Arsip Tag: Bencana

AIRCRAFT INCIDENT slippage, HUNDREDS OF PASSENGERS DELAYED DEPARTURE

Jayapura_RESKRIM
Hundreds of passengers delayed his departure post-incident slipping Trigana Air cargo plane PK-YSY at Wamena airport in Papua on Tuesday, 13/09 this morning.

“Well, quite a lot of passengers who delayed his departure after the incident slipping Trigana Air cargo aircraft,” said Chief of Police (Police Chief) Jayawijaya, AKBP. Yan Reba when contacted in Kota Jayapura, Papua on Tuesday, 13/09 this morning.

According to Yan, the average passengers who delayed his departure is a passenger airline Trigana Air and a number of other pioneers that will be to the interior of Papua.

“Another passenger plane also delayed his departure, as it wants to Nduga, or other woods autonomous regions,” he concluded. ** Yan Piet Sokoy **

Iklan

INSIDEN TERGELINCIRNYA PESAWAT,RATUSAN PENUMPANG TERTUNDA KEBERANGKATAN

Jayapura_RESKRIM
Ratusan calon penumpang tertunda keberangkatannya pasca-insiden tergelincirnya pesawat kargo Trigana Air PK-YSY di Bandara Wamena, Papua pada Selasa,13/09 tadi pagi.

“Yah, cukup banyak calon penumpang yang tertunda keberangkatannya pasca insiden tergelincirnya pesawat kargo Trigana Air,” tegas Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jayawijaya, AKBP. Yan Reba ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua pada Selasa,13/09 tadi pagi.

Menurut Yan, rata-rata calon penumpang yang tertunda keberangkatannya tersebut merupakan penumpang Trigana Air dan sejumlah maskapai perintis lainnya yang akan ke daerah pedalaman Papua.

“Pesawat penumpang lain juga tertunda keberangkatannya, seperti yang mau ke Nduga, atau daerah pemekaran lainnnya,” tutupnya.**Yan Piet Sokoy**

TNI HELICOPTER FALLS ALLEGEDLY thunderstruck

JAKARTA_RESKRIM

Party Chief Information Military Regional Command VII / Wirabuana, Colonel I Made Sutia, confirmed it would investigate the cause of the helicopter crash of the Army in the hamlet Pattiro Bajo, Village Kasiguncu, Poso Pesisir, Poso, Central Sulawesi, on Sunday, March 20, 2016. provisional estimates, the helicopter crashed due to weather factors that is struck by lightning.
Sutia said it immediately to find out the cause of the helicopter attack after the evacuation of the 13 crew and passengers completed. It also denied that the helicopter crashed because it was shot. “Allegations while the helicopter crashed due to a lightning strike. Wait development information,” said Sutia.
Until now, Sutia said it focused on the evacuation of the entire crew and passengers of the Army’s helicopter. Sutia not answer about the number of dead and chronology of the helicopter attack. “We are currently the evacuation of casualties for further treatment,” said Sutia short.
Helicopter crash, according to information circulating reportedly occurred at 17.30 pm. The helicopter was reportedly departed from Napu to Poso region. However, the chronology of the incident has not been confirmed by Sutia.
According to information circulated and collected among journalists, victims manifest bell helicopters that crashed in Poso, among others, namely:
1. Colonel Saiful Anwar
2. Colonel Heri (BAIS)
3. Colonel Ontang
4. Lt. Col. Tedy CPM
5. Major Inf Faqih
6. Dr. Capt. Yanto
7. Prada Kiki
8. Capt. CPM General
9. First Lieutenant CPM Wiradi
10. CPM Lt. Tito
11. Serda Karmin
12. Sergeant Nice
13. Private First Class Risen
Anton.H *** ***

HELICOPTER TNI JATUH DIDUGA DISAMBAR PETIR

JAKARTA_RESKRIM
Pihak Kepala Penerangan Komando Daerah Militer VII/Wirabuana, Kolonel I Made Sutia, menegaskan pihaknya akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,pada Minggu, 20 Maret 2016. Dugaan sementara, helikopter itu mengalami kecelakaan karena faktor cuaca yakni disambar petir.

Sutia mengatakan pihaknya segera mencari tahu penyebab jatuhnya helikopter setelah proses evakuasi terhadap 13 awak dan penumpang rampung. Pihaknya juga menampik bahwa helikopter tersebut jatuh karena ditembak. “Dugaan sementara helikopter itu jatuh akibat tersambar petir. Tunggu saja informasi perkembangannya,” tegas Sutia.
Hingga saat ini, Sutia mengatakan pihaknya fokus pada proses evakuasi terhadap seluruh awak dan penumpang helikopter TNI AD itu. Sutia tidak menjawab mengenai jumlah korban meninggal dan kronologi jatuhnya helikopter. “Saat ini sedang proses evakuasi korban untuk penanganan lebih lanjut,” tegas Sutia singkat.

Kecelakaan helikopter itu berdasarkan informasi yang beredar dikabarkan terjadi pada pukul 17.30 WITA. Helikopter tersebut dikabarkan berangkat dari wilayah Napu menuju Poso. Namun, kronologi kejadian tersebut belum dikonfirmasi oleh Sutia.

Berdasarkan informasi yang beredar dan dihimpun di kalangan jurnalis,korban manifes helikopter jenis bell yang jatuh di Poso, antara lain yakni :
1. Kolonel Inf Syaiful Anwar
2. Kolonel Heri (BAIS)
3. Kolonel Inf Ontang
4. Letkol CPM Tedy
5. Mayor Inf Faqih
6. Dr. Kapt. Yanto
7. Prada Kiki
8. Kapt. CPM Agung
9. Lettu CPM Wiradi
10. Letda CPM Tito
11. Serda Karmin
12. Sertu Bagus
13. Pratu Bangkit
***Anton.H***

Quake in Mentawai Islands, President Instruct BNPB Down to the Field

Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.RESKRIM.Doc
Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.RESKRIM.Doc

When conducting a series of working visits to three provinces in Sumatra, President Joko Widodo (Jokowi) being located in the province of North Sumatra on Wednesday (2/3) night, received a report about the occurrence of an earthquake of 7.8 magnitude on the 682 km to the west power Mentawai Islands, West Sumatra.
At the same time, President Jokowi ordered the Head of National Disaster Management Agency (BNPB) immediately dropped straight to the field to perform the steps on the effects of the earthquake that occurred.

Gempa di Kepulauan Mentawai, Presiden Perintahkan BNPB Turun ke Lapangan

Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.RESKRIM.Doc
Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.RESKRIM.Doc

Saat tengah melakukan rangkaian kunjungan kerja ke tiga provinsi di Sumatera, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berada di Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (2/3) malam, mendapat laporan perihal terjadinya gempa dengan kekuatan 7,8 SR di 682 km arah barat daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Pada waktu yang sama, Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah penanganan dampak gempa yang terjadi.

KORBAN TENGGELAMNYA TUG BOAT KURNIA 01 DITEMUKAN

SUASANA EVAKUASI JENAZAH OLEH TIM SAR GABUNGAN.06/01/2016/09:35WIB.RESKRIM.DOC
SUASANA EVAKUASI JENAZAH OLEH TIM SAR GABUNGAN.06/01/2016/09:35WIB.RESKRIM.DOC

Talang Duku_RESKRIM
Sekira pukul 03:00WIB/05/01/2016 jenazah Lewi Mawaskoro 21 Tahun (Helper)ditemukan pada areal TKP sejauh 20 meter dengan posisi mengapung setelah 42 jam menghilang pada peristiwa terbaliknya kapal TB Kurnia 01 di Sungai Batanghari kawasan Talang Duku Kecamatan Kumpe Kabupaten Muaro Jambi pada Senin pagi sekira pukul 08:30WIB/04/01/2016.

SUASANA SEDANG DALAM KOORDINASI DALAM PENGEVAKUASIAN JENAZAH KORBAN.RESKRIM.DOC
SUASANA SEDANG DALAM KOORDINASI DALAM PENGEVAKUASIAN JENAZAH KORBAN.RESKRIM.DOC

Sementara Wanda Sahri 30 Tahun( Operator Escavator ) ditemukan setelah 48 jam menghilang di daerah Rukam karena kuatnya arus Sungai Batanghari sekira pukul 08:00WIB/06/01/2016 dan Hadi Sucipto 36 Tahun (Mekanik) ditemukan kemudian sekira pukul 09:00WIB/06/01/2016 di Londrang sejauh 25 kilometer dari jarak tempat kejadian perkara,Hadi Sucipto(Almarhum) meninggalkan istri,anak usia 7 Tahun dan anak usia 2 bulan.

PENGANGKATAN JENAZAH KORBAN DARI KAPAL TNI AL.RESKRIM.DOC
PENGANGKATAN JENAZAH KORBAN DARI KAPAL TNI AL.RESKRIM.DOC

Proses evakuasi jenazah dilaksanakan oleh tim SAR gabungan sekira pukul 10:35WIB/06/01/2016 yang kemudian jenazah tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.
Terbaliknya kapal TB Kurnia 01 yang berjenis KM(kapal motor) berada pada titik kordinat 1’30’36,4S’103’39’49.0E dengan jumlah penumpang 23 orang telah merenggut 03 nyawa dan diduga bahwa peruntukkan kapal jenis KM(kapal motor) bukan untuk orang melainkan untuk peralatan dan tali temali kapal yang akan merapat ke dermaga.

SEDANG SIAP-SIAP MENUNGGU TIBANYA JENAZAH KORBAN TB KURNIA 01.RESKRIM.DOC
SEDANG SIAP-SIAP MENUNGGU TIBANYA JENAZAH KORBAN TB KURNIA 01.RESKRIM.DOC

Pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku melalui Kasi Keselamatan danPelayaran,Indra Hermana,SE ketika dikonfirmasi menegaskan,”Bahwa mereka sering dan telah menghimbau kepada sejumlah perusahaan yang memiliki kapal untuk selalu berkoordinasi dengan pihak KSOP bahkan dari pihak mereka juga sering mengadakan sweeping ke perusahaan-perusahaan guna memastikan safety dan kelayakan kapal sebelum beroperasi.

PIHAK KSOP TALANG DUKU SEDANG STAN BYE MENUNGGU JENAZAH KORBAN DENGAN KAPAL.RESKRIM.DOC
PIHAK KSOP TALANG DUKU SEDANG STAN BYE MENUNGGU JENAZAH KORBAN DENGAN KAPAL.RESKRIM.DOC

Namun kali ini, kepemilikan kapal jenis KM(kapal motor)TB Kurnia 01 tidak dilaporkan dan tidak ada pemberitahuan telah dioperasikan oleh pihak perusahaan kepada KSOP(Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku). Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 jelas termaktub penjabarannya tentang pelayaran,yakni kapal ber-GT 1 sampai dengan GT 7 berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi yang selanjutnya pihak Dinas Perhubungan Provinsi memberitahukan dan/atau melakukan koordinasi dengan pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku bahwa adanya pengoperasian kapal Ber-GT 1 sampai dengan GT 7.
Selanjutnya kasus terbaliknya kapal TB Kurnia 01 di Sungai Batanghari Kecamatan Kumpe Kabupaten Muaro Jambi dilimpahkan penyidikannya ke Dit Polair Polda Jambi untuk penindakan secara hukum lebih lanjut.***Harvery***