Arsip Tag: HUKUM

LAND snatched BEEN BUILT: PARTY POLICE CLOSE EYE MAHMUD impunity?

KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

MUARA JAMBI_RESKRIM
After a complaint by the victims to the post pol Sei Gelam, it turns out the complaint is limited to complaints without any follow-up by the police until this moment.
Land area of ​​15 596 square meters in RT 11 Sei Gelam Sei Gelam Muara Jambi numbered ownership certificate 2 and recorded on the measurement certificate dated 29-05-1980 16-07-2012 No.2285 / 2012 Sei Gelam registered name Rosmawati Silitonga rights holders alleged to have been appropriated by Mahmud AR is located at street Samsudin Uban Exod 17 RT.18 Jelutung back reported to the police.

TAMPAK BANGUNAN DI LOKASI LAHAN YANG DISEROBOT NAMUN PIHAK KEPOLISIAN MASIH TUTUP MATA TERHADAP PENGADUAN TERSEBUT PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
TAMPAK BANGUNAN DI LOKASI LAHAN YANG DISEROBOT NAMUN PIHAK KEPOLISIAN MASIH TUTUP MATA TERHADAP PENGADUAN TERSEBUT PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

Because the land is owned by Rosmawati Silitonga now beginning built cottage on a daily observation on Monday, 15/02/2016. Landowners through his son Lintong Simajuntak when confirmed saying, “that the land area of ​​15 596 square meters which had in some time ago planted with banana trees, but after it was revealed to him the land has built the lodge and given a list plank, he immediately reported to the police Jambi, which earlier on Wednesday, August 28, 2013 approximately at 14: 00WIB and has been reported to the police station jaluko Muara Jambi with STPL / B-454 / VIII / 2013. But until now, the report did not follow up “.
Results confirmed to the Regional Police Resort Muara Jambi Harbangtah division, said “we have not received any report from the police station, Jaluko until today. At that time police chief Jaluko sector is reskrimnya Mayadi Hutagalung and Chief Unit, added harbangtah Police officers Muara Jambi. Should the police station already provides SPDPnya Jaluko but we also do not know why until settles around 3 years, obviously harbangtah officer.
Meanwhile, Head of the Regional Police Resort Muara Jambi to be found was not in place.
Assumption and presumption was happening, what the hell?
Who Mahmud? Is he a kapolpos? Whether he was a police chief? Whether he was a police chief? Whether he was a police chief or police chief? So that the police become sterile and unable to carry out its duties and functions well as the enforcement rule of law in Indonesia?
It is pretty and very tarnished the image of the Police, the Police Reporting Letters that should be in a period and a period of 21 days should be followed up, this in fact has been almost 3 years, but there is also no follow-up by law enforcement and the news of the bird. *** Harvery ** *

LAHAN DISEROBOT TELAH DIBANGUN: PIHAK KEPOLISIAN TUTUP MATA MAHMUD KEBAL HUKUM?

Foto0016


MUARA JAMBI_RESKRIM
Setelah pengaduan pihak korban kepada pos pol Sei Gelam ,ternyata pengaduan tersebut sebatas pengaduan tanpa ada tindak lanjut oleh pihak kepolisian hingga detik ini.
Tanah seluas 15.596 meter persegi di RT 11 Desa Sei Gelam Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muara Jambi yang bernomor sertifikat hak milik No.2 dan dibukukan pada tanggal 29-05-1980 dengan surat ukur tanggal 16-07-2012 No.2285/Sei Gelam 2012 tercatat nama pemegang hak Rosmawati Silitonga diduga telah diserobot oleh Mahmud AR yang beralamat di jalan Samsudin Uban No.17 RT.18 Kel Jelutung kembali dilaporkan ke polisi.

KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

Pasalnya tanah yang dimiliki oleh Rosmawati Silitonga kini mulai dibangun pondok pada pantauan harian pada Senin,15/02/2016. Pemilik tanah melalui putranya Lintong Simajuntak ketika dikonfirmasi mengatakan,” bahwa tanah seluas 15.596 meter persegi yang dimilikinya pada beberapa waktu lalu ditanami pohon pisang, namun setelah diketahui olehnya tanah tersebut telah dibangun pondok dan diberi list plank,beliau langsung melapor ke Polda Jambi ,yang mana sebelumnya pada Rabu tanggal 28 Agustus 2013 sekitar pukul 14:00WIB lalu telah dilaporkan ke polsek jaluko Kabupaten Muara Jambi dengan STPL/B-454/VIII/2013. Namun hingga saat ini ,laporan tersebut sama sekali tak ditindak lanjuti”.
Hasil konfirmasi kepada Kepolisian Resort Daerah Muara Jambi divisi Harbangtah,mengatakan”kami sama sekali belum menerima laporan dari pihak polsek Jaluko hingga saat ini. Pada masa itu kepala kepolisian sektor Jaluko adalah Hutagalung dan kanit reskrimnya Mayadi,pungkas petugas harbangtah Polres Muara Jambi. Seharusnya pihak polsek Jaluko sudah memberikan SPDPnya namun kami juga tak mengetahui apa sebabnya hingga mengendap sekitar 3 tahun lamanya,jelas petugas harbangtah.
Sementara itu,Kepala Kepolisian Resort Daerah Muara Jambi yang hendak ditemui sedang tak berada di tempat.
Anggapan dan praduga pun terjadi, ada apa gerangan?
Siapakah Mahmud? Apakah beliau seorang kapolpos? Apakah beliau seorang Kapolsek? Apakah beliau seorang Kapolres? Apakah beliau seorang Kapolda atau Kapolri? Sehingga pihak kepolisian menjadi mandul dan tak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik selaku penegak supremasi hukum di Indonesia?
Hal ini cukup dan sangat menodai citra Polri, Surat Tanda Pelaporan Kepolisian yang seharusnya dalam masa dan jangka waktu 21 hari harus ditindaklanjuti, ini malah sudah hampir 3 tahun namun tak juga ada pelaksanaan penindakan lanjut secara hukum dan kabar burungnya.***Harvery***