Suatu hal yang sangat essensial dan selalu mendapatkan baik kecaman,kritikan dan cemooh dalam kepemerintahan adalah pemimpin. Pemimpin merupakan suatu sosok yang selalu menjadi sorotan publik karena seluruh gerak dan aktivitas dari program mereka menjadi titik fokus mereka melangkah dan memimpin. Melalui program dan misi ,visi mereka sangat jelas kemana suatu kota akan dibawa dan dibangun.

Program yang sangat baik dan berisi dengan point-point vital akan menjadi baik ketika program tersebut dapat direalisasikan dan tepat pada penggunaan anggaran yang stabil dan konstan sehingga tidak terjadi penguapan anggaran yang hanya berujung kesia-siaan.
Pemimpin seharusnya memiliki visioner yang tinggi dan mampu mengambil langkah serta kebijakan di dalam melaksanakan program,visi dan misinya. Hal tersebut harus diperuntukkan kepada dirinya,bawahannya dan masyarakat tanpa ada kecualinya. Memimpin masyarakat dan membangun suatu program yang mengacu kepada ketertiban,kedisiplinan,keasrian,ketaatan pada peraturan pemerintah setempat haruslah berawal dari pemimpin itu sendiri.
Banyak pemimpin memaksakan program,visi dan misi mereka kepada anggota bawahannya , masyarakat namun tidak pernah diterapkan terhadap dirinya sendiri sehingga berakhir dengan tumpang tindihnya program yang telah digulirkan.
Program,visi dan misi seorang pemimpin akan berjalan dengan baik ketika koordinasi dengan setiap instansi pemerintah dan sikap tegas di dalam melaksanakannya dan didukung oleh masyarakat yang tentunya merupakan kekuatan inti dari sebuah wilayah atau provinsi. Sebuah Kota tidak akan mengalami penataan yang baik ketika setiap instansi saling membanggakan kehebatan dan kekuatan instansi masing-masing dan tidak terdapat koordinasi yang solid sehingga dapat berlangsung hanya sesaat dan tidak lama kemudian akan menjadi suam-suam kuku.
Seorang pemimpin harus mengetahui jelas titik penting instansi sebagai frontir dalam menangani titik permasalahan penataan kota. Dalam penataan sebuah kota dibutuhkan instansi frontir yakni meliputi Satpol PP, Instansi Rencana Tata Ruang dan Wilayah, Badan Lingkungan Hidup,walikota yang mengambil langkah kebijakan dan sesuai dengan peraturan pemerintah,peraturan daerah,keputusan gubernur dan undang-undang yang berlaku dengan tegas dan solid sehingga tidak ada istilah kelupaan,lemahnya peraturan dan undang-undang yang mengatur ketertiban dan penataan sebuah kota.
Pemimpin dituntut untuk bersikap arif bijaksana,penuh visioner,dan tegas di dalam mengambil kebijakan-kebijakan ketika menemui suatu permasalahan yang berhubungan dengan Kota yang dipimpinnya. Intinya Pemimpin harus flexibel dalam mengambil keputusan,bijaksana,memiliki kebijakan-kebijakan dan disiplin dalam menetapkan suatu sanksi dan harus nyata yang bila perlu disertai dengan eksekusi.***(Harvery,pengamat kolumnis,dan pemerintahan)

 

Iklan