Arsip Tag: Lalai

PLN JAMBI MUBASIRKAN TIANG LISTRIK

Jambi_RESKRIM

Beberapa  waktu yang lalu ,berdasarkan temuan di lapangan di sekitar Jalan Baru  Kelurahan Sejinjang Kecamatan Jambi Timur nampak sejumlah tiang listrik ( APLN ) terbuat dari beton yang terbuang percuma dan sia-sia di rawa-rawa dekat areal pertanian. Melihat kondisi tiang listrik beton tersebut,nampak bahwa tiang-tiang tersebut telah lama dibiarkan begitu saja oleh pihak PLN Jambi.

Sejumlah Tiang Listrik Beton Yang dimubasirkan pihak PLN Kota Jambi
Sejumlah Tiang Listrik Beton Yang dimubasirkan pihak PLN Kota Jambi

Tiang yang nampak berjumlah sekitar 23 tiang , namun yang utuh tinggal 6 tiang beton dan itupun tidak dimanfaatkan dan diambil oleh pihak PLN Jambi.

RESKRIM yang menyambangi pihak PLN Kota Baru jambi ,ingin meminta sejumlah keterangan kepada Kepala Cabang Rayon Kota Baru Jambi,A Khairi ternyata sedang tidak berada di tempat. Selanjutnya  menuju ke Adm pemasaran.M Ginting,beliau mengatakan tidak tahu menahu mengenai permasalahan tersebut.

RESKRIM kembali menuju ke bagian pemasangan instalasi,Suhandri, ketika ditanyakan kepada beliau mengenai sejumlah tiang listrik milik APLN yang terbuang di Jalan Baru Kecamatan jambi Timur,sama sekali tidak memberikan komentar.

Pihak PLN  Area Di telanaipura  pun disambangi _RESKRIM,ketika hendak menemui Tambunan,kepala instalasi perlengkapan, sama sekali tidak bertemu juga.

Dengan demikian,diperkirakan pihak PLN Jambi sama sekali tidak mau tahu keberadaan tiang listrik beton yang telah dimubasirkan pihaknya sama sekali bahkan dari pihak PLN sendiri sulit sekali untuk menemui staf-staf penting maupun kepalanya.

Penelantaran sejumlah tiang listrik beton yang berjumlah sekitar 23 batang di rawa dekat areal pertanian di Jalan Baru kecamatan Jambi Timur kiranya mendapat perhatian serius dari pihak Pemerintah Kota Jambi,khususnya instansi terkait. Kini tiang-tiang tersebut telah mengalami kehancuran secara total.***Harvery***

DINSOSNAKERTRANS BERI SANKSI KEPADA PERUSAHAAN

 

Bangko_RESKRIM

Saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1-2 Syawal 1435 H  2014  yang beberapa saat lagi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Merangin telah menyurati sejumlah perusahaan, supaya membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.

“Langkah awal, kita telah menyurati perusahaan berdasarkan surat edaran untuk membayar THR karyawan,” ungkap Kadis Sosnakertans, Hambali baru-baru ini.

Ilustrasi
Ilustrasi

Beliau menjelaskan, setelah surat edaran, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pengawasan dan mengecek langsung ke setiap perusahaan. Jika ditemukan perusahaan tidak membayarkan THR itu, maka ada sanksi yang akan diberikan.

“Pada H-7 kami akan melakukan pemeriksaan ke perusahaan. Jika ditemukan ada yang belum membayar akan dikenai sanksi hukum sesuai undang-undang,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan, batas akhir pembayaran THR kepada karyawan, seminggu sebelum lebaran. Besaran THR yang akan diberikan tergantung kemampuan perusahaan dan masa kerja karyawannya.

Namun demikian, dijelaskan oleh Hambali, seperti tahun sebelumnya karyawan dengan masa tiga bulan kerja sudah dapat diberikan tunjangan THR. Sementara masa kerja setahun atau lebih, THR yang harus dibayarkan sama besar dengan gaji sebulan diterima.

“Untuk itu saya imbau kepada perusahaan agar membayarkan THR kepada para karyawannya paling lambat seminggu sebelum hari raya,” katanya lagi.

Diungkapkan oleh beliau, jika ada karyawan suatu perusahaan yang tidak mendapatkan THR bisa mengadukan kepada pihaknya. Mereka siap membantu karyawan yang tidak diberikan haknya tersebut. “Kami menerima keluhan dan pengaduan THR. Untuk penyelesaian persoalan yang dihadapi kami akan mediasi,” tegasnya.***Darwin ( Kontributor ) ***