Arsip Tag: Dana

Diduga Kepsek Pungut Biaya Perpisahan dan Gapura Sekolah,Dengan Dalih Đisetujui Komite

Jambi~RESKRIM

Sejumlah orang tua siswa mengeluh akibat pungutan yang diminta oleh sekolah untuk acara pelepasan siswa kelas VI di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Palmerah Kota Jambi.
Hal ini disampaikan oleh sejumlah orang tua yang tak ingin namanya disebutkan pada Sabtu,06/05.
Dikatakan oleh wali murid,”sebelumnya sudah ada pertemuan antara wali murid,guru dan kepala sekolah sebanyak dua kali pertemuan,bebernya.
Dalam pertemuan ini,ditetapkan nilai yang harus dibayarkan wali murid adalah seratus lima puluh ribu rupiah(150.000-,) untuk acara perpisahan dan  empat puluh ribu rupiah(40.000-,) untuk gapura sekolah SDN 109/IV Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Palmerah.Menurut pengakuan wali murid,”dirinya sempat protes,kami orang susah dan tak mampu.  Perpisahan kan dapat dilaksanakan  ala kadar saja karena kebutuhan anak masih banyak ketika menyelesaikan pendidikan jenjang sekolah dasar,ujarnya.  Dikatakannya,”salah seorang guru sempat mengatakan kepada dirinya,”bu,kan bisa diangsur karena perpisahan ini akan dilaksanakan pada tanggal 20/05 mendatang,sebutnya sesuai yang dilontarkan oleh salah seorang guru SDN 109/IV kepada dirinya,dan kepala sekolah juga mengatakan,”nah,bagus sikap ibu ini daripada di depan pertemuan menjawab iya namun ujungnya mengoceh di belakang hari,terangnya mengutip penyampaian guru dan kepala sekolah.
Sementara,salah seorang siswa kelas VI,sebut saja Mailah(nama samaran_red) saat diminta pengakuannya mengatakan,”memang pak,kami disuruh untuk memanggil orang tua untuk rapat iuran perpisahan dan uang gapura,terang Mailah kepada media ini.
Salah seorang wali murid,yang minta namanya jangan disebutkan ketika diminta keterangannya mengatakan,”pungutan ini memang dibicarakan sebanyak dua kali pertemuan,namun ada sebagian yang merasa berat. Akan tetapi karena takut anaknya kenapa-kenapa,jadi kami terpaksa membayar meski sangat memberatkan,dan ada juga yang belum membayar karena tak punya uang, terangnya.
Terkait adanya dugaan pungutan biaya perpisahan dan biaya gapura sekolah seperti yang dilontarkan wali murid,media ini menyambangi sekolah dimaksud guna konfirmasi dan klarifikasi. Saat disambangi,petugas keamanan sekolah,yang tak ingin namanya disebutkan mengatakan,”pak kepsek,Harun sedang rapat.
Ditanyakan lanjut,kapan rapat selesai,beliau menjawab belum tahu pak.Hingga berita ini diturunkan,Kepala Sekolah SDN 109/IV belum berhasil ditemui.(Sal)

SUSPECTED COMPARATIVE STUDY CONDUCTED TO HEAD RURAL VILLAGE FUNDS squandered Regional Secretary MUAROJAMBI not interfere

MUAROJAMBI_RESKRIM
Problem comparative study done by some village six districts within the scope Muarojambi District, turns financial procedures departure village representative of the devices in question, the district government did not intervene. All financial outlay in these activities are fully managed by the village authorities of each use of the Village Fund (DD). Muarojambi district secretary, H. Imbang Jaya justify it confirmed a number of reporters in his office, Tuesday (2/8). “We only know about matters of departure. For budgeting is all done APBDes parties included in the village,” he said.

Asked about the number of participants who took part and a nominal amount for each person ?. Regional Secretary said he did not know anything. “It depends on how the participating villages agreement. The budget is subject to appeal where they study. If Bali is certainly different from their costs to Padang. There also are to Cimahi than Bali,” he said.

Based on information that was obtained from reliable sources who requested his name kept secret, stating, if the departure the devices village, the number of participants more than three people. Ironically, in a comparative study was also followed one of the district head. Facts show The Head Of District participation referred to in the photos you uploaded one comparative study participants via facebook account.

Previously, for the comparative study of each village dispatched three people who estimate /personal funds amounting to Rp 7 million. Means multiplied by three people who used the Village Fund amounting to Rp21 million each village were taken to departure. If multiplied by the villages in six districts that participated calculated funds billions, “said Iwan one personnel of Swadaya Organization (NGO) Alliance Indonesia (AI) Muarojambi District.

“Do departure comparative study is indeed a priority to increase the resource utilization of village officials in the running of the Village Fund,” he added. According to him, there are still many things that are needed rural communities through the DD. Meanwhile, Head of Rural Community Empowerment and Governance (BPMPD) Muarojambi District, could not be questioning related to it. *** 007 ***

DIDUGA STUDY BANDING YANG DILAKSANAKAN KEPALA DESA BOROSKAN DANA DESA SEKDA MUAROJAMBI TAK IKUT CAMPUR

MUAROJAMBI_RESKRIM
Soal study banding yang dilakukan sejumlah perangkat desa enam kecamatan dalam lingkup Kabupaten Muarojambi, ternyata prosedur keuangan keberangkatan perwakilan perangkat-perangkat desa dimaksud, pemerintah kabupaten setempat tidak ikut campur. Semua pengeluaran keuangan dalam kegiatan tersebut sepenuhnya dikelola pihak desa masing-masing menggunakan Dana Desa (DD). Sekda Muarojambi, H. Imbang Jaya membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (2/8). “Kita hanya mengetahui ikhwal keberangkatan. Untuk penganggarannya semua dilakukan pihak desa dimasukkan dalam APBDes,” katanya.

Ditanya jumlah peserta yang ikut dan jumlah nominal untuk masing-masing orang?. Sekda mengaku tidak tahu menahu. “Itu tergantung kesepakatan desa berapa yang ikut. Anggarannya tergantung mereka study banding ke mana. Kalau ke Bali tentu beda biayanya dengan ke Padang. Ada juga yang ke Cimahi selain Bali,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil di dapat dari narasumber terpercaya yang namanya minta dirahasikan, menyatakan, jika keberangkat para perangkat-perangkat desa itu jumlah pesertanya lebih dari tiga orang. Ironisnya lagi, dalam study banding tersebut juga diikuti salah seorang camat. Fakta menunjukkan keikutsertaan camat dimaksud dalam foto yang diunggah salah seorang peserta study banding melalui akun facebooknya.

Sebelumnya, untuk studi banding tersebut setiap desa diberangkatkan 3 orang yang estimasi dana perorangnya sebesar Rp7 juta. Berarti dikali tiga orang Dana Desa yang dipakai sebesar Rp21 juta setiap desa yang diambil untuk keberangkatan. Jika dikalikan dengan desa-desa dalam enam kecamatan yang ikut dikalkulasikan dananya mencapai miliaran,” ucap Iwan salah satu personil Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia (AI) Kabupaten Muarojambi.‬

‪”Apakah keberangkatan studi banding tersebut memang menjadi prioritas untuk meningkatakan sumber daya aparatur desa dalam menjalankan pemanfaatan Dana Desa,” tambahnya. Menurutnya, masih banyak hal yang dibutuhkan masyarakat desa melalui DD tersebut. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD)Kabupaten Muarojambi, belum bisa dimintai keterangannya terkait hal tersebut.***007***