pencekikan tersebut dan tidak ada alasan juru ketik tidak masuk. Seandainya pada hari itu ada 10 laporan pengaduan ,APAKAH AKAN DIKATAKAN,”BAHWA JURU KETIK TIDAK MASUK KERJA???” Dalam hal itu,Benny selaku anggota Propam Polda Jambi telah mengangkangi TRI BRATA POLRI. Budi Haryanto als budi pekerja di gudang minyak bertugas memindahkan minyak dari mobil truk ke mobil tanki dan juga dari mobil tanki dan dirinya mendapatkan upah Rp.500.000 selama seminggu,sementara Haryanto bertugas membuka segel mobil tanki yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang karena tanpa keahlian segel dapat rusak,dan dirinya mendapatkan upah dalam seminggu sekira Rp.600.000. Selanjutnya Dara adik Ricky yang bertugas mencatat keluar masuk uang,pembelian minyak dan membayar upah kepada pekerja. Ricky juga mengatakan kepada Budi Haryanto ketika terjadinya kasus pencekikan itu,”KALAU MAU MELAPOR ,SILAKAN SAJA BAHKAN LAPOR KE TUHANPUN ….”(Dikutip dari pembicaraan Ricky). Kasus tersebutpun telah ditayangkan di sebuah stasiun televisi lokal ,Jambi TV sebanyak tiga kali penayangan dalam acara  “dobrak “. Perilaku oknum anggota Reskrimsus Polda Jambi yang semena-mena,bertindak dengan kekerasan,membuat diri orang lain tidak nyaman,tidak membayar upah pekerjanya,menggeluti bisnis yang “abu-abu (memindahkan minyak dari mobil tanki dengan membuka segel) dan korban yang mengalami trauma psikis, dapatkah dijadikan teladan sebagai penegak hukum????.Bahkan di pengapalan terakhir sebelumnya, Oknum anggota Reskrimsus Polda Jambi,Ricky dan tiga orang oknum polisi mengawal langsung. Atas kejadian tersebut ,kebijakan dan kode etik Polri dari Kapolda Jambi,Brigjen pol Bambang Sudarisman sangat dibutuhkan untuk menciptakan citra dan nama baik Polri.&&hrvry&&


New Road, Edinburgh Timur_RESKRIM

The fate of the oil warehouse workers at the intersection of High School 9 Jambi very menggiriskan, the article because it held the key to the oil warehouse forced by unscrupulous members of the police in a restaurant next to the barn ends with strangulation action against the workers by unscrupulous approximately at 17: 00WIB which resulted, Budi Haryanto (workers) suffered psychological trauma. This was revealed by Budi Haryanto when questioned. Members of the police officers who served in Jambi Police Reskrimsus Team, Ricky is not also pay wages to Budi Haryanto als mind and Haryanto als user_name who worked for him. The system of remuneration ie once a week after the shipment of oil collected from the truck to the tank car and tank of the car. Chronology of events is as follows: Reskrimsus Police were members of Jambi, Ricky asks key oil warehouse Illegal to Budi Haryanto forcibly at a restaurant and then happened upon Budi Haryanto strangulation. Then after the incident Budi Haryanto did vise at the hospital. He also has reported on her treatment by unscrupulous members of Police Reskrimsus Jambi Jambi to Propam Police, who at the time was handled by Benny. Unfortunately, Benny said oral report because typists do not come to work. After a while, it turns Benny contact Ricky via mobile. In this case, as a member of Benny Propam Jambi Police should still make a report on the choking action and there is no reason typists not enter. If on that day there were 10 reports of complaints, WHAT WOULD SAY, “NO ENTRY TYPE THAT THE INTERPRETATION OF WORK ???” In that case, Benny as a member Propam Jambi Police have straddled TRI BRATA police. Budi Haryanto als favor warehouse workers in charge of moving oil from the oil tank trucks to cars and also from the tank car and she get Rp.500.000 wages for a week, while Haryanto duty unseal tank car that can not be done by just anyone because without expertise seal can be broken, and he earns in a week approximately 600.000. Furthermore, Ricky’s brother Dara assigned to record and out of money, the purchase of oil and pay wages to workers. Ricky also told Budi Haryanto when the strangulation case, the “IF WANT report, EVEN ONLY PLEASE REPORT TO Tuhanpun ….” (Quoted from Ricky talks). Tersebutpun case has been aired on a local television station, Jambi TV aired three times in the “smashed”. The behavior of individual members of Jambi Police Reskrimsus arbitrary, act with violence, making other people uncomfortable, do not pay their workers wages, the business of “gray (remove oil from the tanker to break the seal) and victims who suffered psychological trauma , can serve as a role model ???? law enforcement. Even in the last shipment before, were members of Police Reskrimsus Jambi, Ricky and three police officers escorted directly. For the incident, policies and code of ethics of the National Police Chief Jambi, Brigadier General Bambang Sudarisman pol is needed to create the image and reputation of the Police. && && hrvry

OKNUM PENEGAK HUKUM BERPANGKAT KOMPOL DIGELANDANG PROPAM POLDA JAMBI

Kelompok DPD KNPI Kota Jambi,pimpinan Najib
Kelompok DPD KNPI Kota Jambi,pimpinan Najib

Jambi,Talang Bakung_RESKRIM

Alas hak adalah merupakan alat bukti dasar seseorang dalam membuktikan hubungan hukum antara dirinya dengan hak yang melekat atas tanah. Oleh karenanya sebuah alas hak harus mampu menjabarkan kaitan hukum antara subjek hak (Individu maupun badan hukum) dengan suatu objek hak (satu atau beberapa bidang tanah) yang ia kuasai. Artinya, dalam sebuah alas hak sudah seharusnya dapat menceritakan secara lugas, jelas dan tegas tentang detail kronologis bagaimana seseorang dapat menguasai suatu bidang tanah sehingga jelas riwayat atas kepemilikan terhadap tanah tersebut.

Kelompok GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) pimpinan Fiat PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI
Kelompok GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) pimpinan Fiat PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI

Bong Bongan Silaban,SH  yang telah mengantongi sejumlah dokumen yang syah  atas tanah seluas 2,5 Ha,kini mengalami  masalah. Permasalahan tersebut muncul karena ada  pihak yang mengaku masyarakat dan  bersih keras untuk mempertahankan areal tanah yang berada di kawasan kepemilikan Bong Bongan Silaban,SH.

Pemasangan Atribut GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi Di rumah warga Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan
Pemasangan Atribut GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi Di rumah warga Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan

Pihak yang mengaku sebagai salah satu masyarakat Kelurahan Talang Bakung ,Denny  dengan bersih keras mempertahankan lokasi tanah yang berada di atas tanah milik Bong Bongan Silaban,SH. Bahkan dari awal  ,Denny telah berupaya untuk bertahan agar eksekusi tanah yang akan dilakukan oleh pihak Bong Bongan,SH melalui kuasa hukumnya,Joshua.  Pihak Kuasa hukum,dari Bong Bongan Silaban,SH telah menetapkan eksekusi tanah berupa pemagaran sekeliling areal tanah  seluas 2,5 Ha yang berada di Kelurahan Talang Bakung 19/09/2014.

List Plang yang bertuliskan,"TANAH MILIK WARGA" yang dipertahankan Denny
List Plang yang bertuliskan,”TANAH MILIK WARGA” yang dipertahankan Denny

Denny bersih keras ,bahkan papan list plank yang bertuliskan,”Tanah Ini Milik Warga” ditentang keras oleh Denny ketika akan dicabut.

Sementara Proses pemagaran tetap berlangsung, hadir pula Lurah Talang Bakung,Babinkantibmas,anggota sektor kepolisian Jambi Selatan guna menyaksikan permasalahan yang terjadi di lokasi kawasan tanah seluas 2,5 Ha Di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan 19/09/2014/sekira pukul 10:35 WIB.

Spanduk Yang Terpasang Di Lingkungan Warga
Spanduk Yang Terpasang Di Lingkungan Warga

Di hari ketiga 21/09/2014/sekira pukul 11:25 WIB,Suasana  menjadi sedikit panas dengan kedatangan  sekelompok orang yang menamakan diri mereka GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) yang dipimpin oleh ,Fiat menanamkan bendera GBRK di atas tanah  milik Bong Bongan Silaban,SH dengan penampilan yang agak arogan.     Sementara diketahui bahwa ,Fiat adalah salah seorang pegawai negeri sipil yang berdinas di Kesbangpol Provinsi Jambi di Bagian Umum.

Fiat,PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI,Memegang Kamera  berkacamata hitam dan baju salur - salur
Fiat,PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI,Memegang Kamera berkacamata hitam dan baju salur – salur

 

Pihak Masyarakat dan kuasa hukum Bong Bongan Silaban,SH ,Pihak Samapta Polda Jambi,Najib ketua DPD KNPI Kota Jambi tengah  berembuk
Pihak Masyarakat dan kuasa hukum Bong Bongan Silaban,SH ,Pihak Samapta Polda Jambi,Najib ketua DPD KNPI Kota Jambi tengah berembuk

Maksud dan tujuan dari ,Fiat dari kelompok  GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) tidak diketahui dengan jelas.  Dan tidak lama kemudian muncul kembali  kelompok baru yang menamakan diri mereka , DPD KNPI Kota jambi yang dipimpin langsung oleh ketuanya,Najib.  Ketua KNPI sempat mengucapkan,” Tanah ini milik Tuhan…………( Sesuai dengan yang dilontarkan oleh Najib…kepada pengawas  )”.

Dua kelompok tersebut pun memasang atribut mereka ( GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi ) baik di kawasan tanah milik Bong Bongan Silaban,SH maupun menempel di rumah-rumah masyarakat.

Dan hari berikutnya kedua kelompok tersebut kembali datang ke lokasi tanah milik Bong Bongan Silaban,SH dan  berkumpul dengan masyarakat yang memiliki bangunan  di atas tanah milik Bong Bongan,SH duduk  dan mengadakan musyawarah atas solusi terhadap  permasalahan tanah tersebut. Musyawarah dihadiri oleh kuasa hukum Bong Bongan Silaban ,SH, Najib dari DPD KNPI Kota Jambi, Fiat ,Ketua GBRK ,pihak Babinkantibmas dan pihak Samapta Polda  Jambi.

Suasana Dalam Perundingan dengan warga Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan  Di kawasan tanah yang diduki oleh masyarakat
Suasana Dalam Perundingan dengan warga Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan Di kawasan tanah yang diduki oleh masyarakat

Jumlah Rumah masyarakat yang berada di kawasan tanah milik Bong Bongan Silaban,SH berjumlah sekitar 20 rumah, dan sebagian telah pindah dan mendapatkan biaya pindah oleh pemilik tanah namun sebagian lagi tetap bertahan bahkan masyarakat yang  bertempat tinggal di kawasan tanah tersebut menjadi getol ketika ,Denny  mendapatkan dukungan baru dari kelompok GBRK ( Gerakan  Bersama Rakyat Kampung ) yang diketuai oleh,Fiat  ( PNS di Kesbangpol Provinsi Jambi ) dan DPD KNPI Kota Jambi,yang diketuai oleh,Najib.

Tanggal 24/09/2014/sekira pukul  11:47 WIB, pihak Propam Polda Jambi, AKP Eko dan Kasatreskrim Polresta jambi,Sunhot Silalahi beserta anggota penegak hukum berhasil menggelandang Kompol.Tompel ( nama panggilan ) dengan menggunakan 2 unit mobil  tanpa perlawanan.

Dan anehnya sebuah media online  yang bernama SR,memberitakan permasalahan tersebut dengan judul ,”Puluhan Preman Dikerahkan oleh Bong Bongan Silaban,SH untuk menguasai Tanah Masyarakat, namun pada faktanya puluhan orang yang dimaksud bukanlah preman.”  Dan diungkapkan oleh sejumlah orang yang disebut-sebut oleh media SR tersebut,”PREMAN”, tidak terima atas ulah wartawan SR tersebut. Dan diharapkan pihak Lembaga Pemantau Pers  ( LPP ) segera  mengambil tindakan atas pemberitaan yang hanya bersifat sepihak tersebut.****Harvery***