Arsip Tag: Kesehatan

Pustu:Bak Kandang Ayam dan Tak Difungsikan

Muarojambi~RESKRIM

Puskesmas pembantu Desa Sungai Terap yang beralamat di jalan Jambi Suak Kandis Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muarojambi tampak tak terurus dengan isi dalam ruangan yang berantakan.
Pantauan langsung di lapangan Kamis,20/04 sekira pukul 10:34WIB,Pustu ini sama sekali tidak didapati aktivitas layaknya sebuah pusat kesehatan masyarakat(Puskesmas).
Bangunan nampak tidak dirawat,plafon luar rusak,halaman pustu yang dipenuhi dengan rumput.
Tidak hanya itu,ranjang untuk pasien nampak rusak,jendela kaca(nako_red) belakang pustu pecah berantakan,water closed,lantai ruangan dalam pustu kondisinya kotor sekali.
Ironisnya lagi,limbah pustu seperti injeksi(alat suntik bekas) dan pil kb dibuang pada halaman pustu.
Kondisi ruangan dalam pustu Desa Sungai Terap Kecamatan Kumpe Ulu terlihat layaknya sebuah kandang ayam.
Kepala puskesmas induk Kumpe Ulu,dr Yuliani saat diminta keterangan terkait tak difungsikannya pustu Desa Sungai Terap mengatakan,”ada aktivitas kok,mungkin kepala pustu di sana ada acara ketika abang ke sana,kilahnya.
Ditanya lanjut,siapa ya bu,yang bertanggung jawab atas aktivitas pustu di sana. Beliau menjawab,”dr.teguh dan dibantu oleh Oni,terangnya.
Dr Yuliani bersikeras mengatakan,bahwa pustu di Desa Sungai Terap tetap ada aktivitas. Namun,pada pantauan langsung kamis,20/04 di lapangan,kondisi dan isi ruangan dalam pustu yang berantakan,kamar mandi kotor,ranjang pasien rusak dan lantai  sangat kotor  seperti tak pernah dibersihkan,jawaban yang dikatakan oleh dr Yuliani ini sangat bertentangan dengan kebenaran yang dilihat langsung.
Sementara menurut sejumlah masyarakat yang tak ingin namanya disebutkan mengatakan,”nggak ada aktivitas kok,katanya.(Sal)

RSUD AHMAD RIPIN MUAROJAMBI NAMPAK LENGANG TANPA PENGUNJUNG

22102010409

MUAROJAMBI_RESKRIM

 
RSUD  Ahmad Ripin  Desa  Bukit Baling  Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi  di kompleks perkantoran  Bukit Cinto  Kenang Sengeti,pada pantauan  harian ini  nampak lengang  tanpa  ada pengunjung (pasien). Padahal RSUD  tersebut berdiri  pada  tahun  2003  lalu. RSUD  Ahmad Ripin  termasuk rumah  sakit  type C, yang  dahulunya ramai,kini  nampak lengang.

Menurut masyarakat  yang berdomisili  di sekitar rumah sakit,yang namanya enggan dituliskan, ketika dikonfirmasi pada Kamis,20/10 kemarin mengatakan, sebelumnya rumah sakit ini ramailah, namun  tak  lama sesudah itu menjadi sepi  dan nampak lengang setiap harinya. Dulu dokter spesialisnya banyak,tapi kini sudah nggak ada lagi,bebernya.
Lebih  lanjut dikatakannya,
sedih juga,pelayanan rumah  sakit  juga tak   seperti  dulu lagi.  Berbicara tentang  fasilitas,RSUD  ini cukup  lengkaplah, jelasnya.
Secara bersamaan,direktur RSUD Ahmad Ripin,dr.Lelyana Pranoto  hingga berita  ini diturunkan, belum berhasil ditemui.(Harvery)

MASYARAKAT KELUHKAN PELAYANAN PUSKESMAS TEMPINO

MUARO JAMBI _RESKRIM

Sejumlah masyarakat  dari Desa Suka Damai,Desa  Suka Maju  dan  Desa  Sungai Landai mengeluhkan pelayanan pihak Puskesmas Tempino  Kabupaten Muaro jambi.  Pasalnya,belum memberikan jasa pelayanan sudah meminta biaya,sebut  Badri  kepada Reskrim beberapa waktu lalu.

Dirinya mengatakan,bukan hanya  beliau  yang mengalami pelayanan  Puskesmas tersebut namun  banyak  yang  lainnya  juga merasakan  tapi  mereka enggan  bercerita karena takut diintimidasi,bebernya.

Selain pelayanan yang tak memuaskan,fasilitas  untuk keperluan pasien seperti ruang sal,langit-langit ruangan dipenuhi dengan sarang  laba-laba,dan air bak mandi yang berwarna  kuning  kemerah-merahan.  Hal senada juga disampaikan  Artha nama samaran terhadap pelayanan  persalinan  istrinya  beberapa  waktu  lalu di Puskesmas Tempino,sebutnya.  Atas hal tersebut, pihak Kepala Puskesmas dan  pihak Dinas Kesehatan Muaro jambi dikonfirmasi  namun  keduanya sedang tak berada di tempat.#Harvery#

 

 

PASIEN TAK MAMPU MENGIDAP PENYAKIT LUPUS DI RSUD AHMAD RIPIN DIPUNGUT BIAYA RP 400 RIBU

22102010363


Muara Jambi_RESKRIM

Sudah jatuh tertimpa tangga pula,demikian yang dialami oleh Suparni(37) masyarakat Muara Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro jambi.Pasalnya,8 bulan terbaring tanpa daya akibat menderita penyakit lupus,setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Muaro jambi untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Umum Ahmad Ripin,kini malah dipungut biaya pengobatan senilai 400 ratus ribu rupiah. Karena dipungut biaya maka akhirnya Suparni pun pulang dari rumah sakit.
Sugiono suami Suparni ketika dikonfirmasi pada Senin,03/10 mengatakan,bahwa beliau diminta biaya senilai 400 ribu rupiah di bagian sal belakang rumah sakit pada Sabtu,01/10 lalu. Secara terpisah,direktur RSU Ahmad Ripin,drg.Lelyana pranoto saat diminta keterangan terkait pungutan biaya pengobatan terhadap Suparni mengatakan,bahwa pihak RSU Ahmad Ripin tak memungut biaya pengobatan dan siap menindaklanjuti apabila ada bawahannya yang melakukan pungutan,bantahnya.#Harvery#

Circulation SUSPECTED IN COUNTERFEIT CARDS BPJS MUAROJAMBI: ERNAF YET RECEIVED SAMPLE

MUAROJAMBI
Ernaf, Head of the Office of the District BPJS Muarojambi, when confirmed a number of members of the media at his office on Monday, 08.22 yesterday as the circulation of allegedly false BPJS card says, “he denied that his office has not received reports of counterfeit BPJS cards in the community. “For false BPJS we do not get the sample. Even if there were definitely detected with our server,” he said.

He said that, for the data card receiver BPJS itself in Muarojambi, the data is connected directly to the center. Asked further, is it possible there is a person who played the card issuance BPJS allegedly false and outstanding considering the distance to Sengeti of certain districts such as Sungai Gelam or Sungai Bahar farthest ?. He returned argued. “We have always held meetings per / districts to coordinate the village,” he added without mentioning the meeting schedule.

Previously, it was rumored BPJS Counterfeit cards in the District Muarojambi broke out. It is known as one of the family in Sungai Gelam Jambi Muaro BPJS can not use the card during treatment at the health center. Because when they want to pay for the registration of nurses in health centers Sungai Gelam feel suspicious of the card BPJS given.

Rizal one family member who has the card BPJS the allegedly false when it confirmed that, “the card is taken care of by someone known to the family.” Cared for a person known brother, “said Rizal. However, when taken to the health center, the health center did not dare use it. Because the card is given is different from the card in general. Still said Rizal, upon inspection it turns out that BPJS card number is not listed. “I try to check my brother but not registered indeed. The card is now taken care of the urban village to be investigated,” he explained.
Rizal himself said, “the family had to pay not less 1.5 million for the BPJS card. “Originally, the Rp25 thousand to create the card. There are five cards. We are a family of five. Plus a monthly pay reached 1.5 million already,” he explained.

Meanwhile, the village head Sungai Gelam Sumber Agung Muarojambi District, Suharto justify it. Dijelaskanya, he had heard about it. He said he was still in the process of doing a search on whether or not the news. “If there is not a direct complaint. But we’ve heard from him. Again we searched for were correct,” said Suharto when confirmed via cell phone yesterday. ** Harvery**

DIDUGA BEREDARNYA KARTU BPJS PALSU DI MUAROJAMBI : ERNAF BELUM TERIMA SAMPLENYA

MUAROJAMBI
Ernaf, Kepala Kantor BPJS Kabupaten Muarojambi, sewaktu dikonfirmasi sejumlah awak media di kantornya pada Senin, 22/08 kemarin terkait beredarnya kartu BPJS yang diduga palsu mengatakan,” dirinya membantah jika pihaknya belum menerima laporan adanya kartu BPJS palsu di tengah masyarakat. “Untuk BPJS palsu kita belum mendapatkan sampelnya. Jikapun ada pasti terdeteksi dengan server kita,” sebutnya.

Dikatakannya, untuk data penerima kartu BPJS itu sendiri di Muarojambi, datanya sudah terkoneksi langsung dengan pusat. Ditanyakan lebih lanjut, adakah kemungkinan ada oknum yang bermain dalam terbitnya kartu BPJS yang diduga palsu dan beredar mengingat jarak tempuh ke Sengeti dari kecamatan tertentu seperti Sungai Gelam atau Sungai Bahar yang tergolong jauh?. Dirinya kembali berkilah. “Kita selalu mengadakan pertemuan per/kecamatan untuk mengkoordinir desa,” imbuhnya tanpa menyebutkan jadwal pertemuan.

Sebelumnya, beredar kabar kartu BPJS Palsu di Kabupaten Muarojambi mulai merebak. Hal ini diketahui setelah salah satu keluarga di Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi tidak dapat menggunakan kartu BPJS saat berobat di Puskesmas. Pasalnya saat hendak membayar registrasi perawat di Puskesmas Sungai Gelam merasa curiga dengan kartu BPJS yang diberikan.

Rizal salah satu anggota keluarga yang memiliki kartu BPJS yang diduga palsu tersebut ketika dikonnfirmasi mengatakan,” kartu tersebut diurus oleh seseorang yang dikenal oleh keluarganya.” Diurusi orang yang dikenallah bang,” sebut Rizal. Namun saat dibawa ke Puskesmas, pihak Puskesmas tidak berani menggunakannya. Pasalnya, kartu yang diberikan berbeda dari kartu pada umumnya. Masih dikatakan Rizal, setelah diperiksa ternyata nomor kartu BPJS tersebut memang tidak terdaftar. “Sudah coba dicek bang tapi tidak terdaftar memang. Kartunya sekarang sudah diurus pihak kelurahan untuk diselidiki,” bebernya.
Rizal sendiri mengatakan,” keluarganya sudah mengeluarkan uang tidak kurang Rp1,5 juta untuk kartu BPJS tersebut. “Awalnya, Rp25 ribu untuk buat kartu. Ada lima kartu. Kami satu keluarga berlima. Ditambah bayar bulananya sampailah Rp1,5 juta sudah,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Agung Kecamatan Sungai gelam Kabupaten Muarojambi, Suharto membenarkan hal tersebut. Dijelaskanya, dirinya sudah mendengar hal tersebut. Pihaknya pun masih dalam proses melakukan penelusuran atas benar tidaknya kabar tersebut. “Kalau pengaduan langsung memang belum ada. Tapi kita sudah dengar kabarnya. Lagi kita telusuri kebenaranya,” ujar Suharto saat dikonfirmasi via ponselnya kemarin.**Harvery**

Psikologi : SERINGNYA OVERTIME BEKERJA DAPAT MENGAKIBATKAN USIA SESEORANG MENJADI SINGKAT

Kamu sering bekerja overtime? Jika kamu ingin berumur panjang, maka hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang.

Hasil yang mengejutkan ini ternyata diungkapkan oleh para peneliti dari University Harvard Busines School dan Stanford University. Berdasarkan hasil studi ini dari para peneliti yang berhasil dikumpulkan dari 228 studi yang sejenis, para peneliti ini menemukan bahwa terlalu banyak bekerja ternyata dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk ‘mati muda’ hingga 20%.

Selain itu diketahui bahwa tuntutan pekerjaan yang terlampau tinggi pun ternyata dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mudah sakit hingga 35%. Stress dapat menyebabkan berbagai gejala yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, dari kondisi-kondisi yang tidak serius seperti flu dan sakit kepala hingga penyakit pernapasan dan pencernaan. Hal ini menjadikan stress karena pekerjaan ternyata sama berbahayanya dengan menjadi seorang perokok pasif.

“Ketika Anda sudah tidak mampu mengingat berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk bekerja, hal itu tidaklah lagi mengherankan,” ungkap Joel Goh, selaku salah satu peneliti yang merupakan assistant professor di Harvard Business School.

Salah satu sumber stress yang terbesar ternyata adalah kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan meningginya kemungkinan kondisi kesehatan seseorang memburuk hingga 50%.

Goh berharap hasil penelitian ini bisa membuat para pekerja meninjau ulang gaya bekerja mereka. Goh juga mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan yang jelas mengenai jam kerja yang panjang dan produktivitas yang meningkat. Selain itu Goh juga menambahkan bahwa pekerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tidak menjamin bahwa ia cukup produktif.

Nah, mulai saat ini segera kurangilah waktu kerja kamu yang berlebihan. Bekerjalah sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dan luangkanlah waktu untuk merawat diri dengan berolah raga, menjaga pola makan yang baik dan beristirahat yang cukup.