Arsip Tag: Infrastruktur Public

ADUH!!! MASIH ADA LAHAN SEKOLAH YANG BERSTATUS HIBAH


hvr_timur-eksprescopy-right-2016


MUAROJAMBI_RESKRIM

 

 

 

 

 

SMKN 9 Desa Pematang Gajah Kecamatan Jambi Luar Kota(Jaluko) Kabupaten Muarojambi yang berdiri dari tahun 2011 lalu,berawal dari hibah lahan oleh masyarakat.
Namun hingga saat ini,tanah sekolah seluas 2 hektar tersebut masih berstatus hibah dan sudah beberapa kali diajukan oleh kepala sekolah ke Dinas Pendidikan Muarojambi untuk diurus sertifikatnya,namun hingga saat ini tak ada kabar sama sekali,tukas Rivai kepada harian ini.
Ditambahkannya,pihak pemilik tanah juga sering menanyakan hal itu kepada dirinya.
Rivai juga mengatakan,selain masalah status tanah,sekolah SMKN 9 masih sangat minim infrastruktur seperti RKB yang kurang sehingga kelas XII harus masuk siang,halaman sekolah yang selalu tergenang air bila hujan karena tak dicon block,tak berpagar dan jalan yang  licin ketika hujan tiba,bebernya.
Pantauan harian ini pada Sabtu,12/11 kemarin,memang apa yang diutarakan oleh Abdul Rivai,Kepala Sekolah SMKN 9 Desa Pematang Gajah Kecamatan Jambi Luar Kota(Jaluko) Kabupaten Muarojambi sesuai dengan kenyataan.
Sementara sejumlah siswa yang diminta keterangan namun meminta namanya jangan disebutkan mengatakan,”kami sering jatuh saat berkendara menuju sekolah ketika hujan datang karena medan jalan cukup licin,tutupnya.(Harvery)

LPJU DESA SUNGAI GELAM MENYALA SIANG HARI,PLN TUTUP MATA

MUAROJAMBI_RESKRIM

 

 

 

Masyarakat Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi sangat menyesalkan atas Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) yang tidak berfungsi dengan baik.
Mirna,salah seorang masyarakat RT.6 mengatakan,”lampu jalan hampir beberapa bulan ini,menyala tak pada waktunya.
Malam hari,lampu penerangan jalan umum malah tak menyala,sementara bila pagi hari sampai sore hari,lampu itu menyala terus,dan ketika mulai masuk jam mahgrib pasti padam hingga pagi kembali baru menyala,terangnya kepada harian ini pada Jumat,11/11 kemarin.
Hal senada juga dilontarkan Warman,”parahnya lagi,ternyata watt lampu penerangan jalan umum itu berkisar 500 watt,sayangkan arusnya?
Sementara pihak PLN jarang mengontrol,kini selain lampu jalan menyala nggak tentu arah,tiang listrik mulai miring ditambah kabel yang menjuntai ke bawah,jelas membahayakan keselamatan masyarakat yang kebetulan kebunnya dilewati kabel listrik,bebernya. Memang sih,kabelnya terbungkus namun tetap berbahaya karena tegangan tinggi,sebutnya. Jadi,kami meminta pihak PLN cepatlah mengambil sikap dan bijak,tambahnya.
Secara terpisah,Kepala Desa Sungai Gelam,Amin ketika disambangi di kantornya hingga berita ini diturunkan tak berhasil ditemui.(Harvery)

AKSI PROTES MASYARAKAT TERHADAP JALAN KEBON IX YANG RUSAK

 

MUAROJAMBI_RESKRIM
Masyarakat  Desa Kebon IX Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi mengadakan aksi protes atas rusaknya ruas jalan  Kebon IX dengan memblokir jalan.
Hal tersebut dilakukan karena masyarakat merasa dirugikan akibat jalan yang setiap harinya dilalui mereka,kini rusak parah.
Ridwan,salah satu anggota yang aksi ,saat diminta keterangan pada Rabu,19/10 kemarin  mengatakan,kami sudah bosan melihat jalan ini rusak, sudah diperbaiki rusak lagi. Karena kami melihat ,hanya banyak mobil-mobil perusahaan yang memiliki muatan sampai keluar dari batas bak mobil. Disamping itu juga mobil logging dengan kayu-kayu besar,ya akhirnya jalan Desa Kebon  IX menjadi rusak parah.bebernya.
Sementara,Kepala  Desa Kebon IX,Suharto ketika diminta keterangannya terkait aksi itu mengatakan,”wajar-wajar saja,masyarakat aksi karena jalan yang mereka biasa lalui setiap hari untuk memasarkan hasil kebun mereka menjadi terhambat untuk dipasarkan karena waktu tempuh menjadi agak lama,sebutnya.
Ditambahkannya,seharusnya Instansi terkait lebih bijak,khususnya pengklasifikasian kelas jalan dan jenis angkutan yang diizinkan,jika tidak begitu,ya terus-terusan Negara dan rakyat dirugikan,tutupnya.(Harvery)