Arsip Tag: cakarawala pendidikan

ANAS: ADA 350 LSM NAMUN DIANTARANYA FIKTIF

Bandung_RESKRIM

 

Kepala Sub Bidang Pembinaan Politik dan Pemilu Pemkot Bandung, ‎Anas Sasmita, menyebut jumlah Ormas dan LSM yang ada di Kota Bandung sebanyak 350. Meski secara data tercatat sebanyak itu, namun Anas menyebut tidak semuanya akuntabel.

“Dari jumlah 350 tersebut memang tidak semua benar-benar representatif. Bahkan 100 diantaranya fiktif,” ujar Anas kepada wartawan dalam acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung pada Selasa,01/11 kemarin.

Anas juga menambahkan ada juga beberapa ormas yang berdiri dan ada aktivitas namun tidak terdaftar ke Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKPPM) Kota Bandung .

“Mungkin banyaknya Ormas dan LSM ini menjamur karena dulu mereka bisa mudah mendapat bantuan dari pemerintah,” katanya.

Berkaitan dengan persyaratan untuk mendapat bantuan dari pemerintah, Anas menegaskan ada beberapa syarat yang harus ditempuh.

“Ormas dan LSM  yang mau terdaftar harus punya keterangan dan terdaftar di pemerintahan minimal tiga tahun,”tutupnya.(Tim Subekti)

SMAN 11 MUAROJAMBI BUTUH PERHATIAN

20161024_105350


MUAROJAMBI_RESKRIM

 

Peningkatan belajar mengajar bukan hanya ditopang oleh SDM  guru melainkan juga dipengaruhi infrastruktur dan aid(alat bantu) yang ada di sekolah.
Minimnya alat bantu dan pembangunan infrastruktur ditemukan di salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Muarojambi berdasarkan pantauan harian ini pada Senin,24/10 kemarin,sekolah tampak tak berpagar,dan halaman sekolah yang masih polos alias bertanah merah sehingga bila hujan turun, para siswa harus menikmati suasana sibuk membersihkan sepatu karena diakibatkan lengketnya tanah merah yang menempel di sepatu para siswa SMAN 11 Muarojambi,hal tersebut dikatakan oleh siswi kelas X, Aisyah ketika dikonfirmasi pada Senin,24/10 kemarin.
Hal senada juga dilontarkan siswa kelas XI yang minta namanya tak dituliskan,” ya,gimana ya,sudah begitu keadaannya,mau dibagaimanakan lagi,bebernya.
Sementara Kepala Sekolah SMAN 11,Drs.Mujiyono saat diminta keterangan pada Senin,24/10 terkait minimnya infrastruktur membenarkan akan hal itu.
ditambahkannya,”selama ini,halaman sekolah sejak berdiri sampai sekarang masih tanah merah,pernah sekali kita ratakan dan kita beri dam yang terbuat dari karung namun karena curah hujan akhirnya terkikis lagi. Kalau yang lainnya, kita masih kekurangan lemari dan meja guru dan meubeler ruang kantor tata usaha,sampai saat ini,kita juga belum memiliki Lab komputer. sementara,bila ada kegiatan yang berkaitan dengan komputer,ya terpaksa para guru harus membawa laptop,sebutnya.
Lebih lanjut,ia mengatakan,”SMAN 11 Muarojambi yang memiliki lahan sekitar 2 ha ,hanya sedikit yang baru dipagar,kemungkinan tak dapat dipasangnya konblok di halaman sekolah akibat Disdik mengalami defisit anggaran,bebernya.
Harapan kita,para guru dan para siswa,perhatian pemerintah dapat lebih intensif.(Harvery)

JOKO WIDODO: SAYA MINTA PEROMBAKAN DEMI KUALITAS PENDIDIKAN

Jakarta_RESKRIM

Perubahan kurikulum sudah membuat guru menjadi gelisah kini Prsiden meminta menttri pendidikan untuk melakukan perubahan besar agar tujuan pendidikan berkulitas bisa tercapai. Presiden Joko Widodo menyampaikan dalam rapat terbatas dengan topik Efektivitas Belanja Pendidikan dan Kesehatan pada APBN di Kantor Presiden Jakarta pada 05/10 beberapa waktu lalu.

“Saya minta dilakukan perombakan besar-besaran untuk peningkatan kualitas pendidikan,” kata Jokowi.

Permintaan ini cukup beralasan, karena anggaran pendidikan yang menimal 20 persen selalu meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah APBN yang juga meningkat setiap tahun, Namun pendidikan kita masih tetap stagnan dan di beberapa daerah malah turun kualitas pendidikannya. Anggaran yang besar di harapkan tepat sasaran dan fokus pada satu program.

“Mestinya kita harus fokus pada upaya membuat belanja pendidikan dan kesehatan betul-betul bisa tepat sasaran. Jangan sampai anggaran yang semakin meningkat tapi hasilnya tidak maksimal atau belum maksimal,” ucap Presiden.

Presiden sangat mengharapkan akses pendidikan kepada siswa yang tidak mampu untuk mendapatkan pendididikan berkualitas di nusantara, secara efektif dan tepat sasaran, agar pemerataan kulitas pendidikan juga menjangkau siswa yang tidak mapu di pelosok daerah, serta menghindari anak putus sekolah karena tidak mempunyai biaya.

“Saya minta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menuntaskan distribusi Kartu Indonesia Pintar dan pastikan bahwa kartu itu betul-betul menjangkau siswa-siswa miskin dan tepat sasaran,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta supaya infrastruktur pendidikan untuk diperbaiki. Terlebih, ia telah mendapat informasi bahwa dari 1,8 juta ruang kelas yang ada di Indonesia, hanya 466 ribu yang dalam kondisi baik dan dari 212.000 sekolah, ada 100.000 sekolah yang belum memiliki perawatan pendidikan.

Semoga saja perubahan kebijakan sekolah ini mampu menaikkan kulitas pendidikan indonesia bukan perubahan pada kurikulum dan waktu sekolah saja, namun infrastruktur dan kesejahteraan guru baik swasta, honorer, dan PNS.(Anton H)

ACARA PELEPASAN MAHASISWA FKIP UNBARI SUKSES

Jambi_RESKRIM

Acara perpisahan mahasiswa PKL Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batang hari sebanyak 8 orang digelar di di SMPN 15 Kota Jambi pada 22/10 kemarin. Mahasiswa PKL terdiri dari 5 perempuan dan 3 laki-laki. Kepala sekolah SMPN 15 Kota Jambi,Fadilah saat diminta keterangan terkait pelepasan mahasiswa Universitas Batanghari yang PKL mengatakan,”ia,mereka sedang praktek mengajar,mempelajari metode dan cara menjadi guru yang profesional.
Harapan bagi mereka ,mereka setelah mendapatkan input dari para guru yang ada di SMPN 15 Kota Jambi,kelak dapat menerapkannya dan mereka juga diharapkan selalu inovatif dan kreatif,tutupnya.(Harvery)

ATAP GEDUNG SMPN 15 MUAROJAMBI NYARIS AMBRUK

20161017_081938


MUAROJAMBI_RESKRIM
Bangunan atap gedung  SMPN 15 Desa Sarang Burung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi nyaris ambruk pada pantauan harian ini pada Rabu,19/10 kemarin.20161017_081931


Untuk menghindari ambruknya atap maka diberi tiang penunjang di sepanjang bangunan.
Asni nama samaran,siswi di SMPN 15 tersebut,saat diminta keterangan mengatakan,iya atap bangunan itu sudah cukup lamalah begitu,untuk waktunya,saya lupa. Sekitar 3-4 bulanlah tapi hingga kini belum diperbaiki.  Ditanyakan lebih lanjut,takut tidak,dalam belajar ,sementara atap bangunan sudah nampak seperti itu? ya,takut jugalah,ungkap Asni.
Sejumlah guru juga diminta keterangan terkait hampir ambruknya atap bangunan SMPN 15 Desa Sarang Burung,namun tak seorangpun mau berkomentar atas hal tersebut.
Masyarakat sekitar lingkungan SMPN 15, yang minta namanya jangan disebutkan mengatakan,kami ada dengar dari anak kami ,akan atap bangunan sekolah yang hampir ambruk ,untuk membuktikannya,kami juga telah melihat sendiri,bebernya.
Di waktu bersamaan,kepala sekolah SMPN 15,Joko,S.Pd  hingga berita ini diturunkan,tak berhasil ditemui.(Harvery)