KRIMINAL

DUA UNIT TRUK PS KAYU ILLEGAL LOGGING TERTANGKAP

Muaro Jambi,Reportase Kriminal Post,24/05/2012 pukul 24.00WIB.

Truk PS  bermuatan kayu illegal logging dari arah  Desa Petaling berhasil diberhentikan oleh anggota LSM. Tepatnya di Simpang Trans Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Truk PS yang bermuatan kayu illegal logging sedang melaju di jalan diketahui oleh anggota LSM IPB, bersamaan itu terjadilah kejar-mengejar antara truk dengan anggota LSM.

Di wilayah pal 16 Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi sekitar pukul  23.40 WIB mobil illegal logging tersebut berhasil diberhentikan oleh anggota LSM IPB. Namun sayangnya kedua supir truk illegal logging itu berhasil meloloskan diri.

Diduga jumlah muatan kayu illegal logging tersebut sebanyak 10 kubik per truk.

Ketika kedua truk PS  yang bermuatan kayu illegal logging diberhentikan ,anggotaLSM IPB langsung memberikan laporan kepada Kapolsek Sei Gelam,Eko Budi.  Selang beberapa lama setelah adanya laporan tersebut,kapolsek langsung menuju ke TKP.  Truk tersebut bernomor polisi BG 8017 LO , yang satunya lagi BG 8115 UB.

Hingga saat ini ,Kedua truk bermuatan kayu illegal logging tersebut belum ditemukan pemiliknya. Eko budi menegaskan,”selama illegal logging  lewat tanpa dokumen tetap saya tangkap,”ujarnya kepada Reskrimpost, sejumlah LSM dan wartawan”.

Ya,mudah-mudahan apa yang dikatakan oleh Eko budi selaku kapolsek Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro jambi tidak hanya merupakan angin lalu.

Reskrimpost akan selalu memantau perkembangan  selanjutnya terhadap perkembangan dan penangkapan-penangkapan kayu illegal logging di kawasan Kecamatan Sei Gelam.

Kemudian sekitar pukul 24.00WIB  pihak kepolisian sektor Sei Gelam berhasil mengamankan kedua  truk bermuatan kayu illegal logging tersebut ke Mapolsek dan selanjutnya sekitar pukul 01.30 WIB truk itu digiring ke Kapolres Muaro Jambi dengan dikawal oleh kepolisian resort Muaro jambi team Patroli Multi Siaga ( PMS )***Ars***

————————————————————

Awas..!!! Penjara menanti pelaku korupsi dana BOS 2012

Jakarta,Reportase Kriminal Post-        Pemerintah akhirnya mencantumkan ancaman sanksi pada petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2012.

“Sayangnya, dengan mekanisme ini, banyak dana BOS yang tidak sampai ke tujuan,” ungkapnya. Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan ada dugaan pemborosan anggaran negara melalui pembelian buku teks yang menggunakan dana BOS. Nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Peneliti Bidang Pelayanan Publik ICW Febri Hendri menyatakan, kasus ini terjadi pada 2011, di mana setiap siswa di jenjang pendidikan dasar diwajibkan memiliki buku Pendidikan Jasmani,Olah Raga, dan Kesehatan untuk jenjang SD dan SMP.Juga buku teks Seni Budaya dan Keterampilan untuk jenjang SMP.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, dalam juknis tersebut tercantum sanksi untuk menindak sekolah yang melakukan pungutan. “Kita ingin buktikan anggaran yang sudah naik dapat dimanfaatkan dengan baik dan masyarakat bebas dari biaya operasional,” kata Nuh di Jakarta kemarin.

Tetap semangat belajar di tengah minimnya sarana dan prasarana

Dalam Permendikbud No 51 Tahun 2011 tentang Juknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS 2012 tercantum sejumlah sanksi yang diberikan pada sekolah atau oknum penyelenggara sekolah jika menyalahgunakan dana BOS. Ancaman sanksi itu tercantum dalam Bab IV yang menyebutkan bahwa sanksi yang akan dijatuhkan adalah sanksi kepegawaian berupa pemberhentian, penurunan pangkat, dan mutasi.

Pemerintah juga menambahkan sanksi ganti rugi yaitu pengembalian dana BOS yang disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau kas negara. Sanksi yang lebih keras juga tercantum dalam aturan itu, yakni ada penerapan proses hukum mulai dari proses penyelidikan, penyidikan,dan peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.

Juknis juga menyebut bahwa pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya pada kabupaten/kota jika pelanggaran itu dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan. Nuh menjelaskan,ke depan penyaluran dana BOS akan diawasi langsung Wakil Presiden Boediono.

BOS merupakan salah satu instrumen penting dalam penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun. Karena itu, tegas  mantan Rektor ITS ini, juknis itu dibuat dengan terperinci sehingga BOS yang masuk dalam ranah akademik tidak bergeser ke urusan hukum. “Aturan dibuat secara fleksibel sehingga manajemen berbasis sekolah dapat diterapkan. Ikuti mekanismenya sehingga aman dalam pelaksanaan dan dapat dipertanggung jawabkan,” saran Nuh.

Lebih lanjut Mendikbud mengungkapkan, alokasi dana BOS tahun depan dinaikkan 40% menjadi Rp23 triliun.Kenaikan ini untuk memastikan agar pendidikan dasar tidak lagi memungut biaya atas nama apa pun.Menurut Nuh, berdasarkan survei yang dilakukan, sekolah masih kerap memungut karena dana BOS tidak cukup atau BOS digunakan untuk rehabilitasi sekolah yang rusak. Karena itu, pemerintah kemudian menaikkan alokasi dana BOS dan mencanangkan gerakan nasional rehabilitasi sekolah rusak.

Kedua langkah ini untuk mencegah ada penyalahgunaan dana BOS.Nuh juga menyatakan, juknis BOS sudah dibagikan kepada pejabat di 33 provinsi. Hal senada diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono. Menurut dia, penyaluran dana BOS pada 2012 semakin diperketat. Menurut dia, pemerintah akan menempatkan tim di setiap provinsi untuk mengawasi penyaluran dana BOS ini.

Agung menjelaskan, langkah pengawasan ini harus dilakukan karena masih banyak terjadi penyimpangan penggunaan dana BOS. Di sejumlah daerah, dana BOS bahkan tidak sampai ke tujuan. Pada 2010 prosedur penyaluran dana BOS dari pusat ke sekolah berjalan relatif lancar. Namun, mekanisme itu ternyata bertentangan dengan semangat otonomi daerah.Kemudian pada 2011 mekanismenya diubah yakni penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat ke kabupaten/kota kemudian diteruskan ke sekolah.***Ant.H***

——————————————————————

PEMBUNUH DUA MAHASISWA BERHASIL DIRINGKUS

 

Sidoarjo , Reportase Kriminal Post 

Tidak sampai sehari, petugas Polres Sidoarjo, Jatim berhasil membekuk pelaku pembunuhan 2 mahasiswa di Perumahan Deltasari Indah di Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Jumlah pelaku sebanyak 2 orang dan satu di antara pelaku 5 kali masuk penjara.

 

Kedua pelaku itu adalah Irwan, warga Menanggal Surabaya dan Nanang, warga Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Kedua pelaku selama ini dikenal oleh kedua korban yang tewas. Penangkapan terhadap kedua pelaku setelah petugas Polres Sidoarjo mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kepada Reportase Kriminal Post, Kamis (11/10), Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki menegaskan,” dari kedua pelaku polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua pedang, 1 pisau, 1 bor, laptop, dan HP.

Khusus untuk pelaku bernama Irwan, dia bukanlah pemuda berkelakuan baik. Pria yang mulai dari kaki sampai wajah ada tatonya itu,  katanya, pernah terlibat tindak kriminalitas. “Pelaku merupakan residivis kasus 365 (pencurian dengan kekerasan),” katanya.

Bahkan, kabarnya, Irwan telah 5 kali keluar-masuk penjara. “Sebelumnya, saya  sudah 4 kali masuk bui, kasus sajam dan curas,” aku Irwan kepada wartawan.

Kasus pidana yang melibatkan Irwan selalu terkait dengan modus meminta uang secara paksa. Setelah tidak dikasih, pelaku dianiaya dan sepeda motornya dirampas. “Saya pernah melakukan (kejahatan itu) di Surabaya dan kota lainnya,” tambahnya.

Untuk pelaku Nanang pernah terlibat curas dengan S (DPO) di 4 TKP. Dalam menjalankan aksinya, Nanang berperan sebagai joki. Lokasi TKP curas yang pernah dilakoni Nanang di antaranya di Sumput Sidoarjo, Mojokerto, dan jalan kampung Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Seperti diketahui, terjadinya pembunuhan sadis atas 2 mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya di Perumahan Deltasari Indah, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Ada satu korban luka-luka berat bernama Ardi (24) yang bertempat tinggal di RT 1 RW 11 Blok BF 12A perumahan Deltasari Indah Desa Kureksari, Kecamatan Waru. Di rumah Ardi inilah tempat terjadinya pembunuhan. Sedangkan 2 korban tewas adalah Fingky Kristianto, warga Kureksari dan Jonathan, warga Blok AA Perumahan Deltasari Indah.***Dinda S***

——————————————————————————————–

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terupdate & Terpercaya