Arsip Tag: Lingkungan

SMPN 15 KOTA JAMBI RAIH PIALA ADIWIYATA

MUAROJAMBI_RESKRIM

SMPN 15 Kota Jambi meraih Adiwiyata mewakili  sekolah-sekolah yang ada di Kota Jambi pada Hari  Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di  lapangan Kantor Bupati Muarojambi beberapa waktu lalu.
Dikatakan oleh Kepala sekolah SMPN 15 Kota Jambi,Fadilah  ketika disambangi di ruang kerjanya pada Sabtu.22/10 kemarin mengatakan,” sebelumnya saya kaget juga mendapatkan undangan langsung dari Gubernur Jambi, H.Zumi Zola dari sekian banyak sekolah yang ada di  Kota Jambi ,kita terpilih menjadi perwakilan untuk Kota Jambi sedangkan sekolah yang lebih baik kan banyak,bebernya.
Lebih lanjut ditanyakan, bagaimana kiatnya sehingga Sekolah yang dibina bapak ,dapat meraih penghargaan Adiwiyata?
Mulanya,kita rindu memiliki lingkungan sekolah yang asri,rindang dan tampak hijau. Akhirnya,kita mulai menanam ,kita rawat dan hingga nampak seperti sekarang ini.  Aktivitas penyiraman,dan dalam beberapa minggu,kita dokumentasikan dan seterusnya hingga tanpa kita sadari,dan terkejut juga mendapatkan penghargaan Adiwiyata,tutupnya.(Harvery)

WARGA KECAM PT GEA LESTARI RUSAK EKOSISTEM SUNGAI

MUAROJAMBIpenambangan batu bara yang berLokasi di km 32  desa tanjung pauh kecamatan mestong kabupaten muarojmabi oleh PT GEA Lestari di duga menyebabkan matinya ikan-ikan yang selama ini menjadi tambahan pencaharian bagi warga yang di aliri  sungai tempino sungai panerokan dan aliran sungai nyogan ,di mana warga di aliran sungai ini menambatkan harapan hidupnya dari mencari ikan namun kini telah hilang di rusak penambangan batu bara yang tidak mengindahkan habitat hidup yang ada di sekitar lokasinya .Amril  warga desa tanjung pauh kecamatan mestong kabupaten muarojambi saat di temui media ini mengatakan ,”sudah hampir tiga bulan ini sejak di lakukan penambangan batu bara ikan di sungai kami tidak ada lagi waktu baru-baru dulu banyak ikannya mati terkena air yang di keluarkan dari kolam-kolam penggalian batu bara yang di buang ke aliran sungai ini menyebabkan  Aliran sungai tempino sungai panerokan dan aliran sungai nyogan tercemar sehingga air nya rusak hitam,dan ekosistem yang ada di sungai ini mati ,sementara  sebagian besar pencarian warga di sini cari ikan untuk tambahan selepas pulang dari menyadap karet sebagai tambahan apalagi kita ketahui sudah hampir dua tahun ini harga karet anjlok ,sekarang  sudah tidak ada lagi ikannya,”ujarnyaSedangkan menurut aturan dari RTRW kabupaten muarojambi kegiatan di daerah bantaran sungai harus berjarak sekitar seratus hingga dua ratus meter  sementara sekarang yang di lakukan PT GEA Lestari ini malah di aliran sungai itu sendiri ,saat tim dari media turun ke lapangan sabtu 1/10/16 mendapati alat berat exsafator sedang menggali di sungai dan salah satu pekerja mengatakan sedang menggali sungai  ,”kami lagi menggali sungai ,”ungkapnyaSementara itu kepala badan lingkungan hidup kabupaten muarojambi firmansya saat di hubungi via telpon untuk di konfirmasi terkait hal ini mengatakan ,”kami belum tahu hal ini besok akan kami cek terkait pelanggaran ini ,dan tolong warga atau perseorangan membuat laporan ke kami BLHD muarojambi atau SMS untuk kami tindak lanjuti,”tutupng kabupaten muarojmabi oleh PT GEA Lestari di duga menyebabkan matinya ikan-ikan yang selama ini menjadi tambahan pencaharian bagi warga yang di aliri  sungai tempino sungai panerokan dan aliran sungai nyogan ,di mana warga di aliran sungai ini menambatkan harapan hidupnya dari mencari ikan namun kini telah hilang di rusak penambangan batu bara yang tidak mengindahkan habitat hidup yang ada di sekitar lokasinya .

Amril , warga desa tanjung pauh kecamatan mestong kabupaten muarojambi saat di temui media ini mengatakan ,”sudah hampir tiga bulan ini sejak di lakukan penambangan batu bara ikan di sungai kami tidak ada lagi waktu baru-baru dulu banyak ikannya mati terkena air yang di keluarkan dari kolam-kolam penggalian batu bara yang di buang ke aliran sungai ini menyebabkan  Aliran sungai tempino sungai panerokan dan aliran sungai nyogan tercemar sehingga air nya rusak hitam,dan ekosistem yang ada di sungai ini mati ,sementara  sebagian besar pencarian warga di sini cari ikan untuk tambahan selepas pulang dari menyadap karet sebagai tambahan apalagi kita ketahui sudah hampir dua tahun ini harga karet anjlok ,sekarang  sudah tidak ada lagi ikannya,”ujarnya
Sedangkan menurut aturan dari RTRW kabupaten muarojambi kegiatan di daerah bantaran sungai harus berjarak sekitar seratus hingga dua ratus meter  sementara sekarang yang di lakukan PT GEA Lestari ini malah di aliran sungai itu sendiri ,saat tim dari media turun ke lapangan pada sabtu 1/10/16 mendapati alat berat exsafator sedang menggali di sungai dan salah satu pekerja mengatakan sedang menggali sungai  ,”kami lagi menggali sungai ,”ungkapnya
Sementara itu kepala badan lingkungan hidup kabupaten muarojambi firmansya saat di hubungi via telpon untuk di konfirmasi terkait hal ini mengatakan ,”kami belum tahu hal ini besok akan kami cek terkait pelanggaran ini ,dan tolong warga atau perseorangan membuat laporan ke kami BLHD muarojambi atau SMS untuk kami tindak lanjuti,”tutupnya #Harvery#