Arsip Tag: Aniaya

CLASS VI elementary school child molesters never ARRESTED POLSEK SEKERNAN MUAROJAMBI

MUAROJAMBI
Entering the second week after the reporting of child abuse committed by a housewife (SA) to the children of his own neighbor happened to (E) boy aged 10 years who are still sitting in the class 6 Elementary School Village residents Sekernan District of Sekernan District Muarojambi to party police police Sekernan until now there has been also arrested (SA), the grounds are classified as a misdemeanor and a lack of evidence. Whereas (SA) has apparently confessed that before investigators
Umi Kalsum, mother of the victim of (E) said, “The reports of persecution son by (SA) that he had reported to the police Sekernan some time ago until today (SA) has not yet been arrested police Sekernan although the investigation on (SA) has been carried out by the police until the process is done with mediation between the complainant reported about peace is not reached common ground in front of one of the members of the police Sekernan.
Continuation, “I was not received for legal relief given by the police on (SA) because the police made no arrests in the (SA), on the persecution suffered by these children and besides yes also concerned about the physical development of the child as a result of the beating, “though the witness statements are my present, vise also we have been doing even though my son was not injured for the persecution but what I fear now is since of the beatings led to a change in my child who normally cheerful now become withdrawn and do not like to play again fellow his age. “explained Umi while in tears when telling his concern for his son from the beatings (SA) is.
Furthermore, written again by Yoga father of (E) also expressed his disappointment towards the progress of cases of abuse experienced by her stepson which until now suspect (SA) has not been arrested. He said, “if the police can not catch (SA) mean it’s useless no law protection of the Child in this country, I believe there will be many more child abuse – children who will occur with impunity. Have the police will arrest of perpetrators after children who are victims suffered wounds – wounds before even dying. And clearly once (SA) has apparently confessed had hit my son, so why else would the police station did not help it. ” He regrets.
Simultaneously, the police chief Sekernan, AKP Asih Fahmayani through Kanit Sekernan Criminal Police, Inspector Hasan as confirmed on Tuesday, 2/8 on what grounds the police station Sekernan until now still not make an arrest on suspicion of abuses perpetrated by the (SA) against a rose pseudonym Kanit said, “because of humanitarian considerations, the suspect (SA) is old, and too cooperative when the investigation,” yes every we call it comes to the call did we see old age, and I think he will not run away also get assurances from her sister itself, he concluded. ** 007 **

Iklan

PENGANIAYA ANAK KELAS VI SD TAK KUNJUNG DITANGKAP POLSEK SEKERNAN MUAROJAMBI

MUAROJAMBI
Memasuki Minggu kedua setelah pelaporan atas penganiayaan anak yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga (SA) kepada anak tetangganya sendiri yang terjadi pada (E) bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar warga Desa Sekernan Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi ke pihak kepolisian Polsek Sekernan sampai saat ini belum juga menangkap (SA), dengan alasan tergolong tindak pidana ringan dan kurangnya alat bukti. Padahal (SA) sudah mengakui perbuatannya tersebut di hadapan penyidik
Umi Kalsum, ibu korban dari (E) mengatakan,” laporan penganiayaan anaknya oleh (SA) tersebut sudah ia laporkan ke pihak Polsek Sekernan beberapa waktu lalu itu sampai saat ini (SA) belum juga ditangkap Polsek Sekernan walaupun proses penyidikan pada (SA) sudah dilakukan oleh Polsek hingga proses dilakukan mediasi antara pelapor dengan terlapor mengenai perdamaian yang tidak mencapai titik temu di hadapan salah satu anggota Polsek Sekernan.
Dilanjutkannya,” Saya merasa tidak terima atas keringanan hukum yang diberikan pihak Polsek pada (SA) karena Polsek tidak melakukan penahanan pada (SA), atas penganiayaan yang dialami oleh anaknya tersebut dan selain itu iya juga mengkhawatirkan mengenai perkembangan fisik anaknya akibat dari pemukulan tersebut, “Padahal keterangan saksi sudah saya hadirkan, visum juga sudah kami lakukan walaupun anak saya tidak mengalami luka atas penganiayaan tersebut akan tetapi yang saya takutkan sekarang ini adalah semenjak dari pemukulan tersebut menyebabkan perubahan pada anak saya yang biasanya ceria sekarang menjadi pendiam dan tidak suka bermain lagi sesama anak seusianya.”beber Umi sambil bercucuran air mata ketika menceritakan kekhawatirannya terhadap anaknya akibat pemukulan (SA) tersebut.
Lebih lanjut,ditambahkan lagi oleh Yoga ayah dari (E) juga menyampaikan kekecewaannya terhadap perkembangan kasus penganiayaan yang dialami anak tirinya tersebut yang sampai saat ini tersangka (SA) belum juga ditangkap. Dirinya mengatakan, “kalau pihak kepolisian tidak bisa menangkap (SA) berarti percuma saja ada UU perlindungan Anak di negara ini, saya percaya akan ada banyak lagi penganiayaan anak – anak yang akan terjadi tanpa tersentuh hukum. Apakah pihak kepolisian baru akan melakukan penahanan terhadap pelaku setelah anak yang menjadi korban mengalami luka – luka dulu bahkan meregang nyawa. Padahal jelas sekali (SA) sudah mengakui perbuatannya telah memukul anak saya, jadi alasan apa lagi pihak polsek tidak menahannya.” Sesalnya.
Secara bersamaan, Kapolsek Sekernan ,AKP Asih Fahmayani melalui Kanit reskrim Polsek Sekernan, Iptu Hasan saat dikonfirmasi pada Selasa 02/08 mengenai apa alasan polsek Sekernan sampai saat ini masih belum melakukan penahanan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh (SA) terhadap mawar nama samaran Kanit mengatakan,” karena pertimbangan kemanusiaan ,tersangka (SA) sudah tua, dan juga kooperatif saat penyidikan, “ya setiap kita panggil ia datang memenuhi panggilan juga kita melihat usianya yang sudah tua, dan saya rasa dia tidak akan kabur juga mendapatkan jaminan dari adik nya sendiri,tutupnya.**007**

ANAK SMP DIANIAYA

Kota Baru,Jambi_RESKRIM
Kemarin malam,dua siswa SMP swasta Unggul sakti dianiaya oleh sejumlah siswa SMAN 5 kelas XII IPS , Telanaipura,Jambi. Kejadian tersebut terjadi sekira 20:06 WIB di GOR Kota Baru ,Jambi. Awal mulanya siswa SMAN 5 yang menjadi suporter tim sekolah mereka,merasa mulai emosional karena tim mereka kalah.  Keberingasan mereka mulai nampak dari yel-yel.
Ketika acara pertandingan usai,siswa SMAN 5 mendekati siswa SMP Unggul, dan menanyakan suporter untuk tim mana. Ketika menjawab, siswa SMAN 5 tersebut langsung menerjang dan memukul siswa SMP itu. Siswa   SMP Unggul yang berinisial E dan D mengalami luka memar. Ketika kepala sekolah SMAN 5 ,Sugiono dikonfirmasi,beliau membenarkan adanya kejadian tersebut dan siap bertanggung jawab. Sementara korban masih dalam perawatan.&&hrvery&&