Arsip Tag: Aksi

KEPSEK SMKN 10 MUAROJAMBI DIHAJAR SISWA YANG KESURUPAN DALAM AKSI MOGOK BELAJAR

Siswi yang kesurupan saat aksi di depan halaman Sekolah SMKN 10 Muarojambi yang menyerang Kepala Sekolah.RESKRIM.Doc
Siswi yang kesurupan saat aksi di depan halaman Sekolah SMKN 10 Muarojambi yang menyerang Kepala Sekolah.RESKRIM.Doc

MUAROJAMBI

Akibat Kepala Sekolah SMKN 10 Muaro Jambi tidak bijaksana di dalam memimpin sekolah ,hari ini Senin,25/07 para siswa SMKN 10 Muarojambi mengadakan aksi mogok belajar di depan pekarangan sekolah yang berlokasi di Desa Petaling Jalan Poros Petaling Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi.

Aksi tersebut dipicu karena guru kelas XI dan XII kehilangan guru mereka sehingga mereka tidak dapat belajar. Menurut sejumlah siswa yang melakukan aksi di depan pekarangan sekolah tersebut yang diwakili oleh Ajis mengatakan,”kami sudah masuk sekolah namun selama kami masuk sekolah,kami sama sekali tidak pernah belajar karena guru kami tidak ada bahkan hingga saat ini kami yang seharusnya telah praktek sama sekali tidak pernah praktek diakibatkan guru otomotif kami dirumahkan oleh Kepala Sekolah SMKN 10 Muarojambi,sebutnya kepada harian ini.

Para siswa yang sedang aksi di halaman sekolah SMKN 10 Muarojambi.RESKRIM.Doc
Para siswa yang sedang aksi di halaman sekolah SMKN 10 Muarojambi.RESKRIM.Doc

Dalam aksinya,para siswa menuntut agar guru otomotif mereka dikembalikan bertugas untuk mengajar mereka. Di tengah aksi para siswa ,salah seorang pelajar perempuan bernama Damayanti mengalami kesurupan dan menyerang Kepala Sekolah SMKN 10 Muarojambi,Abdul Manaf namun dapat dielakkan dan dipisahkan oleh guru kesiswaan,Rizali. Selanjutnya dalam aksi itu,para siswa meminta kepada Kepala Sekolah untuk memberikan hak mereka yakni Dana BSM(Bantuan Siswa Miskin) yang telah 1 tahun lebih tidak dibayarkan oleh Kepala Sekolah kepada mereka.

Ajis juga menambahkan,”bahwasannya mereka telah hampir tiga bulan tidak belajar alias mogok namun pihak Kepala Sekolah sama sekali tidak mengacuhkan dan memperhatikan hak mereka selaku pelajar yang seharusnya mendapatkan pembelajaran di sekolah. Dalam aksi juga terjadi adu mulut antara sesama siswa yakni Ajis dengan Deden berakhir dengan pemukulan oleh Deden dan Anggi terhadap Ajis.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 10 Muarojambi,Abdul Manaf ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Senin,25/07 terkait adanya aksi para pelajar yang tidak mendapatkan pembelajaran selama 3 bulan kemarin mengatakan,”Sebenarnya 6 orang guru yang diisukan dipecat tersebut tidak ada,kita hanya mengistirahatkan mereka saja. Berhubung karena tidak ada dana untuk membayar honorarium mereka jadi kita istirahatkan,beber Manaf. Kita juga telah mengingatkan para guru tersebut yang kita pecat. Kita pecat karena sejak tahun 2015 Bantuan Operasional Sekolah Daerah(Bosda) sudah tidak ada lagi jadi bagaimana kita akan membayar mereka,imbuhnya.

Azis salah siswa korban yang tidak mendapatkan pembelajaran di sekolah SMKN 10 Muarojambi selama hampir 3 bulan tersebut mengatakan,”kami menuntut hak kami,kami sekolah namun di sekolah kami tidak belajar.jadi kami sudah rugi waktu dan kesempatan belajar bahkan rugi uang karena kami harus membayar uang iuran sekolah(SPP).

Kami dan kawan-kawan berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi mengambil ketegasan untuk memecat dan/atau mengganti Kepala Sekolah yang telah keterlaluan sehingga kami terlantar hingga saat ini tidak belajar,tutupnya.***007***

Iklan

PRINCIPALS SMKN 10 MUAROJAMBI beaten trance STUDENTS WHO STRIKES IN ACTION LEARNING

 

Para siswa yang sedang aksi di halaman sekolah SMKN 10 Muarojambi.RESKRIM.Doc
Para siswa yang sedang aksi di halaman sekolah SMKN 10 Muarojambi.RESKRIM.Doc

MUAROJAMBI

As a result of the Principal SMK 10 Muaro unwise in leading schools, today, Monday, 25/07 students SMKN 10 Muarojambi went on strike in the front yard of learning in schools located in Desa Petaling Jalan Petaling Sungai Gelam Poros Muarojambi District.

The action was triggered because the teacher in class XI and XII lose their teachers so that they can not learn. According to a number of students who take action on the front yard of the school, represented by Ajis said, “we’ve been in school but during our school, we did not ever learn it because our teacher was not there even to this day we were supposed to have been the practice altogether never practice due to our automotive teachers laid off by the Principal of SMK 10 Muarojambi, he said to this newspaper.

In its action, the students demanded that they be returned duty automotive teachers to teach them. In the middle of the action of the students, one female student named Damayanti experience possessed and attacked the Headmaster SMKN 10 Muarojambi, Abdul Manaf but can be circumvented and separated by a student teacher, Rizali. Furthermore, in the action, the students asked the principal to give them the rights of BSM Fund (Help Poor Students), which has one more year is not paid by the Principal to them.

Ajis also added, “bahwasannya they have nearly three months did not learn alias strike but the Headmaster did not heed and pay attention to their rights as students are supposed to get a lesson in school. In action also occurs quarrels among students that Ajis with Deden ended with beatings by Deden and Anggi against Ajis.

While Principal SMK 10 Muarojambi, Abdul Manaf when confirmed in his office on Monday, 25/07 related to the action of the students who did not get the learning for 3 months yesterday said, “Actually 6 teacher who was rumored to be fired is not there, we just resting them alone. Because because there are no funds to pay their honorarium so we rest,said Manaf. We have also reminded the teachers that we fired. We fired because since 2015 the Regional School Operational Assistance (BOSDA) is not there anymore so how are we going to pay for them, he added.

Azis one of the student victims who did not get in school learning SMKN 10 Muarojambi for nearly three months, said, “we demand our rights, our school but in school we did not learn. So, our own loss of time and opportunity to learn even lose money because we have to pay school fees (SPP).

We and his colleagues hope that the District Education Office Muarojambi take decisive for fire and / or replace the principal that has been unheard of that we neglected until now no study, he concluded. *** 007***