Arsip Tag: HUKUM&KRIMINAL

POLISI AUSTRALIA BONGKAR SMS JESICA

AUSTRALIA_RESKRIM

Pihak kepolisian Australia atau yang disebut dengan Australian Federal Police (AFP) kini telah menyerahkan dokumen yang berisikan tentang Jessica Wongso, terdakwa kasus pembunuhan berencana dengan korban Wayan Mirna Salihin.
Di dalam dokumen yang diberikan oleh kepolisian Australia tersebut menyatakan bahwa Jessica Wongso telah menderita masalah kesehatan mental yang serius.  Jessica adalah Warga Negara Indonesia yang sudah selama 7 tahun tinggal di Australia.
Pada satu kesempatan, Jessica sedang berlibur di Jakarta dan ingin bertemu Mirna. Mirna sendiri merupakan teman kuliah di Bily Blue Design College Sydney.
Kasus pembunuhan dengan menggunakan racun sianida ini terjadi pada tanggal 6 Januari 2016 yang lalu. Hingga saat ini Kejaksaan Indonesia masih belum menemukan titik terang mengenai kasus ini karena masih belum menemukan bukti yang cukup.
Menteri Kehakiman Australia telah menyetujui pemindahtanganan dokumen AFP di mana di dalam dokumen tersebut terdapat rincian perilaku dari Jessica.
Di dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Jessica memiliki perilaku yang labil dan buruk selama setahun sebelum dirinya dinyatakan sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana ini.
Dokumen tersebut didapatkan oleh ABC 7.30, sebuah program TV nasional Australia yang berisikan mengenai laporan intelijen polisi rahasia. Telah disebutkan bahwa Jessica pernah melakukan percobaan bunuh diri selama empat kali hingga dirinya memerlukan perawatan.
Tidak hanya itu, di dalam dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Jessica telah diduga melakukan vandalisme, namun tidak cukup bukti untuk menuntutnya. Selain itu ada juga pesan singkat (SMS) dari Jessica Wongso yang bernada mengkhawatirkan untuk teman dan juga rekannya.
Lewat pesan singkat tersebut, dia telah memberi tahu kepada temannya bahwa dirinya akan melarikan diri dari Negeri Kanguru untuk menghindari biaya hukum dan juga dengan sebesar 15.000 dolar Australia atau setara dengan Rp 150,2 juta.
Sementara itu kuasa hukum Jessica yakni Yudi Wibowo telah menyebutkan bahwa dokumen tersebut telah disalahgunakan oleh polisi. Yudi mengatakan “Sebuah laporan ke polisi Australia telah diperlakukan sebagai kejahatan oleh polisi Indonesia — itu merupakan penyalahgunaan,”.(David)

KRIMINAL

RESKRIM POLSEKTA TELANAIPURA JAMBI RINGKUS PENJAMBRET

Jambi-Telanaipura, Reportase Kriminal Post                      Kejadian penjambretan  terjadi lagi di Jalan Umum depan SMA Adyaksa Kelurahan Sei Putri Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Kali ini yang menjadi korban adalah seorang perempuan yang bernama Susi Susanti ( 21 ) warga Kelurahan Sei Putri Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Kronologis kejadian  saat Susi Susanti mengendarai sepeda motor,  ia dipepet oleh pengendara sepeda motor lain yang berjumlah dua orang. Setelah pelaku sejajar dengan korban,pelaku yang dibonceng menarik tas yang berada di gantungan sepeda motor bagian depan lalu pelaku kabur dengan membawa hasil jambretannya.

Korban ,Susi Susanti bin Hasan Basri kemudian berkunjung ke Golden Pales ( GP ) menemui teman laki-lakinya yang bernama Kurnalis yang kebetulan sudah dikenalnya. Pada saat itu korban melihat teman laki-lakinya memegang 1 unit Hand phone yang diduga hand phone tersebut adalah milik korban. Korban kemudian meminjam hand phone teman laki-lakinya dan memeriksanya. Ternyata benar hand phone itu adalah milik korban yang telah mengalami penjambretan.

Setelah korban mengetahui hand phone miliknya di tangan teman laki-lakinya yang bernama Kurnalis,selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada anggota opsnal Polsekta Telanaipura. Berdasarkan laporan korban dengan STPL:LP/B/384/V/2012/RESKRIM Tanggal 02 Mei 2012,12.00WIB,pihak Polsekta Telanaipura segera menangkap pelaku yang bernama Kurnalis ( Tersangka pembeli hasil kejahatan ) di Golden Pales ( GP ) Kecamatan Pasar Jambi.

Hasil penangkapan terhadap tersangka Kurnalis kemudian dikembangkan oleh pihak Reskrim Polsekta Telanaipura kemudian ditangkap tersangka bernama Imam ( pemetik ) di rumahnya RT 51 Kelurahan Jelutung Kota Jambi.  Dari proses pengembangan selanjutnya kemudian menangkap tersangka Saring dan tersangka Musen ( tersangka pembeli ) di rumahnya RT 51 Kelurahan Jelutung Kota Jambi , kemudian ditangkap lagi satu orang tersangka bernama Rehan di rumahnya Jalan KS.Tubun Kelurahan Simpang IV Sipin Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.

Kasi Polsekta Telanaipura Kota Jambi,Aiptu Azwardi  mengiyakan adanya penangkapan dan kejadian penjambretan tersebut. Barang bukti berupa 1 unit motor Jenis Yamaha Mios Soul warna merah hitam dengan nomor polisi BH 5112 MV masih ditahan di Polsekta Telanaipura,tegasnya kepada Reportase Kriminal Post.

Akibat kejadian tersebut,korban mengalami kerugian satu buah tas yang berisi 3 unit hand phone, masing-masing 1 unti HP  merk Nokia  N 70, 1 unit HP merk MITO , 1 unit HP merk Nokia 7610 dan uang tunai senilai RP.400.000,-( empat ratus ribu rupiah ). Total kerugian yang dialami korban sekitar RP. 1.300.000,- ( satu juta tiga ratus ribu rupiah ).

***Hvr&Skr***

DUA PASANG SEJOLI TERJARING DI HOTEL SEPHIA JAMBI

 

Jambi, Reportase Kriminal Post                                       Tepat pukul 16.40 WIB    pihak penegak hukum Kota Jambi berhasil menjaring dua pasang sejoli yang lagi asyik berada dalam hotel Sephia,Jalan Pangeran Hidayat Pal V Kota Baru Jambi. 
 
SUASANA HOTEL SEPHIA ( WARNA ORANGE ) SEHABIS RAZIA.






Operasi yang dipimpin oleh Iptu Yaman Gulo bergerak dengan reaksi cepat di dalammenangani pekat ( Penyakit Masyarakat ) yang terjadi  di Hotel  Sephia Kota Jambi meskipun hanya dapat menjaring dua pasang sejoli dengan dua unit kendaraan bermotor  yang segera digiring ke Polresta Kota Jambi.
HOTEL SEPHIA JALAN PANGERAN HIDAYAT PAL V KOTA JAMBI

Masyarakat yang berada sekitar Hotel Sephia yang namanya enggan disebutkan kepada Reportase Kriminal Post menegaskan,”upaya dan tindakan para polisi tersebut sangatlah bagus, selama ini kami susah dan merasa terganggu dengan aksi dan kumpulan oknum-oknum yang ngumpul di Hotel Sephia. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana Tegasnya Lagi”.  Kami selaku masyarakat memberikan applause kepada polisi jika tindakan maksiat atau sejenisnya diberantas sampai ke akar-akarnya”.
HOTEL SEPHIA ( WARNA ORANGE )  JALAN PANGERAN HIDAYAT PAL V KOTA JAMBI
Sementara Iptu Yaman Gulo ketika dimintai keterangan oleh Reportase Kriminal Post sama sekali tidak berkomentar.
Operasi tersebut hanya berlangsung beberapa saat saja,kemudian kedua pasang sejoli tersebut digiring ke Mapolresta Kota Jambi.  ( Hvr ) ****************

MARAKNYA KAYU ILLEGAL DI PROVINSI JAMBI DENGAN DALIH MEMILIKI IZIN RESMI

Muaro Jambi,Reportase Kriminal Post    maraknya jenis-jenis kayu yang dilarang oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia seprti kayu Bulian, kayu Meranti namun kini di Provinsi Jambi dengan maraknya beroperasional dengan dalih setiap dikonfirmasi selalu mengatakan bahwa, memiliki surat izin yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah.  Sebahagian masyarakat dan para tokoh ulama yang namanya enggan disebutkan kepada Reportase Kriminal Post menegaskan , bahwa sungguh heran,”katanya jenis-jenis kayu yang dilarang oleh Negara kita kok masih bisa beredar dengan bebas di Provinsi Jambi. Sungguh suatu hal yang menyedihkan, apalagi dengan alasan dan dalih bahwa, pihak pemerintah yang telah mengeluarkan surat izin untuk  beredarnya kayu-kayu jenis tersebut. Namun ketika pihak instansi pemerintah khususnya Dinas Kehutanan, mereka menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan izin untuk beredarnya jenis-jenis kayu yang dilarang oleh Undang-Undang itu. Herannya lagi jika memang pihak Dinas Kehutanan tidak tahu menahu tentang hal itu , mengapa dalam surat tersebut tertera kop Dinas Kehutanan,contohnya FAKO ( Faktur Kayu Olahan ) yang menjadi andalan para pengusaha atau pemain kayu di Provinsi Jambi.  Reportase Kriminal Post , mendapatkan rekaman dari salah seorang Narasumber yang namanya enggan disebutkan telah berhasil mengambil rekaman secara tersembunyi melalui kamera seluler terhadap suatu tempat yang berada di lokasi Kebon IX kecamatan Sei Gelam Muaro Jambi dimana di tempat tersebut bertumpuk dan terjadi pengiriman maupun penerimaan jenis-jenis kayu yang selain dilarang juga dengan leluasa beroperasional hingga kini. Dari Dugaan sementara terhadap oknum pemain tersebut disebutkan oleh narasumber bernama Irawan. Diharapkan Pemerintah,khususnya Dinas Kehutanan dan Penegak Hukum yakni Polri dapat menindaklanjuti proses penyidikan terhadap para pemain kayu Illegal yang begitu marak dan  semakin menjadi saja di Provinsi Jambi. Kepada Kapolda Jambi untuk bertindak lebih tegas dan mengakkan hukum secara proporsional dan tanpa pilih buluh lagi terhadap keadaan sekarang ini. Harapan masyarakat Provinsi Jambi semua itu dapat dituntaskan tanpa terkecuali dan bila ada indikasi aparat hukum yang terlibat , Kapolda Jambi dapat menindaknya secara hukum dan memeja-hijaukan oknum-oknum tersebut.( Hvr )*******************

POS TNI AL SABAK MENGADAKAN PUNGLI

Muara Sabak , Reportase Kriminal Post      Masyarakat pemilik pongpong yang berada di wilayah Sabak , khususnya para  pongpong yang setiap hari memuat TBS ( Tandan Buah Segar ) sawit , tepatnya di Desa Simpang  yang merasa sangat dirugikan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh  patroli pos TNI AL yang berada di sana. Setiap kali mengutip  berjumlah RP. 20.000  per pongpong , tegas S salah seorang pemilik pongpong yang mengangkut sawit kepada Reportase Kriminal Post. Dikatakan oleh pemilik pongpong, mula-mulanya dikatakan oleh tim patroli tersebut karena pongpong yang dimilikinya tidak memasang lampu di pongpongnya. Namun pada akhirnya mereka meminta sejumlah uang senilai RP. 20.000 kepada setiap pemilik pongpong yang berada di kawasan tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat yang namanya enggan disebutkan juga menegaskan, bahwa beliau juga pernah melihat hal itu dilakukan oleh pos TNI AL. Namun tidak dapat berbuat banyak karena , beliau takut masyarakat pemilik pongpong tersebut akhirnya dirugikan juga bila terjadi tindakan yang tidak diinginkan. Melalui tokoh masyarakat dan para pemilik pongpong yang langsung meminta Reportase Kriminal Post untuk memberitakan hal tersebut agar Pos TNI AL tersebut ditertibkan  secara langsung melalui Kapolda Jambi dan segera mengadakan tindak lanjut sehingga pungutan Liar yang diduga terjadi di Sabak tidak terulang kembali.  Harapan tokoh masyarakat dan para pemilik pongpong , pihak Kapolda Jambi mau dan segera mengadakan tindakan tegas terhadap aparat penegak hukum yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat dan bukannya menakuti dan melakukan hal-hal tidak baik. ( Hvr )**** 

AKP ASWINI PENGHUNI BARU LAPAS JAMBI

Jambi, Reportase Kriminal Post    Setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam oleh jaksa penuntut umum Kejari,atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi tersangka AKP Aswini resmi ditahan di Lapas Jambi,tegas Kepala Seksi Pidana Umum ( Kasi Pidum ) Kejari Jambi M. Hatta kepada Reportase Kriminal Post,Selasa 06/03. Kejaksaan Negeri Jambi menahan mantan Kabag Bina Mitra Polresta Jambi AKP Aswini dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan penerimaan calon bintara polisi dan PNS Kanwil Departemen Hukum dan HAM Jambi 2011. Kasus tersebut ditangani oleh Polda Jambi setelah menerima laporan dari para korban yang menyebutkan,tersangka Aswini telah melakukan penggelapan dan penipuan dalam penerimaan bintara polisi dan PNS di Depkum HAM. Diduga Aswini pada saat menjabat sebagai Kabag Bina Mitra telah menjadi calo atau perantara untuk mengurusi seseorang menjadi polisi dan PNS. Untuk kasus penerimaan anggota bintara polisi,AKP Aswini telah menerima uang dari korban senilai RP. 70 juta pada tahun 2011 namun setelah diberikan uang itu ternyata korban tidak kunjung juga diterima menjadi polisi. Keluarga korban akhirnya melaporkan kasusnya ke Polda Jambi. Selain itu Aswini diduga menjadi perantara penerimaan PNS di Departemen Hukum dan HAM Jambi dengan menerima uang senilai RP. 40 juta dari korban. Namun setelah memberikan uang , korban tidak juga diangkat menjadi PNS. Karena uang tidakdikembalikan,korban tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi. Setelah berkasnya lengkap,polisi menyerahkan kasus tersebut ke Jaksa penuntut Umum dan oleh pihak Kejaksaan,AKP Aswini ditahan. Kabid Humas Polda Jambi,AKBP Almansyah yang coba dikonfirmasi menegaskan tidak mengetahui pelimpahan tersebut.  Dirinya langsung mempersilahkan untuk mempertanyakan kepada pihak penyidik. “Saya belum mendapat laporan pelimpahan tersebut. Coba saja langsung tanya penyidik,”tegas Almansyah kepada Reportase Kriminal Post. Namun Almansyah mengaku mengetahui titik perkara yang menjerat AKP Aswini terkait percaloan masuk Polri dan Kemenkum Ham Jambi. Almansyah berjanji akan menanyakan informasi tersebut kepada penyidiknya langsung. ( Hvr )*******

KABID DIDUGA DALANGI PRAKTEK ILLEGAL

Salah satu dompeng yang ditemukan saat razia dan dibakar.
Muaro Bungo,Reportase Kriminal Post – Berdasarkan laporan masyarakat dengan hadirnya dua alat berat eskavator,maka pihak Satpol PP dan segenap aparat langsung mengadakan sidak lapangan. Tim gabungan Satpol PP,TNI, dan Polri pada Rabu 22/02/2012 langsung mengadakan razia aktivitas penambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) dan galian C di wilayah Sungai Arang Kecamatan Bungo Dani. Pada razia tersebut , tim menemukan dan menjumpai adanya dua eskavator dan lima mesin dompeng berada di lokasi. Dua eskavator itu diduga untuk melakukan aktivitas galian C. Namun dugaan lainnya yakni menyebutkan untuk kegiatan PETI. Dua eskavator itu terpaksa ditinggal di lokasi karena tidak dapat diangkut keluar dari lokasi. selain itu lima mesin dompeng dibakar petugas secara langsung di lokasi kejadian. Satpol PP hanya mengamankan dua karpet,satu pipa paralon dan satu linggis.  Mulanya kita mendapat laporan dari masyarakat akhirnya kita turun ke lapangan dan di lapangan kita temukan dua alat berat di lokasi,mesin dompengnya kita bakar di tempat,tegas Kakan  Satpol PP Ansori kepada Reskrim Post yang ikut turun langsung ke lokasi. Satpol PP dalam hal itu telah menurunkan 29 anggota bersama 10 orang anggota Polres Bungo dan 4 anggota Kodim 0416 Bute. Hasil investigasi di lapangan dikemukakan terdapat nama yang mengejutkan. Satu oknum PNS di lingkup Pemkab Bungo yang menjabat sebagai kepala bidang di satu SKPD kabupaten Bungo disebut-sebut berada dibalik kegiatan illegal tersebut. Untuk memastikan hal itu, Satpol PP akan melayangkan surat pemanggilan kepada penanggungjawab lapangan,H.Marlon serta Rio setempat,Lahmudin untuk dimintai keterangan. Kita akan memanggil beberapa pihak untuk memastikan nama yang disebut-sebut. Kita belum bisa mengatakan inisialnya,tegas Kasi Wasdik,Abdullah yang diamini oleh Thamrin kepada Reskrim Post. Diuraikan Abdullah,luas lokasi galian C itu menghasilkan pasir minimal 20 truk dalam sehari. Hal itu dikatakannya masuk akal karena aktivitas itu menggunakan dua alat berat sehingga lebih cepat. Minimal mereka dapat menghasilkan 80 hingga 90 kubik dalam sehari,tegasnya. Sementara itu untuk razia PETI , para pelaku banyak melarikan diri begitu petugas sampai di lokasi. Dalam razia tersebut tidak satupun para pelaku yang berhasil diamankan karena berhasil melarikan diri.(Harvery)****