Arsip Kategori: POLITIK

PEMBUAT KEBIJAKAN,ELITE POLITIK DAN MASYARAKAT INDONESIA

Jakarta_RESKRIM

Polemik pilkada (pemilihan umum kepala daerah) serentak dan munculnya calon tunggal di tujuh kota dan kabupaten di tanah air, barangkali, tidak pernah terpikirkan oleh pembuat kebijakan, elite politik, dan masyarakat Indonesia. Dalam benak pembuat kebijakan kala itu, barangkali yang terpikirkan hanya pemilihan serentak akan membawa efisiensi dana dan energi pelaksanaan tugas kenegaraan.

Pilkada serentak diidealkan bakal membawa perbaikan bagi sistem politik di Indonesia. Pilkada serentak diharapkan juga menjadi pembelajaran proses demokrasi yang lebih baik bagi negara, elite politik, dan masyarakat sipil. Tapi, siapa sangka yang terjadi kini justru menimbulkan masalah baru?

Kondisi chaos, bermasalah, adalah hal lumrah dalam setiap proses transformasi sosial politik. Faktanya, mimpi membangun negara demokrasi yang ideal dan menyejahterakan rakyatnya tak berjalan mulus dan damai.

Sejarah membangun tata pamong, karakter bangsa, dan nasionalisme yang digagas oleh para pendiri bangsa barangkali sudah berkali-kali kita baca dan pahami. Benedict Anderson (1992) menuliskan bahwa bangsa adalah komunitas terbayang ( imagined community) yang terbangun melalui berbagai simbol, landscape, kebiasaan, dan lain-lain yang dirasakan sama, dan didukung print-capitalism seperti surat kabar. Maka, sama halnya rasa kebangsaan, proses berdemokrasi juga ada karena disatukan perangkat material tersebut.

Impian menjadi lebih baik selalu menjadi spirit para ”pemimpin baru” republik ini. Muaranya adalah membawa negara dan bangsa ini menjadi lebih tertata dan berpranata seperti negara-negara Barat yang sistem demokrasinya dilihat lebih ideal dan pantas dicontoh.

Persoalan mendasar yang sering kali dilupakan dalam proses imitasi ini adalah perbedaan signifikan aspek kultur dan karakter budaya dalam masyarakat kita yang berbeda dari negara Barat yang dicontoh itu. Karakter dan budaya masyarakat yang tidak bisa didefinisikan dan diidentifikasi secara sepihak oleh penguasa atau oleh kelompok yang merasa berkuasa inilah yang sebenarnya menentukan perikehidupan bangsa ini.

Rakyat barangkali tidak paham dengan perubahan sistem politik yang terjadi. Apa itu pilkada serentak, bagaimana modelnya, mengapa ada, dan mengapa hanya ada calon tunggal? Barangkali hanya sebagian rakyat yang paham, terutama mereka yang berpendidikan (walaupun belum tentu semuanya juga memperhatikan dan mengikuti), kaum kelas menengah yang well-acknowledged dengan politik, atau rakyat yang tahu hak dan kewajibannya sebagai warga negara, atau kalangan yang peduli dengan transformasi dan perubahan sistem dan proses politik di tanah air ini.

Polling Suara Rakyat

Dalam sistem demokrasi di negaranegara Barat, baik soal pelaksanaan sistem demokrasi maupun penentuan dan pemilihan pemimpin, ada satu kebiasaan yang menjadi salah satu alat demokrasi, yaitu penggunaan polling atau jajak pendapat.

Polling dipakai sebagai salah satu metode menjaring asprasi rakyat tentang apa pun. Tentang perlu tidaknya perubahan, penting tidaknya sebuah wacana, setuju tidaknya sikap rakyat terhadap suatu hal, dan sebagainya. Polling juga dipakai untuk menjaring suara rakyat tentang siapa pemimpin yang disukai atau tidak disukai, siapa yang dianggap pantas, serta tingkatan persentase dukungan rakyat terhadap pemimpinnya.

Polling adalah cara yang lebih cepat dan relatif akurat mengetahui secara kuantitatif suara mayoritas numeric (berdasar hitungan angka) terhadap wacana yang kontroversial pro dan kontra, suka dan tidak suka, dan yang banyak namanya disebut dan tidak disebut.

Di Indonesia, polling sudah digunakan dalam berbagai pemilihan pemimpin di tingkat nasional dan di daerah sejak masa reformasi. Di era Orde Baru, polling tidak pernah ada, karena rezim otoritarian tidak membutuhkan polling rakyat.

Namun, polling di tanah air selama ini dipakai hanya sebatas untuk menentukan tingkat elektabilitas kandidat-kandidat yang akan maju dalam pemilu dan pilkada.

Bagaimanapun, fungsi proses pembelajaran tentang polling yang digunakan di Indonesia selama ini menjadi signifikan saat ini ketika masyarakat beberapa daerah, termasuk Surabaya, hanya memiliki calon tunggal. Pertanyaan yang muncul: apakah calon tunggal ini benar-benar pemimpin yang paling disukai dan dimaui rakyatnya? Atau, apakah calon tunggal ini adalah yang dimaui atau didukung partai politik pengusungnya saja?

Jika jawabannya yang pertama, polling bisa digunakan untuk mengetes kebenaran jawaban ini. Jika benar pemimpin daerah itu yang paling disukai oleh rakyatnya, apakah hasil jajak pendapatnya benar-benar 100 persen?

Jika nama calon tunggal disaingkan dengan ”bumbung kosong”, apakah nama calon tunggal tadi benar-benar dipilih 100 persen rakyatnya?

Mungkin sekarang polling perlu dilemparkan kepada rakyat yang daerahnya hanya memiliki calon tunggal yang dipermasalahkan oleh undangundang dan para elite politik di Jakarta. Sebagai contoh, di California, pada 2003 pernah dilakukan polling kepada masyarakat di sana apakah perlu dilakukan ” recall election” atau pemilihan ulang terhadap gubernur petahana?

Jika perlu, ”siapa yang akan menjadi pemimpin alternatif menurut rakyat?” Polling di California menunjukkan bagaimana rakyat aktif menentukan nasib politik di wilayahnya sendiri, meski semua telah diatur undang-undang.

Barangkali, siapa pun yang akan mengambil inisiatif ini, polling perlu dilakukan untuk menjaring suara rakyat yang sesungguhnya ”perlukah pilkada ditunda?” atau, ”perlukah ada pejabat kepala daerah?” Jika perlu, ”siapa yang disukai oleh rakyat menjadi penjabat kepala daerah?” Sehingga meminimalkan terjadi penyalahgunaan kepentingan politik dan power-bias penunjuk penjabat maupun yang ditunjuk sebagai penjabat.(Antn H)

Iklan

TERANCAM BERIKAN HAK PILIH!!!30.633 JIWA TAK MILIKI e-KTP

MUAROJAMBI_RESKRIM

 

 

Dari 60.595 Masyarakat Muarojambi yang belum memiliki E-KTP sebanyak 30.633 jiwa yang bisa memberikan hak suaranya dalam Pilkada Serentak pada 15 februari 2017 mendatang.
Sementara sisanya sebanyak 29.962 jiwa dikarenakan tidak memiliki surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Muarojambi. Ini tentu menjadi PR tersendiri bagi Instansi terkait karena hak pilih yang seharusnya dapat menjadi pendidikan berdemokrasi bagi masyarakat tidak bisa terealisasi dengan optimal.

Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Sungai Gelam yakni  sebanyak 11.581 penduduk yang tidak punya E-KTP hanya 2.760 jiwa yang bisa memberikan hak suara sedangkan sebanyak 8.831 tidak memiliki surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama Jambi Luar Kota (Jaluko) dari 10.557 penduduk yang tidak memiliki E-KTP hanya 1.926 yang bisa memberikan hak suara atau 8.631 berpotensi tidak bisa berpartisipasi di TPS dalam Pilkada Muarojambi 2017 nanti. sedangkan jumlah terkecil berada di Kecamatan Bahar Utara sebanyak 989 jiwa yang tidak memiliki E-KTP namun 606 jiwa sudah bisa memberikan hak suaranya, atau hanya 383 jiwa yang terancam tidak boleh ke TPS.

Data yang dihimpun dari sidang Pleno penetapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data KPU Muarojambi beberapa waktu lalu tentu menjadi perhatian tersendiri karena waktu Pilkada Muarojambi hanya tinggal lebih kurang 4 bulan lagi.(Harvery)

MASSA PENDUKUNG ATM MEMBLUDAK

MUAROJAMBI_RESKRIM

 

 

 

Suasana di kediaman paslon bernomor urut 2 nampak ramai dengan massa pengusung dan simpatisan.
Pantauan harian ini di lapangan pada Sabtu,05/11 lalu,kehadiran massa pendukung memberikan dukungan penuh atas paslon yang dijagokan dengan nomor urut 2  untuk duduk di kursi orang nomor 1 di Kabupaten Muarojambi.
Berdasarkan pantauan di sejumlah Kecamatan dan  desa yang ada di Kabupaten Muarojambi,jumlah dan tingkat  persentase pengusung paslon nomor urut 2 mulai naik drastis.
Sejumlah simpatisan  dan pendukung Agustian Mahir ketika diminta keterangan,meminta namanya jangan disebutkan mengatakan,”bagaimanapun, kami pendukung  tetap  keluarga Mahir,sejak dari Cik Burhannudin hingga kini ko,sebutnya.
Sementara paslon dengan nomor urut 2 calon orang nomor 1 di Kabupaten Muarojambi,Agustian Mahir ketika dikonfirmasi pada Sabtu,05/11 kemarin terkait dengan pesta demokrasi 2017 mendatang mengatakan,memang luar biasa ,4 paslon  siap bertarung. Saat ini massa pengusung kita yang loyal masih ada,mengenai kekuatan massa kita,untuk sekarang belum kita publikasikan,namun nanti di hari H-nya,baru akan kita perlhatkan.
Ditambahkannya,untuk saat ini,simpatisan terus mendatangi kita,sebutnya. Dan harapan saya,pesta demokrasi 2017 mendatang,adalah awal perubahan untuk Muarojambi yang lebih baik,tutupnya.( Harvery)

MASNAH: MESKI DIGUYUR HUJAN PENUHI UNDANGAN MASYARAKAT

Muarojambi_RESKRIM

 

Meski diguyur hujan, akses jalan di Bahar Utara yang rusak parah.  Hal itu tak membuat  srikandi kandidat kuat di Pemilihan Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro – Bambang Bayu Suseno atau lebih dikenal dengan sebutan  MB3 tetap memenuhi undangan Tokoh Masyarakat dan warga Desa Bukit Jaya, pada Jumat pagi beberapa waktu lalu.

Jalan poros menuju desa yang belum sama sekali tersentuh aspal ini, licin dan berlumpur. Tak ayal, kondisi jalan yang semakin buruk terlebih dengan datangnya hujan, memaksa Masnah beberapa kali turun dari mobil yang kesulitan menembus  medan jalan. Kondisi ini seakan menantang  srikandi terbaik  dari Bumi Sailun Salimbai itu dalam menemui masyarakatnya.

“Pantang menyerah,” kata Masnah yang harus menapaki jalan penurunan yang licin.

Masnah yang ngotot menemui warga desa transmigrasi dari tahun 2006 ini,akhirnya bertemu dengan puluhan Tokoh Masyarakat Desa Bukit Jaya dan desa sekitar. Seperti halnya Masnah, para Tokoh masyarakat juga tetap setia menunggu hingga beberapa jam lamanya.

“3 jam menunggu tak masalah. Kami memang berharap Ibu (Masnah,red) datang kesini. Tapi kami lebih menginginkan Ibu jadi Bupati kami,” sebut Paryandi.

Seperti pertemuan sebelumnya, Masnah kembali mendapati keluhan masyarakat. Seperti pada akses jalan utama desa yang memiliki 1.600 mata pilih itu. Buruknya jalan membuat petani kesulitan membawa keluar hasil perkebunan mereka. Aktifitas sekolah pun terganggu bila kondisi jalan rusak.

“Kalau hujan ya begini. Jalan susah, sawit  tak bisa keluar. Parahnya, ya busuk sendiri,” kata warga.(Bowo)

CAWABUP PASLON NOMOR URUT 3 SAMBANGI PESTA NIKAH DI MENDALO

MUAROJAMBI_RESKRIM
Para Cabup cawabup  berlomba mencari simpati masyarakat Muarojambi dengan berbagai cara seperti mengunjungi acara  pernikahan. Cabup cawabup memanfaatkan kesempatan atau moment seperti itu meskipun waktu kampanye belum tiba. Sementara pada Jumat,28/10 lalu,deklarasi dan kampanye damai baru saja digelar di lapangan kantor Bupati Muarojambi.
Pada pantauan harian ini di lapangan,kesempatan dimanfaatkan oleh Bambang Bayu Suseno(BBS),pada Minggu,30/10  pukul 13:28WIB kemarin di Desa Mendalo Kecamatan Jambi luar kota(Jaluko) untuk mencari simpatisan dengan menghadiri acara pernikahan pasangan  Rina Siregar dan Antos Siahaan. Bambang Bayu Suseno(BBS) menyampaikan permohonan dan doa restu dari masyarakat Desa Mendalo untuk mendukungnya. Dan tak lama setelah perginya Cawabup paslon dengan nomor urut 3,Bambang Bayu Suseno(BBS),muncul Kepala sekolah SMKN 1 Muarojambi,Bukri,SP beserta istri dan selang  beberapa jam,hadir pula Kepala Sekolah  SMKN 8 Sebapo,drs.Raflis beserta istri.
Secara terpisah,sejumlah masyarakat  yang minta namanya jangan dituliskan ketika dikonfirmasi terkait kedatangan Cawabup,Bambang Bayu Suseno(BBS) wakil dari Cabup bernomor urut 3 pada Minggu,30/10 kemarin mengatakan,” ya.biasalah. Beliau meminta dukungan untuk pesta demokrasi pilbup 2017 mendatang,tutupnya.(Harvery)

KAILANI MEMINTA,BUKAN HANYA ASN TETAPI PERANGKAT DESA HARUS NETRAL PADA PILKADA MUAROJAMBI 201700

M

    uarojambi_RESKRIM

    Mengantisipasi potensi pelanggaran pilkada yang diprediksi bakal marak di Muaro Jambi, Pejabat Bupati Muaro Jambi, Kailani meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di ruang lingkup Kabupaten Muaro Jambi untuk tetap Netral pada pemilihan bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi tahun 2017 mendatang.
    Dikatakannya,bukan hanya pegawai negeri saja melainkan kepala desa dan perangkat desa pun harus mengambil sikap netral terhadap event pesta demokrasi pada pilbup tahun 2017 ini.ungkapnya beberapa waktu lalu.
    Dilarang keras bagi ASN dan kepala desa serta perangkat desa untuk turut dalam kancah pilbup dengan politik praktis,sebutnya.
    Harapan beliau,siapapun yang masih berstatus ASN dan kepala desa juga perangkat desa,tak diizinkan dalam politik praktis,baiknya adalah bersikap netral.(Harvery)

4 PASLON CABUP CAWABUP MUAROJAMBI GELAR KAMPANYE DAMAI

MUAROJAMBI_RESKRIM
KPU Muaro Jambi pada Jum’at 28/10 kemarin adakan ceremonial kampanye damai dan pawai berintegritas untuk menandai masa awal kampanye bagi 4 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muaro Jambi 2017 mendatang. Acara berlangsung meriah,yang dihadiri oleh ke 4 paslon beserta rombongannya. Pantauan harian ini di lapangan,masyarakat nampak antusias untuk menyaksikan iring-iringan mobil pawai kampanye yang memadati seluruh bahu jalan. Rute iringan pawai kampanye damai dimulai dari lapangan kantor bupati melintasi jalan Desa Pematang Pulai menuju Jambi Kecil selanjutnya jalan Desa Setiris dan finalnya di lapangan kantor bupati.
Acara ini secara langsung merupakan moment perkenalan,yang selama ini masyarakat tidak kenal menjadi kenal dengan ke 4 paslon bupati dan wakil bupati Muarojambi. Kampanye damai berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. Dalam ceremonial kampanye damai ini, PJ. Bupati Muaro Jambi,Kailani,SH,M.Hum menyampaikan kata sambutan “Saya sangat mengapresiasi yang telah dilakukan oleh seluruh penyelenggara dan diharapkan untuk semua pasangan calon agar melakukan kampanye dengan damai dan berintegritas agar tercipta suasana yang aman, tertib, dan damai dalam masa pelaksanaan kampanye”,sebutnya. Selanjutnya, acara diakhiri dengan pengibaran bendera untuk pelepasan seluruh peserta kampanye damai oleh PJ. Bupati Muarojambi,Kailani,SH,M.Hum dan Kapolres Kabupaten Muaro Jambi,AKBP.Dedy Kusuma Siregar.(Harvery)