Suroso Digelandang ke PN Tipikor Jambi Dugaan Kasus Korupsi Dana Bansos

JAMBI_RESKRIM

Setelah lama ditunda,dan dalam  proses pengumpulan bukti oleh Kejari Sengeti. Akhirnya kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial(Bansos) bibit karet di Desa Petaling Kecamatan Sungai Gelam digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Klas IA  Jambi pada hari Rabu,26/01 lalu.
Agenda sidang digelar sekira pukul     15.32  WIB  bertempat di ruang sidang Kartika.

Dalam sidang tersebut pihak majelis hakim meminta kesaksian  dua orang saksi terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi oleh tersangka yang bernama Suroso.
Bagariang,salah satu saksi yang juga menjadi badan pengawas di KUD Marga Jaya Sungai Gelam ketika ditanyakan hakim ketua,apakah yang saudara ketahui tentang adanya dugaan kasus korupsi di KUD Marga Jaya?
Bagariang mengatakan,bahwa dirinya dan rekan kelompok tani seperti mimpi mendapatkan bantuan bibit karet sedangkan selama ini,kawasan mereka diketahui hanya membudidayakan tanaman sawit,bebernya kepada majelis hakim.
Lebih lanjut dikatakannya,anehnya bibit karet yang dikirim pada pagi hari dan berada di rumah saudara Fathur Rahman namun ,sorenya telah tidak ada. Tidak tahu  kemana bibit karet tersebut dibawa.
ditanyakan lanjut oleh majelis hakim,apakah dalam aktivitasnya,KUD Marga Jaya ada yang aneh?
dijawab,ada. Seperti terdapatnya  keanggotaan dalam pembukuan,yakni 160 anggota dinyatakan anggota luar biasa.  Anggota luar biasa itu ,saya tidak tahu siapa,terangnya kepada hakim ketua.  Hal yang lebih ganjilnya , ketika ditanyakan kepada bendahara ,kas KUD Marga Jaya yang ada kemana?dijawab bendahara ,”bahwa dana tersebut dibelikan bibit karet”.
Sementara ketika  majelis hakim menanyakan kemana bibit karet tersebut dibawa,Bagariang mengatakan saya tidak tahu. Majelis hakim mengajukan puluhan pertanyaan kepada kedua saksi persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial(Bansos) tahun 2007 yang membuat kedua saksi semakin panas suasananya.
Pihak Jaksa penuntut umum(JPU),Fauzan mencecar saksi dengan belasan pertanyaan yang sempat membuat majelis hakim interupsi untuk mendinginkan suasana persidangan.
Sementara tersangka dugaan kasus korupsi dana Bansos bibit karet,Suroso pantauan harian ini hanya nampak terpaku dan diam seribu bahasa.(Harvery)

 

Iklan

Kasat Reskrim Polres Batanghari Dampingi SAD Mediasi Dengan PT Bahar Pasifik

Bungku_RESKRIM
Dalam rangka mediasi dan mengumpulkan alat bukti kepemilikan tanah wilayah adat yang diakui oleh warga Suku Anak Dalam ( SAD ) Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, yang saat ini diduga ditanami pohon sawit oleh pihak PT. Bahar Pasifik di wilayah hukum desa tersebut. Pada  rabu 11 januari 2016 sekira pukul.13.45 wib lalu, Kasat Reskrim Polres Batanghari,Ajun Komisaris Polisi. Yumika Putra turun langsung ke Desa Bungku guna  mempertemukan antara warga Suku Anak Dalam ( SAD ) Desa Bungku dengan pihak PT. Bahar Pasifik.


Pertemuan  dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP.Yumika Putra,SH   danTemenggung Sembilan Bilah, Herman Basir bersama warga SAD di desa tersebut tampak berjalan dengan tertib aman dan lancar, bertempat dibawah tenda darurat milik warga SAD di Desa Bungku.


Kasat Reskrim Mapolres Kabupaten Batanghari, AKP.Yumika Putra, saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media usai menggelar pertemuan di lokasi tersebut, enggan berkomentar karena menurutnya proses hukum masih dalam tahap Pra Lidik atau tahap pengumpulan data  dari kedua belah pihak, yakni data dokumentasi yang dimiliki oleh SAD dan memverifikasi data hak milik yang dikantongi oleh PT.Bahar Pasifik.


Ketua RT Dusun 01, Almin, saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa, sejak tahun 2006 lalu hingga kini bagi hasil buah sawit yang ditanam oleh pihak PT. Bahar Pasifik diatas tanah wilayat adat milik warga SAD Desa Bungku, diketahui tidak pernah diterima oleh warga SAD yang masih ada hak atas hasil buah sawit yang ditanami oleh pihak perusahaan PT Bahar Pasifik tersebut.


” Saat ini kelompok tani Desa Bungku belum menerima hak ganti rugi atas 150 hektar lahan yang ditanami pohon sawit oleh PT.Bahar Pasifik, sejak kesepakatan kerjasama disepakati mulai dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2016 lalu ganti rugi dari perusahaan tersebut belum juga diterima oleh kelompok tani beringin mandiri ini. begitu juga ganti rugi kepada hak milik pribadi sebanyak 12 hektar dan ada juga yang 44 hektar juga diketahui belum diselesaikan oleh pihak perusahaan tersebut”, Ujar Almin


Menurut Almin , dulu memang pernah mengutus Humas Kelompok tani  bernama  Anjer Manurung dan  memberi kuasa agar dapat  menyelesaikan persoalan ini ke pihak Perusahaan, Namun hingga kini anggota kelompok tani yang ada haknya belum juga menerima haknya dari perusahaan tersebut. dia juga berharap kepada pihak Polres Batanghari agar dapat memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan itu.


Sedangkan Temenggung sembilan bilah, Herman Basir mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Batanghari agar cepat menyelesaikan persoalan ini, ya,agar cepat terselesaikan.


“Saya berharap dalam penyelesaian persoalan ini agar pihak Polres Batanghari yang menangani persoalan ini agar mengedepankan  transfaransi dan berharap kepada pihak polres dalam menyelesaikan persoalan ini tidak memanggil satu persatu sebaiknya memanggil secara serentak”. Harap Herman Basir ( Temenggung Sembilan Bilah ).

Sayangnya pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, Utut Adianto, tidak hadir dalam pertemuan.(Harvery)

Kepsek SMKN 1 Muarojambi Curhat Kepada Gubernur

Muarojambi_RESKRIM
Gubernur Jambi, Zumi Zola Senin pagi ini (17/10) menjadi pemimpin upacara di SMKN 1 Muaro Jambi. Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jambi ini pun tidak disia sia kan oleh pihak sekolah untuk mengadu terkait kondisi sekolah mereka yang dinilai belum maksimal.
Kepala SMKN 1 Muaro Jambi,Bukri mengatakan, meskipun usia SMKN 1 Muaro Jambi masih tergolong labil namun pihaknya berharap Zola bisa mengambil langkah guna memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut.
“Kami masih kekurangan guru kejuruan, guru teknologi dan Pariwisata. Selanjutnya Peralatan Praktek dan penunjang lainnya kami masih banyak yang kurang,”sebutnya.
Ia juga mengaku, sampai saat ini pihak sekolah belum ada satupun melakukan kerja sama dengan para pelaku perusahaan khususnya swasta. “Sehingga kita belum bisa menjamin nantinya siswa ini apakah bisa langsung bekerja atau tidak,” jelasnya.
“Kami berharap adanya pak Gubernur Jambi, bisa menyelesaikan masalah disini,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Zola pun mengaku ke depan pihaknya akan berusaha untuk membicarakan terkait pemberian bantuan bantuan terhadap SMKN1 Muaro Jambi.
“Tadi sudah saya tanya ,butuhnya mesin untuk mesin praktek katanya. Nanti akan kita bicarakan kepada para CSR pendukung kita. Kalau masalah kondisi bangunan itu nanti akan kita masukan sekolah ini, karena Tahun depan kita akan bangun 1.500 kelas di sejumlah SMA dan SMK,” ucap Zola. (Harvery)

Politeknik Jambi MOU dengan SMK Negeri 1 Muaro Jambi

SMKN 1_RESKRIM
Penandatanganan nota kesepahaman/ memorandum of understanding (MOU) antara Politeknik Jambi dengan SMK Negeri 1 Muaro Jambi ditandatangani, Sabtu 23 Maret 2016. Darmuji Jais,S.Ag,M.Pd selaku Pembantu Direktur I (PD I) mewakili Politeknik Jambi dan Bukri,SP selaku Kepala Sekolah mewakili SMK Negeri 1 Muaro Jambi .
Dalam sambutannya Darmuji Jais menyatakan bahwa MOU adalah merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut Darmuji juga menjelaskan sejarah berdirinya Politeknik Jambi dari semenjak awal alih kelola di tahun 2007 hingga sampai saat sekarang ini. Saat ini Politeknik Jambi sudah memiliki gedung sendiri yang diresmikan oleh Gubernur Jambi bertepatan dengan wisuda mahasiswa ke-7 pada tanggal 20 Januari 2014. Alumni Politeknik Jambi saat ini 90 persen sudah bekerja dan terserap di dunia industri.
Darmuji juga memaparkan kemajuan Politeknik Jambi yang baru-baru ini telah melakukan MoU dengan delapan universitas di China. Isi dari MoU antara lain adalah program pertukaran mahasiswa ke China dan bagi siswa-siswi SMA/SMK yang akan melanjutkan kuliah ataupun magang akan di tes di Politeknik Jambi. Pemerintah China saat ini menyediakan 4000 beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang ada di China, tetapi realisasinya baru seperempatnya yang terisi.
Dalam sambutan balasannya Bukri,SP Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Muaro Jambi memaparkan bahwa SMK yang dipimpinnya adalah merupakan SMK tertua yang merupakan SMK favorit dan rujukan di Muaro Jambi.
Sebagai kepala sekolah, Bukri tidak henti-hentinya memotivasi siswanya untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Jambi sesuai dengan moto SMK Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha (BMW). Hal yang mengherankan, lanjut Bukri, alumni SMK Negeri 1 Muaro Jambi ternyata kurang dari 10 persen yang melanjutkan kuliah atau bekerja.
Pada dasarnya dalam kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP) siswa dipersiapkan untuk bekerja, tetapi yang bekerja juga kecil. Berbagai upaya telah dilakukan seperti seperti praktek kerja industri di perusahaan-perusahaan besar tetapi banyak yang tidak tahan dan pulang dengan berbagai alasan yang terkadang tidak masuk akal, lanjut Bukri.
Dengan MOU ini Bukri berharap Politeknik Jambi dapat memberikan kontribusinya dalam memotivasi siswa SMK Negeri 1 Muaro Jambi untuk mpunyai semangat melanjutkan pendidikan dan memberi tempat yang lebih banyak bagi siswa-siswa yang melaksanakan prakerin.(Harvery)