GAGAL LANDING PESAWAT WALET AIR JATUH 60 PENUMPANG MENINGGAL DUNIA


JAMBI_RESKRIM
Beberapa jam yang lalu pesawat Walet Air pada Rabu Pagi,31/08 mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 60 dari 100 penumpang yang di dalamnya meninggal dunia. Hasil investigasi awal,pesawat mengalami landing akibat angin kencang sehingga membuat pesawat menjadi kehilangan kontrol dan keluar dari lintasan dan terbakar.
Atas insiden tersebut ,pihak bandara Sulthan Thaha menyatakan,”dari 100 penumpang yang ada di dalam pesawat,60 orang meninggal,30 orang mengalami luka berat dan 10 orang lainnya mengalami luka ringan,sebutnya.

Berdasarkan hasil pantauan dari lokasi kejadian nampak pesawat Walet Air dengan tujuan Jambi-Jakarta tersebut, nyaris saja bagian seluruh pesawat hangus terbakar. Atas kesigapan dan cekatnya petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian serta berupaya menjinakan api yang membakar badan pesawat.

Bersamaan, petugas tim medis, Basarnas, BNPB dan petugas pengamanan dari unsur TNI maupun Polri berupaya menyelamatkan penumpang dari dalam pesawat.

Musibah kecelakaan pesawat walet air ini ternyata tidaklah sungguhan melainkan hanya simulasi yang digelar pihak Bandara Sultan Thaha Jambi dalam rangka simulasi atasi keadaan darurat yang biasa dilakukan setiap dua tahun sekali.

“ini simulasi dua tahun sekali. Jadi memang dilakukan dalam dua tahun dan kebetulan Bandara Sultan Thaha yang mendapatkan giliran dan dinamakan kegiatan Airport Emergency Exercise 2016 dengan Siginjai IV sebagai upaya koordinasi penangggulangan keadaan darurat bandara,” jelas General Manager Angkasa Pura II, Achmad Syahir padda Rabu,31/08.

Acara tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur jambi, Zumi zola. Kepada sejumlah awak media zola mengapresiasi kegiatan tersebut dan beliau juga berharap kedepannya dengan digelarnya simulasi ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua pengguna jasa,tutupnya.**Harvery**

Iklan

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Proxy War

Bogor_RESKRIM
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak elemen bangsa khususnya mahasiswa untuk menyiapkan diri dalam situasi proxy war. “Mahasiswa harus selalu menggunakan akal pikiran dan hati nurani serta sebagai pengawal tatanan masyarakat,” tegas Gatot saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa baru pascasarjana Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jumat 26 Agustus 2016 beberapa waktu lalu. Gatot menjelaskan, proxy war adalah suatu istilah yang digunakan sekarang untuk menggambarkan kondisi konfrontasi antara kekuatan-kekuatan besar dengan menggunakan pihak ketiga untuk menghindari konfrontasi langsung. Seperti situasi di Timur Tengah dengan Arab Spring sangat dipengaruhi perang sumber minyak.
Biasanya, lanjut Gatot, para “pemain pengganti” ini adalah negara-negara kecil atau bisa juga aktor non-negara seperti lembaga swadaya masyarakat, ormas, kelompok masyarakat atau individu.
Menurut dia proxy war ini terjadi karena adanya kebutuhan negara-negara besar akan sumber daya hayati di negara lain, karena adanya krisis kelangkaan pangan global.
“Ini karena lonjakan pertumbuhan penduduk dunia tidak seimbang dengan pertumbuhan ketersediaan pangan. Dan Indonesia mau tidak mau masuk dalam situasi itu, apalagi posisi Indonesia sangat strategis di dunia internasional,” terang Gatot.
Kondisi geografis Negara Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah jadi sasaran empuk kepentingan negara-negara lain yang mengincar kekayaan alam Indonesia. “Perang telah bergeser dari perang konvensional menjadi perang perebutan ekonomi, pangan, energi, dan air,” tambah Gatot.
Menurut dia, banyak cara yang dilakukan dalam melemahkan suatu negara dalam proxy war ini, di antaranya adalah menghancurkan generasi muda suatu negara melalui penyebaran budaya konsumtif, narkoba, adu domba, judi, dan lain-lain.
Gatot mengatakan bahwa yang dapat dilakukan adalah kembali menjalankan nilai-nilai jati diri bangsa seperti nilai gotong royong, tolong-menolong, kemajemukan, dan budi pekerti sehingga tidak mudah dipecah belah.**Anton.H**

TNI Commander Invite Students Ready to Face Proxy War

Bogor_RESKRIM
TNI chief Gen. Gatot Nurmantyo invite elements of the nation, especially students to prepare themselves in the proxy war situation. “Students should always use the mind and conscience as well as the guardian of public order,” said Gatot in a public lecture to hundreds of new students graduate Defense University, Sentul, Bogor, Friday, August 26, 2016 some time ago. Gatot explained, proxy war is a term now used to describe the condition of the confrontation between the great powers by using a third party to avoid direct confrontation. As the situation in the Middle East with the Arab Spring is strongly influenced war oil resources.
Usually, more Gatot, the “substitute” are the smaller countries or also non-state actors such as NGOs, community organizations, community groups or individuals.
According to him proxy war is due to the need for the big countries will be of biological resources in other countries, due to the crisis of global food shortages.
“It’s because of surging world population growth is not balanced with the growing availability of food. And Indonesia would not want to get in that situation, let alone a highly strategic position of Indonesia in the international world,” said Gatot.
The geographical condition of the Indonesian state has abundant natural resources become targets the interests of other countries that target the natural wealth of Indonesia. “The war has shifted from conventional war to the struggle for economic, food, energy, and water,” added Gatot.
According to him, many ways of working to weaken a country’s proxy war, among which are destroying the youth of a country through the dissemination of consumer culture, drugs, fighting sheep, gambling, and others.
Gatot said that one can do is re-run values of national identity as the value of mutual cooperation, mutual help, pluralism, and the character that is not easily fractured. ** Anton.H **

Dandim 0732/Sleman Berikan Wasbang Kepada Paskibraka Kabupaten Sleman

Sleman_RESKRIM
Bertempat di Kantor Balatrans Kabupaten Sleman pada Senin malam beberapa waktu lalu,Dandim 0732/Sleman,Letkol Arm. Djoko Sudjarwo memberikan Ceramah tentang “Patriotisme dan Nasionalisme” kepada 33 siswa siswi Paskibraka Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut Dandim 0732/Sleman menyampaikan,” Penurunan jiwa nasionalisme dan semangat bela negara di kalangan generasi muda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan dan dalam tahap yang kritis untuk segera disikapi dan ditindaklanjuti. Karena hal tersebut,Kodim 0732/Sleman merasa peduli dan berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda khususnya di kalangan para pelajar.
Lebih lanjut dalam ceramahnya, Dandim mengajak para generasi muda khususnya pelajar yang tergabung dalam Paskibraka Tingkat Kabupaten Sleman agar mau menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai jiwa nasionalisme dan semangat bela negara yang tinggi. Dengan mempunyai hal tersebut, kita akan mampu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus-menerus di seluruh sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Sleman baik oleh Dandim maupun para Danramil di jajaran Kodim 0732/Sleman. Di akhir ceramah, Dandim berpesan agar para siswa belajar dengan tekun dan baik, tingkatkan prestasi, disiplin, cinta tanah air, taat dan hormat kepada orang tua/guru, mengisi kegiatan yang bermanfaat, menjaga lingkungan hidup dan hindari narkoba. Karena kedepan nasib bangsa dan negara berada di pundak para pelajar.**Dinda**

Dandim 0732 / Sleman Forces To Give Heritage nation flag raisers heritage Sleman

Sleman_RESKRIM
Housed in Balatrans Office of Sleman district on Monday night some time ago, Dandim 0732 / Sleman, Lieutenant Colonel Arm. Djoko Sudjarwo give a lecture on “Patriotism and Nationalism” to 33 students Forces flag raisers heritage Sleman.
On the occasion Dandim 0732 / Sleman expressed, “The decline in the spirit of nationalism and the spirit of defending the country among the young generation today is extremely worrying and in a critical stage to be addressed immediately and followed up. Because of this, Kodim 0732 / Sleman feel obligated to care and supervision to young generation, especially among students.
Further in his speech, the commander took the young generation, especially students who are members of Troop flag raisers heritage Sleman District level that would be a generation who have a spirit of nationalism and the spirit of defending the country is high. By having this, we will be able to do what is best for the nation and the state.
These activities will be carried out continuously throughout the schools are located in Sleman either by the commander or the Military Commander in the ranks of Kodim 0732 / Sleman. At the end of the lecture, the commander ordered that the students study diligently and well, increase achievement, discipline, patriotism, obedient and respectful to parents / teachers, fill worthwhile activities, protect the environment and avoid drugs. Because the future fate of the nation rests with the students. ** Dinda **

KORAMIL 415-05 / Sengeti JOINT SMK 1 Muaro Jambi PREPARING THE YOUNG GENERATION AS A DISCIPLINARY ENFORCEMENT Cadre LOVE THE CHARACTER AND GROUND WATER


MUAROJAMBI_RESKRIM
Coaching youth character, discipline and patriotism is needed in shaping the mental, moral and identity as well as the sublime character for learners who are held in schools so that each individual can develop themselves and actively in all activities and can create ideologue creative idea that is positive.


Besides implemented in the school, family and society should also participate in the formation and development of the character of the young generation because it greatly affects the success or failure of character building undertaken to inculcate and shaping the nature or determination derived from the values and norms embedded norms ranging from the family, school and society by instilling an attitude and a strong determination and discipline to learn in order to achieve what is aspired dreams.


With the assistance is good and right that will be expected of the boys and girls as young generation successor to the nation always uphold national values.
In response to the above Dandim 0415 /Batanghari, Trunk day, Lt. Col. Arm. Widodo Noercahyo through Danramil 415-05 / Sengeti, captain inf. Darminto coordinate with the Principal SMK 1 Muaro jambi Mr. Bukri.SP for conducting coaching youth oriented to the boys and girls in schools, especially schools in the target area Koramil 415-05 / Sengeti Muaro jambi, and thank God the father of principals welcoming and very enthusiastic and hope that this activity was carried out.


School is a formal educational institution that was decisive in forming the personality of boys and girls in school because of the nation’s young generation is strong and personality will not be easily deterred by any threat whatsoever.


This event was held for 5 (five) days from the date of 26 s / d 31 August 2016, with the materials that have been scheduled and coordinated with the school and staff, ranging from the development of physical (exercise in the morning) and the material for marching and mental development (bunion), for fostering young generation especially school age in addition to the formation of character for students / student at the school as well as efforts in fostering resiliency, for the school as a teaching and learning process has contributed a very large and important in shaping the character of the learner as the future generation who will lead this nation in the future.


On this occasion also Danramil 415-05 / Sengeti, Captain Inf. Darminto said that “education of young generation of character and love of the homeland will be successful if the family environment, school and each community can carry out their duties in accordance with what has been outlined and expected. But if one can not function properly then the process of character education, and patriotism will not succeed “. Thus the emphasis captain inf. Darminto. **Harvery **

KORAMIL 415-05/SENGETI BERSAMA SMKN 1 MUARO JAMBI MENYIAPKAN GENERASI MUDA SEBAGAI KADER PENEGAK DISIPLIN YANG BERKARAKTER DAN CINTA TANAH AIR


MUAROJAMBI_RESKRIM
Pembinaan generasi muda yang berkarakter,disiplin dan cinta tanah air sangatlah diperlukan dalam membentuk mental, moral dan jati diri serta budipekerti yang luhur bagi peserta didik yang diadakan di sekolah agar masing-masing individu dapat mengembangkan diri dan aktif dalam setiap kegiatan serta dapat menciptakan ide-ide yang kreatif yang bersifat positif.


Disamping dilaksanakan di sekolah,lingkungan keluarga dan masyarakat juga harus ikut berperan serta dalam pembentukan dan pembinaan karakter generasi muda karena hal tersebut sangat mempengaruhi berhasil tidaknya pembinaan karakter yang dilaksanakan yang bertujuan untuk menanamkan dan membentuk sifat atau tekad yang bulat yang diperoleh dari nilai dan norma-norma yang ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat dengan menanamkan sikap dan tekad yang kuat serta disiplin dalam belajar demi tercapainya apa yang dicita citakan.


Dengan memperoleh bimbingan yang baik dan benar yang nantinya diharapkan para siswa dan siswi sebagai generasi muda penerus bangsa selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.


Menyikapi hal tersebut diatas Dandim 0415/Batang hari, Letkol Arm. Widodo Noercahyo melalui Danramil 415-05/sengeti, kapten inf. Darminto berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Muaro jambi Bapak Bukri.SP untuk melaksanakan kegiatan pembinaan generasi muda yang berorientasi kepada para siswa dan siswi di sekolah terutama sekolah yang berada di wilayah binaan Koramil 415-05/sengeti Kabupaten Muaro jambi, dan alhamdulilah bapak kepala sekolah menyambut dengan baik dan sangat antusias serta berharap kegiatan ini segera dilaksanakan.


Sekolah adalah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian siswa dan siswi di sekolah karena bangsa yang generasi mudanya kuat dan berkepribadian tidak akan mudah tergoyahkan oleh segala ancaman apapun juga.


Kegiatan ini dilaksanakan selama 5(lima) hari mulai dari tanggal 26 s/d 31 agustus 2016 dengan materi-materi yang sudah dijadwalkan dan dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan staf,mulai dari pembinaan fisik (senam pagi) dan materi baris-berbaris serta pembinaan mental (bintal),karena Pembinaan generasi muda terutama usia sekolah disamping untuk pembentukan karakter bagi siswa/siswi di sekolah juga sebagai upaya dalam pembinaan ketahanan wilayah, karena Sekolah sebagai tempat kegiatan proses belajar mengajar mempunyai kontribusi yang sangat besar dan penting dalam pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa ini di masa yang akan datang.


Dalam kesempatan ini pula Danramil 415-05/sengeti, Kapten Inf. Darminto menyampaikan bahwa “ Pendidikan generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air akan berhasil apabila lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat masing-masing dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang sudah digariskan dan diharapkan. Namun jika salah satu tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik maka proses pendidikan karakter dan cinta tanah air tidak akan berhasil ”. Demikian penekanan kapten inf. Darminto.**Harvery**