Arsip Tag: Mahkamah

9 TERPIDANA MATI YANG AKAN DIEKSEKUSI BEBERAPA JAM MENDATANG ( 9 sentenced to death TO BE EXECUTED NEXT SEVERAL HOURS )

 

Jakarta_RESKRIM

Negara Indonesia bersikukuh menembak mati 9 orang kaki tangan industri narkoba di Nusakambangan dalam beberapa jam ke depan. Hukuman mati tersebut seolah-olah mengirim pesan kepada semua orang agar tidak bermain-main dengan candu yang efeknya sangat merusak itu.

Berikut jejak 9 orang terpidana mati yang dikabarkan akan menghadap regu tembak pada, Selasa malam atau Rabu (29/04/2015) dini hari

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc
Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc1. Rodrigo Gularte

1.Rodrigo Gularte

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.

Rodrigo tidak mengajukan kasasi atas vonis hukuman mati tersebut. Dia mengajukan grasi namun permohonan grasinya ditolak Presiden Joko Widodo melalui Keppres nomor 5/G pada tanggal 5 Januari 2015.

Pengacara Rodrigo juga sempat menyebut kliennya mengalami depresi dan gangguan jiwa. Namun hal tersebut dianggap Kejaksaan hanya upaya untuk menghindari timah panas eksekutor. Jaksa Agung Prasetyo pun masih menunggu second opinion dari dokter.

“Justru saya belum mendapat laporan dari dokter Polda (Jawa Tengah). Karena ada kecenderungan itu hanya mengulur waktu, kita tidak mau itu,” tegas Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan pada, Rabu (04/03/2015).

Meski begitu, Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi mati tetap berjalan. Sebab pengakuan gila Rodrigo tidak menghalangi eksekusi mati menurut UU. “Ya iyalah (tetap dieksekusi),” jelas Prasetyo.


Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc
Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc


2. Mary Jane Viesta Veloso

Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.

Upaya bebas dari hukuman mati terus dilakukan oleh Mary dengan mengajukan PK kedua. Tapi upaya terakhirnya itu gagal, PK terpidana mati kasus narkoba Mary Jane tidak diterima oleh PN Sleman‎. Sebab berdasarkan UU Mahkamah Agung dan UU Kekuasaan Kehakiman, PK hanya diberikan kesempatan sekali.

Akhirnya Mary yang membawa 2,6 kg heroin itu akan segera dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan, bergabung dengan 8 orang lainnya. Mary Jane juga telah masuk ruang isolasi di LP Besi, Pulau Nusakambangan.


Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc
Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc


3. Sylvester Obiekwe Nwolise alias Mustofa

Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.

Bukannya kapok, Silvester malah tetap menjalankan bisnis haramnya itu di Lapas dan berkali-kali dibekuk mengendalikan narkoba dari LP Nusakambangan.

Dia sempat mengajukan grasi ke Presiden Jokowi, namun grasinya ditolak‎ melalui Keppres No 11/G 2015.


Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc
Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc


4.Raheem Agbaje Salami

Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.

Pengacara Raheem, Utomo Karim juga sempat mengunjungi Raheem, bersama pacar Raheem dan rohaniawan Romo Kusi. Menurutnya Raheem sudah pasrah terkait eksekusi. Ia sangat senang saat bertemu dengan pacarnya yang berasal dari Madiun.

Menurut Utomo, Raheem yang merupakan pemegang paspor Spanyol adalah Jamiu Owolabi Abashin warga Nigeria. Utomo mengatakan kliennya dulu bermaksud memasuki Kanada, melalui Malaysia, dengan jasa “agen”.Tapi tidak kunjung diberangkatkan hingga batas waktu yang ditentukan, akhirnya paspor disita dan ditahan selama dua tahun.

Selanjutnya Jamiu Owolabi Abashin dikirim ke Thailand, dan akhirnya lontang-lantung di Bangkok. Dia lantas bertemu dengan seseorang yang memberikannya tempat tinggal. Setelah itu dia disuruh membawa koper yang menurut Utomo tidak diketahui isinya oleh kliennya. Jamie juga diberi paspor baru palsu atas nama Raheem Agbaje Salami.

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc
Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc

5. Okwudili Oyatanze

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.

Okwudili yang dikenal sebagai petelur heroin itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2001. Dia bersama 3 temannya mencoba menyelundupkan ribuan gram heroin yang dikemas dalam kapsul yang kemudian ditelan.

Okwudili divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang 22 Juli 2002 lalu. Tidak terima, dia lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung dengan hasil menguatkan putusan PN. Dia juga sempat mengajukan Peninjaun Kembali (PK) dan lagi-lagi PK-nya ditolak. Grasi Okwudili juga ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres 14/G 2015.


Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc
Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc


6. Zainal Abidin

Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.

Saat ditangkap polisi menjelang subuh, ditemukan tiga karung ganja berisi 58 kg ganja. Ikut ditangkap pula istri Zainal yaitu Kasyah dan teman Zainal yang dari Aceh, Aldo. Mereka lalu dihadirkan ke meja hijau dan majelis Pengadilan Negeri (PN) Palembang menjatuhkan hukuman:

1. Zainal dihukum 18 tahun penjara
2. Kasyah dihukum 3 tahun penjara
3. Aldo dihukum 20 tahun penjara

Di tingkat banding, hukuman Zainal diubah menjadi hukuman mati! Hukuman mati ini lalu dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2002 lalu. Sangat keberatan dengan hukuman mati ini, Zainal lalu mengajukan peninjauan kembali (PK) pada 2 Mei 2005. Namun permohonan PK-nya terselip entah ke mana. Hingga pada Desember 2014, Presiden Joko Widodo menolak seluruh grasi gembong narkoba, termasuk Zainal dengan Keppres yang keluar pada 2 Januari 2015. Zainal telah dipindahkan ke ruang isolasi bersama dengan terpidana lainnya pada Jumat (24/04) malam.


Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc
Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc


7. Martin Anderson Alias Belo WN Ghana

Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.


Myuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc
Myuran merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc

8. Myuran SukumaranMyuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.


 

Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc
Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc

 


9. Andrew Chan
Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.

Sebelum dieksekusi Andrew Chan melangsungkan pernikahannya dengan Febiyanti Herewila asal Surabaya pada Senin (27/04). Pernikahan dilangsungkan di Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Mereka megadakan pesta pernikahan secara sederhana di dalam penjara. Mereka baru saja menikah,” tegas kakak Andrew, Michael Chan, di Dermaga Wijayapura pada, Senin (27/04/2015).

Rohaniwan, Matius Arif Mirdjaja, berkunjung ke Nusakambangan, Cilacap. Dia adalah pedamping rohani dua Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Matius menjelaskan kondisi Andrew dan Myuran sangat baik. Keduanya sangat tegar menyikapi eksekusi. Namun ia menyayangkan Andrew dan Myuran diborgol saat dikunjungi keluarganya.***Anton.H***


Jakarta_RESKRIM

State Indonesia insisted shot dead nine people in the drug industry accomplice reclaiming the next few hours. The death penalty as if to send a message to everyone in order not to tinker with opiate effect is very damaging it.

Following the footsteps of 9 people on death row who is rumored to be facing a firing squad on Tuesday night or Wednesday (04/29/2015) early morning

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc

1. Rodrigo Gularte

Rodrigo Gularte is a citizen of Brazil. Men born in 1972 was arrested at Soekarno-Hatta in 2004 while trying to smuggle 6 kg of cocaine hidden in a surfboard. He was sentenced to capital punishment by the Tangerang District Court on February 7, 2005 and upheld by the Banten High Court on May 10, 2005.

Rodrigo did not file an appeal against the death sentence. He filed a petition for clemency rejected clemency but Joko Widodo President through Presidential Decree No. 5 / G on January 5, 2015.

Rodrigo lawyer also said his clients had suffered depression and mental disorders. However, it is considered Attorney simply an attempt to avoid the hot lead executor. Attorney General Prasetyo was still waiting for a second opinion from a doctor.

“That I have not received a report from the doctor Police (Central Java). Because there is a tendency that only stalling, we do not want it,” said Prasetyo at the Attorney General (AGO), Jl Sultan Hasanuddin, South Jakarta, Wednesday (04/03 / 2015).

However, Prasad asserted that executions continue to run. Because crazy Rodrigo does not preclude recognition of execution according to Law. “Melepasmu (still executed),” said Prasetyo.

Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc

2. Mary Jane Viesta Veloso
Mary Jane arrested by law enforcement officers in 2011 with 2.6 kg heroin evidence when entering the Adi Sucipto Airport, Yogyakarta. For his actions, six judges and six justices in the first instance, appeal, appeal and PK death sentence to Mary Jane.

Efforts are free of the death penalty continues to be done by Mary by proposing a second PK. But his final attempt was unsuccessful, PK death row inmate drug cases Mary Jane was not accepted by the PN Sleman. Because based on the Law of the Supreme Court and the Judicial Power Act, the PK is only given the opportunity once.

Finally Mary is carrying 2.6 kg of heroin it would soon be executed on Nusakambangan Island, joined with eight other people. Mary Jane has also been entered in the isolation room Iron LP, Nusakambangan.

Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc

3. Sylvester Obiekwe Nwolise alias Mustafa

Sylvester alias Mustafa was arrested in 2003 by the Directorate of Drug Police Headquarters for smuggling 1.2 kg of heroin into Indonesia. Citizen of Nigeria have been sentenced to death by the Tangerang District Court.

Rather than give up, Silvester even still running the illicit business in prisons and repeatedly seized control of LP reclaiming drugs.

She had filed for clemency to the President Jokowi, but denied clemency through Presidential Decree No. 11 / G 2015.

Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc

 4.Raheem Salami Agbaje
Raheem is a citizen of Nigeria, he was arrested in 1999 at Juanda Airport, Surabaya, because carrying 5 kg of heroin. He was sentenced to death and detained in Madiun LP.

Raheem had filed a legal action for clemency, but clemency was rejected by President Jokowi in 2014.

Raheem lawyer, Karim Utomo also briefly visited Raheem, along with girlfriend Raheem and clergy Romo Kusi. According Raheem was resigned associated execution. He was very happy when he met with his girlfriend who came from Madiun.

According Utomo, Raheem who is the holder of a Spanish passport is Jamiu Owolabi Abashin Nigerians. Utomo said his client had intended to enter Canada, through Malaysia, with the services of an “agent” .But not being dispatched until the prescribed time limit, eventually passports confiscated and held for two years.

Furthermore Jamiu Owolabi Abashin sent to Thailand, and eventually neglected in Bangkok. He then met someone who gave him a place to stay. After that he was told to bring a suitcase which, according Utomo not know its contents by its clients. Jamie was also given a new false passport in the name Raheem Salami Agbaje.

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc

5. Okwudili Oyatanze
Okwudili an Australian citizen, he along with Andrew Chan and 7 others were referred to the media as the Bali Nine gang. He was executed on 8 kg of heroin smuggling case. Clemency denied through Presidential Decree No. 32 / G 2015.

Okwudili known as laying heroin was arrested at Soekarno-Hatta in 2001. He was with three friends trying to smuggle thousands of grams of heroin packaged in a capsule that can be swallowed.

Okwudili sentenced to death by the District Court (PN) Tangerang July 22, 2002 last. Does not accept, he then appealed to the High Court (PT) Bandung District Court upheld the ruling by the results. She also had filed peninjaun (PK) and once again the PK was rejected. Okwudili also rejected clemency Jokowi President through Presidential Decree 14 / G 2015.

Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc

6. Zainal Abidin
Zainal Abidin became the only Indonesian nationals on death row. Zainal was arrested at the family home in Jalan KY magnitude Gede Ing Suro, Village Ilir, Palembang, South Sumatra (South Sumatra) on December 21, 2001.

When the police arrested before dawn, found three bags containing 58 kg of cannabis marijuana. Similarly wife were arrested Zainal Zainal namely Kasyah and friends were from Aceh, Aldo. They are then presented to the court and assemblies District Court (PN) Palembang sentence:

1. Zainal was sentenced to 18 years in prison
2. Kasyah sentenced to 3 years in prison
3. Aldo was sentenced to 20 years in prison

On appeal, the sentence was changed to death penalty Zainal! The last death sentence upheld by the Supreme Court (MA) in 2002. Strongly object to the death penalty, Zainal then filed a reconsideration (PK) on 2 May 2005. However, his petition PK tucked away somewhere. Until December 2014, the President rejected the clemency Joko Widodo drug kingpin, including Zainal with the decree which came out on January 2, 2015.

Zainal has been moved to an isolation room together with other convicted on Friday (04/24) night.

Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc

7. Martin Anderson Alias ​​Belo WN Ghana
Citizen of Ghana, Martin Anderson aka Belo was arrested in Kelapa Gading, North Jakarta, on November 7, 2003 for the case of possession of 50 grams of heroin were included in the map. He was sentenced to death and filed a legal remedy.

But the attempt to be free of the death penalty foundered, clemency was rejected President Jokowi through Presidential Decree No. 1 / G 2015.

Myuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc

8. Myuran Sukumaran
Myuran an Australian citizen, he along with Andrew Chan and 7 others joined in the Bali Nine. Sentenced to death for smuggling 8 kg of heroin. Clemency denied through Presidential Decree 32 / G 2015.

Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc
9. Andrew Chan
Andrew citizen of Australia is known as the Bali Nine godfather in the group. He along with Myuran Sukumaran and 7 others arrested in 2005 for smuggling 8 kg of heroin in Bali to Australia. Clemency denied through Presidential Decree 9 / G 2015.

Prior to execution of Andrew Chan nuptials with Febiyanti Herewila from Surabaya on Monday (27/04). Wedding held in prisons Iron, Nusakambangan, Cilacap, Central Java.

“They megadakan simple wedding in the prison. They just got married,” said brother Andrew, Michael Chan, at Pier Wijayapura on Monday (27/04/2015).

Clergy, Matthew Arif Mirdjaja, visited Nusakambangan, Cilacap. He is a spiritual facilitator two Bali Nine, Andrew Chan and Myuran Sukumaran. Matthew explains Andrew and Myuran condition is very good. Both are very tough to address execution. But he lamented Andrew and Myuran handcuffed while visiting family. *** *** Anton.H

BARESKRIM GELAR KASUS PERKARA KOMJEN BG HARI INI ( Criminal DEGREE Komjen BG CASE TODAY )

Jakarta_RESKRIM

Berkas perkara dugaan korupsi Komjen Pol Budi Gunawan (BG) telah dilimpahkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Bareskrim Polri. Rencananya,pada hari ini Bareskrim akan melakukan gelar perkara terkait berkas BG tersebut.

Gelar perkara itu akan menentukan apakah kasus dugaan korupsi tersebut dapat dilanjutkan atau tidak. Akan ada beberapa ahli yang diundang untuk memberikan paparan dan analisanya.

“Akan dipaparkan secara terbuka dan dinilai bagaimana layak tidaknya diteruskan,” tegas Dirtipid Eksus, Brigjen Victor Edi Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta pada, Senin (13/04/2015).

Beberpa ahli hukum yang dijadwalkan hadir di antaranya Romly (Atmasasmita), Nasrullah, Chairul Huda, dan Yenti Garnasih. Victor mengaku tidak merasa khawatir dengan publik yang mungkin akan menilai miring karena beberapa dari ahli hukum tersebut pernah bersaksi untuk BG di sidang praperadilan.

“Kita akan melihat para ahli itu dengan integritasnya, jadi tidak perlu khawatir dengan penilaian publik soal itu,” tegas Victor kembali.***Anton.H***


Jakarta_ Criminal
Case file corruption Police Commissioner General Budi Gunawan (BG) has been transferred from the Attorney General’s Office (AGO) to the Criminal Investigation Police. The plan, on this day will do a degree Criminal proceedings in respect of the BG file.
His case will determine whether the alleged corruption cases can be continued or not. There will be several experts who were invited to provide exposure and analysis.
“It would be publicly presented and assessed how the appropriateness of the forwarded,” said Dirtipid Eksus, Gen. Victor Edi Simanjuntak in the Criminal Investigation Police, Jl Trunojoyo, Jakarta, Monday (04/13/2015).
Beberpa legal experts scheduled to appear in them Romly (Atmasasmita), Nasrullah, Chairul Huda, and Yenti Garnasih. Victor said he did not feel worried about the public who may be judging skewed because some of the legal experts never testified to BG at a pretrial hearing.
“We will see the experts it with integrity, so no need to worry about the public judgment about that,” said Victor back. *** *** Anton.H


AKIL MOCHTAR MANTAN KETUA MK SIAP DIHUKUM MATI

 



Jakarta_RESKRIM

<

p class=”artikel2″ style=”text-align:justify;”>Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK),Akil Mochtar segera menghadapi sidang tuntutan pekan depan. Akil dengan spontan mengungkapkan bahwa siap dihukum mati.

“Siap dihukum mati,” ungkap Akil ketika ditanya para wartawan usai bersaksi untuk Ratu Atut Chosiyah di Pengadilan Tipikor Jakarta pada ,Kamis (12/06/2014).

Ketika ditanya ulang mengenai pernyataannya Akil menyebut jaksa KPK tidak mungkin menuntut hukuman mati. “Ya berdoa saja lah. Nggak mungkin kan dituntut hukuman mati,” imbuhnya.

Beliau juga meyakini bahwa jaksa tidak akan menuntutnya pidana penjara seumur hidup. “Selama ini kan nggak ada itu dituntut seumur hidup. Saya kan nggak ngambil duit negara. Yang ngambil duit negara saja yang triliunan nggak dihukum segitu kok. Apalagi saya, saya kan nggak ngambil duit negara,” ujarnya.

“Saya cuma minta dan terima duit dari orang, bukan uang negara yang saya colongin,” jelas Akil.

Jaksa KPK mendakwa Akil menerima duit hingga Rp 57,78 miliar plus USD 500 ribu terkait pengurusan belasan sengketa pilkada di MK. Akil juga didakwa dengan pasal pencucian uang.

Bersama sejumlah pihak, Akil diduga telah menyamarkan harta yang jumlahnya bila ditotal kurang lebih dari Rp 161 miliar. Duit yang diduga dicuci ini disebar melalui berbagai pihak.AntonH

 

 

 

 

PROGRAM PEMBARUAN

 

Penyerahan Agenda Pembaruan Kejaksaan RI kepada Presiden RI

Untuk pertama kalinya di era reformasi, program pembaruan di lembaga-lembaga penegak hukum disepakati, yaitu pada Pertemuan Puncak Pejabat Tinggi Negara Di Bidang Hukum & Peradilan serta Pimpinan Profesi Hukum (Law Summit) III pada 16 April 2004 di Jakarta.Pembenahan serta penguatan lembaga-lembaga penegakan hukum, termasuk lembaga kejaksaan, merupakan sebuah keniscayaan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini.

Dengan semangat perubahan itulah pada Hari Bhakti Adyaksa ke-45 yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2005, Kejaksaan RI meluncurkan Program Pembaruan Kejaksaan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan masyarakat luas. Program ini meliputi aspek pembaruan organisasi dan tata kerja Kejaksaan dan sumber daya manusia; pembaruan organisasi dan tata kerja bidang Kejaksaan; pembaruan manajemen umum; pembaruan manajemen perkara; dan pembaruan sistem pengawasan Kejaksaan. Kelima aspek pokok tersebut kemudian dijabarkan menjadi 12 program : 

  1. Pembaruan Organisasi Tata Kerja Kejaksaan
  2. Pembaruan Sistem Rekrutmen
  3. Pembaruan Sistem Pendidikan dan Pelatihan
  4. Pembaruan Sistem Pembinaan Karir
  5. Pembaruan Organisasi dan Tatakerja bidang Intelejen Kejaksaan
  6. Penyusunan Standar Minimum Sarana dan Prasarana Kejaksaan
  7. Peninjauan kembali dan Pengembangan Sistem Manajemen Anggaran/Keuangan Kejaksaan
  8. Peningkatan Anggaran Penanganan Kasus Korupsi, HAM, Terorisme, Pencucian Uang dan Pencurian Kekayaan Hutan dan Laut
  9. Peningkatan Tunjangan Fungsional Jaksa
  10. Pengembangan Sistem Manajemen Informasi Penanganan Perkara dan Kewenangan lainnya
  11. Peningkatan Kerjasama antar Institusi Terkait dalam Upaya Penegakan Hukum dan Kasus-Kasus yang Menarik Perhatian Masyarakat.
  12. Pengembangan Sistem Pengawasan yang Transparan dan Akuntabel :
  • Penyusunan Code of Conduct Jaksa
  • Pengembangan Sistem Pengawasan Perilaku dan Pendisiplinan Jaksa
  • Pengembangan Mekanisme Koordinasi dan Mekanisme Kerjasama antara bidang Pengawasan Kejaksaan dan Komisi Kejaksaan.

Kedua belas program ini merupakan program-program prioritas terpilih yang dapat dilaksanakan oleh Kejaksaan tanpa harus menunggu prakarsa lembaga-lembaga negara lain.

 
TUJUAN PROGRAM
Tujuan Jangka Pendek dan Menengah Program Pembaruan Kejaksaan:

  1. Perubahan kultur organisasi,
  2. Perubahan kultur individu para jaksa (terutama pimpinan dan pembantu   pimpinan) dan seluruh pegawai kejaksaan,
  3. Peningkatan ketaatan pada   peraturan disiplin dan etika profesi,
  4. Peningkatan kualitas dalam hal melaksanakan tugas-tugas yustisial.
  5. Ujung dari semua ini adalah semakin menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan sebagai salah satu pilar utama penegakan hukum yang lebih profesional di Indonesia

Tujuan Akhir Program: 

Membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan sebagai salah satu pilar utama penegakan hukum yang lebih profesional, transparan & Akuntable di Indonesia.

 

TIM PEMBARUAN KEJAKSAAN

Tim Pembaruan Kejaksaan dibentuk oleh Jaksa Agung RI menjelang peluncuran Program Pembaruan Kejaksaan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan masyarakat luas pada tahun 2005. Tim Pembaruan Kejaksaan terdiri dari pejabat Kejaksaan, Tenaga Ahli Kejaksaan dan Staf tetap. Wakil Jaksa Agung RI merupakan Koordinator Tim Pembaruan Kejaksaan.

Tugas Tim Pembaruan adalah membantu Koordinator Tim Pembaruan/Wakil Jaksa Agung dalam melaksanakan fungsi terkait dengan pembaruan Kejaksaan, yaitu :

  • Menentukan program prioritas pembaruan Kejaksaan;
  • Menyusun rencana pelaksanaan program secara detil, termasuk penentuan target dan indikator keberhasilan;
  • Menggalang dukungan dari pihak-pihak terkait, termasuk dukungan pendanaan serta melibatkan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan program pembaruan Kejaksaan, termasuk para ahli, kalangan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dsb;
  • Mengarahkan pelaksanaan program pembaruan;
  • Memantau dan menilai perkembangan pelaksaana porgram pembaruan Kejaksaan.

 

ASSESSMENT AGENDA PEMBARUAN

Untuk mengukur tingkat pencapaian dalam mengimplementasikan Agenda Pembaruan Kejaksaan pada September 2006, tepat 1 tahun setelah peluncuran agenda pembaruan, Jaksa Agung memutuskan perlunya melakukanassessment/penilaian atas pelaksanaan program-program pembaruan. Laporan hasil penilaian ini merupakan bentuk dari pertanggung-jawaban Kejaksaan terhadap publik. Dengan Laporan Hasil Assessment 1 Tahun Agenda Pembaruan Kejaksaan, publik berkesempatan untuk melihat dan memahamikekuatan, kelemahan serta hambatan-hambatan yang dihadapi Kejaksaan dalam upayanya menindak lanjuti agenda pembaruan.

 

POKJA PEMBARUAN

Untuk merealisasikan 12 agenda pembaruan, pada bulan Oktober 2006 telah diterbitkan Surat Perintah No.PRIN-108/A/JA/10/2006 -yang kemudian diganti dengan Surat Perintah No. PRIN 028/A/JA/05/2007- untuk membentuk Kelompok Kerja (POKJA) Pembaruan Kejaksaan.

POKJA Pembaruan Kejaksaan meliputi :

  1. Pokja Pembaruan Ortala Kejaksaan,
  2. Pokja Rekrutmen dan Pembinaan Karir,
  3. Pokja Diklat,
  4. Pokja Pembaruan Ortala Intelijen,
  5. Pokja Pembentukan Kode Perilaku Jaksa (Code of Conduct) dan Standar Minimum Profesi Jaksa (SMPJ),
  6. Pokja Mekanisme dan Prosedur Pengawasan, serta
  7. Pokja Comparative Study.

Tujuh POKJA di atas menindaklanjuti enam bidang yang dianggap sebagai prioritas bagi Kejaksaan dalam meningkatkan kinerja, profesionalisme dan integritasnya.

Pokja Pembaruan Kejaksaan bertugas menyusun Rancangan Peraturan-peraturan terkait dengan pembaruan Kejaksaan. Anggota Kelompok Kerja (POKJA) Pembaruan Kejaksaan terdiri dari Pejabat Kejaksaan yang terkait serta melibatkan masyarakat sipil (civil society), khususnya dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Perguruan Tinggi.

 

 

KELOMPOK KERJA (POKJA) PEMBARUAN KEJAKSAAN RI

 

 

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Hendarman Supandji

Jaksa Agung RI

Penanggung Jawab

Muchtar Arifin                     

Wakil Jaksa Agung RI

Koordinator Tim Pembaruan

 

 

A. Ortala & SDM

 

1. Ortala 

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Untung Udji Santoso

Kepala Biro Perencanaan

Ketua Pokja

Moh. Nasrun

Kabag Ortala pada Biro Perencanaan

Sekretaris

Suwardi Harto

Kepala Biro Keuangan

Anggota

Gunawan Slamet

Kepala Biro Perlengkapan

Anggota

Bambang Riyadi Lani

Kepala Bagian Penyusunan Rencana dan Program pada Biro Perencanaan

Anggota

Syaifudin Kasim

Kabid Diklat Penjenjangan pada Pusdiklat

Anggota

Ninik Suparni

Jaksa Peneliti pada Puslitbang

Anggota

Sarastuti Laksmi

Kepala Sub Bagian Tata Laksana pada Bagian Ortala Biro Perencanaan

Anggota

Mas Achmad Santosa

Tenaga Ahli

Anggota

Winarno Zain

Tenaga Ahli

Anggota

Bivitri Susanti

Tenaga Ahli

Anggota

Ali Aranoval

Asisten Peneliti

Anggota

 

2. Rekrutmen dan Pembinaan Karir

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Sudibyo Saleh

Plt.JAM BIN

Ketua Pokja

Bambang Waluyo

Kepala Biro Kepegawaian

Wakil Ketua Pokja

Loeke Larasati

Kabag Pengembangan Pegawai pada Biro Kepegawaian

Sekretaris

Gortap Marbun

Direktur Sosial Politik pada JAMINTEL

Anggota

I Wayan Pasek Suartha

Inspektur Intelijen pada JAMWAS

Anggota

Suhartoyo

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

Anggota

Netty Firdaus

Kapuslitbang

Anggota

Theodora Yunisyahputri

Asisten Peneliti

Anggota

Dindin Maolani

Tenaga Ahli

Anggota

I Gde Made Sadguna

Tenaga Ahli

Anggota

Bivitri Susanti

Tenaga Ahli

Anggota

Asep Rahmat Fadjar

Tenaga Ahli

Anggota

Winarno Zain

Tenaga Ahli

Anggota

 

3.   Diklat

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Wisnu Subroto

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Ketua Pokja

Farchan Sunyoto

Jaksa Fungsional

Narasumber

Basuki Bin Timan

Kepala Bidang Diklat Teknis Fungsional pada Pusdiklat

Sekretaris

Antazari Azhar

Direktur Penuntutan pada JAMPIDUM

Anggota

Netty Firdaus

Kapuslitbang

Anggota

Widyopramono

Kepala Biro Umum

Anggota

Shinta Sasanti

Kepala Bidang Diklat Luar Negeri pada Pusdiklat Kejaksaan Agung RI

Anggota

Sarastuti Laksmi

Kepala Sub Bagian Tata Laksana pada Bagian Ortala Biro Perencanaan

Anggota

Abdurrachman Iswanto

Asisten Peneliti

Anggota

Fred Tumbuan

Tenaga Ahli

Anggota

Hikmahanto Juwana

Tenaga Ahli

Anggota

I Gde Made Sadguna

Tenaga Ahli

Anggota

Zen Umar Purba

Tenaga Ahli

Anggota

 

B.   Pembaruan Ortala Intelijen

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Parnomo

JAM INTEL

Ketua Pokja

Leonard E.E Simanjuntak

Kabag Sunproglapril pada Sesjamintel

Sekretaris

Neworotikan

Ses JAM INTEL

Anggota

Tony Tribagus Spontana

Kabag Sunproglapril

Anggota

Bambang Widjoyanto

Tenaga Ahli

Anggota

Ali Aranoval

Asisten Peneliti

Anggota

Sukma Violetta

Tenaga Ahli

Anggota

Asep Rahmat Fadjar

Tenaga Ahli

Anggota

Lana Abidin

Staf Tim Pembaruan Kejaksaan

Anggota

 

C. Pembaruan Sistem Pengawasan

1. Code of Conduct & SMPJ

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

M.S. Rahardjo

JAM WAS

Ketua Pokja

Togar Hutabarat

SESJAM WAS

Wakil Ketua Pokja

Yosephine Purba

Kabag Sunproglapril pada Sesjamwas

Sekretaris

Suhadibroto

Anggota KHN

Anggota

Wisnu Subroto

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Anggota

M. Noor Said

Inspektur Pidum pada JAMWAS

Anggota

Tatty Tjuhajati

Irban Keungan, Perlengkapan, dan Proyek Pembangunan I pada Inspektur Keuangan, Perlengkapan, dan Proyek Pembangunan Pada JAM WAS

Anggota

Fred Tumbuan

Tenaga Ahli

Anggota

Zen Umar Purba

Tenaga Ahli

Anggota

Mas Achmad Santosa

Tenaga Ahli

Anggota

Zen Badjeber

Tenaga Ahli

Anggota

Bambang Widjoyanto

Tenaga Ahli

Anggota

Hikmahanto Juwana

Tenaga Ahli

Anggota

Mujahid

Asisten Peneliti

Anggota

 

2. Mekanisme dan Prosedur Pengawasan

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Halius Hosen

Inspektur Pegasum pada JAM WAS

Ketua Pokja

M.Abduh Amasta

Irban Intelijen I pada Inspektur Intelijen pada JAM WAS

Sekretaris

Ketut Widhiana Sulastra

Inspektur Tindak Pidana Khusus Perdata dan Tata Usaha Negara

Anggota

Leo Tolstoy R.T Panjaitan

Irban Kepegawaian dan Tugas Umum III pada Inspetur Pegasum pada JAM WAS

Anggota

M. Salamoen Muslim Hadiputro

Direktur PPH pada Jam DATUN

Anggota

H. Mohammad Amari

Kepala Biro Hukum

Anggota

Andri Gunawan

Asisten Peneliti

Anggota

Iskandar Sonhadji

Tenaga Ahli

Anggota

Zen Badjeber

Tenaga Ahli

Anggota

Dindin Maolani

Tenaga Ahli

Anggota

Sukma Violetta

Tenaga Ahli

Anggota

 

 

D. Comparative Study

 

NAMA

JABATAN

KEDUDUKAN

Nenad Bago

Staf Tim Pembaruan Kejaksaan Bid. Kajian Masalah-Masalah Internasional

 

Robert Strang

Tenaga Ahli Departmen Kehakiman AS

 

Pauline David

Tenaga Ahli IALDF

 

Hanni Hasjim

Staf Tim Pembaruan Kejaksaan Bid. Komunikasi

 

Lana Abidin

Staf Tim Pembaruan Kejaksaan

 

 

PENERBITAN PERATURAN JAKSA AGUNG

Kerja keras masing-masing POKJA telah menghasilkan draf kebijakan pembaruan yang dituangkan dalam Peraturan Jaksa Agung (Perja). Pada tanggal 23 Julis 2007 Jaksa Agung RI menerbitkan enam Peraturan Jaksa Agung (Perja) yang memuat ketentuan-ketentuan tentang peningkatan Manajemen SDM Kejaksaan yang mengandung unsur-unsur pembaruan, seperti jaminan adanya sistem yang objektif, transparan dan akuntabel guna meningkatkan profesionalisme, kinerja dan integritas Jaksa dan Pegawai Kejaksaan lainnya.

  1. Perja Sistem Rekruitmen Calon Jaksa
  2. Perja Pembinaan Karir
  3. Perja Pendidikan & Pelatihan
  4. Perja Kode Perilaku Jaksa
  5. Perja Standar Minimum Profesi Jaksa
  6. Perja Penyelenggaraan Pengawasan

Di dalam masing-masing Peraturan Jaksa Agung mengandung unsur-unsur pembaruan, seperti jaminan adanya sistem yang obyektif, transparan dan akuntable, guna meningkatkan profesionalisme, kinerja dan integritas korps adyaksa.

 

SOSIALISASI PERATURAN JAKSA AGUNG

Tim Pembaruan telah melakukan sosialisasi Paket Peraturan Jaksa Agung (Perja) Pembaruan Kejaksaan ke jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia. Sosialisasi dilakukan di 8 region selama 3 bulan dan dihadiri olehsekitar 1.200 Jaksa dan Pegawai Kejaksaan, termasuk : 30 Kepala Kejaksaan Tinggi dan sekitar 120 Kepala Kejaksaan Negeri. Sosialisasi Perja disampaikan langsung oleh Wakil Jaksa Agung, para Jaksa Agung Muda serta Pejabat Kejaksaan lainnya.

Tujuan dari kegiatan Sosialisasi ini diantaranya adalah:

  1. Mensosialisasikan Paket Perja Pembaruan Kejaksaan kepada Pimpinan Kejaksaan baik ditingkat provinsi maupun ditingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia
  2. Memberikan informasi tentang program Pembaruan Kejaksaan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 s/d sekarang; serta
  3. Memberikan kesempatan kepada para Jaksa untuk mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan 6 Perja yang telah diluncurkan pada tanggal 23 Juli 2007 yang lalu.

 

 

 

 ***Anton.H****

<

p style=”text-align:justify;”> 

 

<

p style=”text-align:justify;”> 

 

KEPALA BADAN URUSAN ADMINISTRASI MAHKAMAH AGUNG RI MENUTUP PELATIHAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PROFESIONAL BERSERTIFIKAT (CERTIFIED HUMAN RESOURCES PROFESIONAL – CHRP)

ANTON.H Selasa,22/04/2014/RESKRIM.Doc

 


Jakarta,RESKRIM

Selasa, 22 April 2014 bertempat di ruang Wiryono Gedung Mahkamah Agung Jl. Merdeka Utara No. 9-13 Jakarta, Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Dr. Drs. ACO NUR, M.H. menutup acara secara resmi pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia Profesional Bersertifikat (Certified Human Resources Profesional -CHRP)Program pelatihan tersebut didanai oleh USAID-C4J yang merupakan kerjasama Mahkamah Agung, C4J, dan Unika Atma Jaya.

Dalam laporannya dari USAID-C4J yang diwakili oleh DIAN CAHAYANI, selaku Training Specialist bahwa peserta pelatihan adalah sebanyak 30 orang yang merupakan hasil seleksi dari 57 orang yang berasal dari masing-masing Satker Eselon I Mahkamah Agung. Pelaksanaan pelatihan/pembelajaran setiap hari Jum’at di Unika Atma Jaya dari tanggal 22 Agustus s.d. 01 November 2013. Dari 30 peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 28 orang, sedangkan peserta yang masuk ranking tiga besar adalah : Ranking 1, Drs. ERWIN WIDANARKO, S.H., S.A.P., M.Pd. dari Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi; Ranking 2, SARDIONO, S.E., M.Pd. dari Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi; Ranking 3, BUDI SETIOKO, S.H., M.H. dari Ditjen Badan Peradilan Umum.

Dalam sambutannya Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung memberikan apresiasi kepada peserta yang lulus, karena dengan pelatihan tersebut para peserta mendapat tambahan pengetahuan tentang pengelolaan SDM sehingga bekal pengetahuan tersebut dapat diterapkan di Lingkungan Mahkamah Agung.

Sementara sambutan dari Unika Atma Jaya yang diwakili oleh Ir. M. MAKDIN SINAGA, M.Sc. selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, menyampaikan bahwa suatu penghargaan bagi Unika Atma Jaya bisa memberi bekal ilmu kepada SDM di lembaga yang terhormat di Indonesia ini yakni Mahkamah Agung. Semoga kedepan bisa terjalin kerjasama yang lebih baik lagi. Acara penutupan tersebut juga dihadiri oleh TOMMY HENDRA PURWAKA, S.H., LL.M., Ph.D. Dekan Fakultas Hukum Unika Atma Jaya; Dr. BAMBANG SUPRIYANTO, S.H., M.H. Direktur Program CHRP Unika Atma Jaya; dan PARTINI, S.H. Kepala Biro Kepagawaian serta seluruh peserta pelatihan.

Laporan dari Jakarta : ANTON.H.