Person UNIT CITY TRAFFIC POLICE SECTOR JAMBI REMOVE THE PICK UP BRINGS EAST OIL

JAMBI TIMUR_RESKRIM
Approximately at 17: 15WIB / Fri / 26/02/2016 for the post bhabinkamtibmas transport terminal Jambi sejinjang East Village, three people were the members of the traffic police unit carrying out the raid without a nameplate. 2 persons Avanza car wearing a milky white color, and the other was driving a two-wheeled motorcycle type / item King Yamaha.
The implementation dismiss certain cars, which shortly thereafter released. The talks took place in the post bhabinkamtibmas, shortly afterwards the driver was let go just like that.
Approximately at 18: 02WIB, pick up carry a stop not far from unscrupulous members of the traffic police. Furthermore, carry the pickup drove into the village freight terminal sejinjang. Shortly after, two officers following a traffic policeman on a motorcycle type / item Yamaha King. Looks unscrupulous members of other traffic police received a call from a colleague who had been chased into the transport terminal sejinjang East Jambi village by foot.
The talks lasted long enough, it is estimated approximately 20 minutes, after it emerged two members of the traffic police officers by motorcycle type / item Yamaha King followed the other associates.
Car pick up carry that carry charge 4 plus dozens gallon drum containing the oil drove freely past three unscrupulous members of the traffic police while sounding the klackson.
Ketika_RESKRIM intends to ask for information on the three individual members of the traffic police, the three were the members of the traffic police immediately walked away leaving the place Genesis Case (TKP) on Friday, 26/02/2016 / approximately at 18: 58WIB. *** Harvery ** *

Iklan

OKNUM SATUAN LALU LINTAS KEPOLISIAN SEKTOR KOTA JAMBI TIMUR LEPASKAN PICK UP MEMBAWA MINYAK

JAMBI TIMUR_RESKRIM
Sekira pukul 17:15WIB/Jumat/26/02/2016 di pos bhabinkamtibmas terminal angkutan desa sejinjang Jambi Timur, 3 orang oknum anggota satuan polisi lalu lintas melaksanakan razia tanpa papan nama. 2 orang oknum memakai mobil avanza warna putih susu , dan satunya lagi mengendarai sepeda motor roda dua jenis/item King Yamaha.
Pelaksanaan tersebut memberhentikan mobil-mobil tertentu ,yang tak lama kemudian dilepaskan. Pembicaraan terjadi di dalam pos bhabinkamtibmas,tak lama kemudian supir dibiarkan pergi begitu saja.
Sekira pukul 18:02WIB,sebuah pick up carry berhenti tidak jauh dari oknum anggota polisi lalu lintas. Selanjutnya mobil pick up carry tersebut melaju ke dalam terminal angkutan desa sejinjang. Tak lama setelah itu,2 oknum anggota polisi lalu lintas menyusul dengan mengendarai sepeda motor jenis/item Yamaha King. Tampak oknum anggota polisi lalu lintas lainnya mendapat telpon dari rekan yang telah mengejar ke dalam terminal angkutan desa sejinjang Jambi Timur dengan berjalan kaki.
Pembicaraan berlangsung cukup lama ,diperkirakan sekira 20 menit,setelah itu muncul 2 oknum anggota polisi lalu lintas dengan sepeda motor jenis/item Yamaha King diikuti rekan satunya lagi.
Mobil pick up carry yang membawa muatan 4 drum ditambah belasan galon yang berisikan minyak tersebut pun melaju dengan bebasnya melewati 3 oknum anggota polisi lalu lintas tersebut sembari membunyikan klackson.
Ketika_RESKRIM bermaksud meminta keterangan pada 3 oknum anggota polisi lalu lintas tersebut,3 oknum anggota polisi lalu lintas segera beranjak pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara(TKP) pada Jumat,26/02/2016/sekira pukul 18:58WIB.***Harvery***

LAND snatched BEEN BUILT: PARTY POLICE CLOSE EYE MAHMUD impunity?

KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

MUARA JAMBI_RESKRIM
After a complaint by the victims to the post pol Sei Gelam, it turns out the complaint is limited to complaints without any follow-up by the police until this moment.
Land area of ​​15 596 square meters in RT 11 Sei Gelam Sei Gelam Muara Jambi numbered ownership certificate 2 and recorded on the measurement certificate dated 29-05-1980 16-07-2012 No.2285 / 2012 Sei Gelam registered name Rosmawati Silitonga rights holders alleged to have been appropriated by Mahmud AR is located at street Samsudin Uban Exod 17 RT.18 Jelutung back reported to the police.

TAMPAK BANGUNAN DI LOKASI LAHAN YANG DISEROBOT NAMUN PIHAK KEPOLISIAN MASIH TUTUP MATA TERHADAP PENGADUAN TERSEBUT PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
TAMPAK BANGUNAN DI LOKASI LAHAN YANG DISEROBOT NAMUN PIHAK KEPOLISIAN MASIH TUTUP MATA TERHADAP PENGADUAN TERSEBUT PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

Because the land is owned by Rosmawati Silitonga now beginning built cottage on a daily observation on Monday, 15/02/2016. Landowners through his son Lintong Simajuntak when confirmed saying, “that the land area of ​​15 596 square meters which had in some time ago planted with banana trees, but after it was revealed to him the land has built the lodge and given a list plank, he immediately reported to the police Jambi, which earlier on Wednesday, August 28, 2013 approximately at 14: 00WIB and has been reported to the police station jaluko Muara Jambi with STPL / B-454 / VIII / 2013. But until now, the report did not follow up “.
Results confirmed to the Regional Police Resort Muara Jambi Harbangtah division, said “we have not received any report from the police station, Jaluko until today. At that time police chief Jaluko sector is reskrimnya Mayadi Hutagalung and Chief Unit, added harbangtah Police officers Muara Jambi. Should the police station already provides SPDPnya Jaluko but we also do not know why until settles around 3 years, obviously harbangtah officer.
Meanwhile, Head of the Regional Police Resort Muara Jambi to be found was not in place.
Assumption and presumption was happening, what the hell?
Who Mahmud? Is he a kapolpos? Whether he was a police chief? Whether he was a police chief? Whether he was a police chief or police chief? So that the police become sterile and unable to carry out its duties and functions well as the enforcement rule of law in Indonesia?
It is pretty and very tarnished the image of the Police, the Police Reporting Letters that should be in a period and a period of 21 days should be followed up, this in fact has been almost 3 years, but there is also no follow-up by law enforcement and the news of the bird. *** Harvery ** *

LAHAN DISEROBOT TELAH DIBANGUN: PIHAK KEPOLISIAN TUTUP MATA MAHMUD KEBAL HUKUM?

Foto0016


MUARA JAMBI_RESKRIM
Setelah pengaduan pihak korban kepada pos pol Sei Gelam ,ternyata pengaduan tersebut sebatas pengaduan tanpa ada tindak lanjut oleh pihak kepolisian hingga detik ini.
Tanah seluas 15.596 meter persegi di RT 11 Desa Sei Gelam Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muara Jambi yang bernomor sertifikat hak milik No.2 dan dibukukan pada tanggal 29-05-1980 dengan surat ukur tanggal 16-07-2012 No.2285/Sei Gelam 2012 tercatat nama pemegang hak Rosmawati Silitonga diduga telah diserobot oleh Mahmud AR yang beralamat di jalan Samsudin Uban No.17 RT.18 Kel Jelutung kembali dilaporkan ke polisi.

KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC
KONDISI LAHAN TELAH DIBANGUN OLEH PIHAK PENYEROBOT TAMPAK PADA SELASA,23/02/2016/SEKIRA PUKUL 01:00WIB.RESKRIM.DOC

Pasalnya tanah yang dimiliki oleh Rosmawati Silitonga kini mulai dibangun pondok pada pantauan harian pada Senin,15/02/2016. Pemilik tanah melalui putranya Lintong Simajuntak ketika dikonfirmasi mengatakan,” bahwa tanah seluas 15.596 meter persegi yang dimilikinya pada beberapa waktu lalu ditanami pohon pisang, namun setelah diketahui olehnya tanah tersebut telah dibangun pondok dan diberi list plank,beliau langsung melapor ke Polda Jambi ,yang mana sebelumnya pada Rabu tanggal 28 Agustus 2013 sekitar pukul 14:00WIB lalu telah dilaporkan ke polsek jaluko Kabupaten Muara Jambi dengan STPL/B-454/VIII/2013. Namun hingga saat ini ,laporan tersebut sama sekali tak ditindak lanjuti”.
Hasil konfirmasi kepada Kepolisian Resort Daerah Muara Jambi divisi Harbangtah,mengatakan”kami sama sekali belum menerima laporan dari pihak polsek Jaluko hingga saat ini. Pada masa itu kepala kepolisian sektor Jaluko adalah Hutagalung dan kanit reskrimnya Mayadi,pungkas petugas harbangtah Polres Muara Jambi. Seharusnya pihak polsek Jaluko sudah memberikan SPDPnya namun kami juga tak mengetahui apa sebabnya hingga mengendap sekitar 3 tahun lamanya,jelas petugas harbangtah.
Sementara itu,Kepala Kepolisian Resort Daerah Muara Jambi yang hendak ditemui sedang tak berada di tempat.
Anggapan dan praduga pun terjadi, ada apa gerangan?
Siapakah Mahmud? Apakah beliau seorang kapolpos? Apakah beliau seorang Kapolsek? Apakah beliau seorang Kapolres? Apakah beliau seorang Kapolda atau Kapolri? Sehingga pihak kepolisian menjadi mandul dan tak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik selaku penegak supremasi hukum di Indonesia?
Hal ini cukup dan sangat menodai citra Polri, Surat Tanda Pelaporan Kepolisian yang seharusnya dalam masa dan jangka waktu 21 hari harus ditindaklanjuti, ini malah sudah hampir 3 tahun namun tak juga ada pelaksanaan penindakan lanjut secara hukum dan kabar burungnya.***Harvery***

Causes were members of the TNI and Polri be a slave to drugs Budi version Waseso

JAKARTA_RESKRIM
Army Strategic Reserve Command (Kostrad) action shakedown in Kostrad Housing Land coachman, South Jakarta, some time ago. In the operation conducted by the Army Strategic Reserve Command and Pom Team Yonintel Kostrad Asintel Kaskostrad unscrupulous members of the military, police officers and civilians were recovered.

Head of the National Narcotics Agency (BNN), Commissioner General Budi Waseso confirms continuation of the event is not in the hands of BNN, it is the responsibility of the TNI. Later if convicted, the military will likely the case to the Police.

“Nah, it’s used the same internal TNI, we help nature. Later the authority of the TNI’s internal team. If he does well certainly be handed over to the Police or later to BNN,” said Budi Complex in the Presidential Palace in Jakarta on Tuesday (23/02 / 2016).

The former Kabareskrim suspect there are several factors that led to the Armed Forces finally get into the snare of drugs. One of them, detracted from the high-profile drug network.

“Various yes, because it could have been affected, which is why it’s great narcotics network, he can influence all levels, including military, police, BNN, assorted right yes,” he said.

Budi affirmed, “that raids in the Kostrad Housing becomes an evidence of TNI chief Gen. Gatot Nurmantyo who played a role in efforts to combat drugs.

“This is in order to follow up the TNI Commander drug problem, so he concentrated very well on this issue so that he took steps in its internal,” said Budi back. Anton.H *** ***

Penyebab Oknum anggota TNI & Polri jadi budak narkoba versi Budi Waseso

JAKARTA_RESKRIM
Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) melakukan aksi penggeledahan di Perumahan Kostrad Tanah Kusir, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Dalam operasi yang dilaksanakan oleh Tim Yonintel Kostrad dan Pom Kostrad Asintel Kaskostrad oknum anggota TNI, oknum Polri dan juga warga sipil berhasil diamankan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris jendral Budi Waseso menegaskan kelanjutan dari peristiwa tersebut bukan berada di tangan BNN, melainkan menjadi tanggungjawab TNI. Nantinya jika terbukti, kemungkinan besar TNI akan melimpahkan kasus ini ke Kepolisian.

“Enggak, itu kan internal dulu sama TNI, kita sifatnya membantu. Nanti kewenangannya dari tim internal TNI. Jikalau dia memang betul pasti diserahkan ke Polri atau nanti ke BNN,” tegas Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada , Selasa (23/02/2016).

Mantan Kabareskrim tersebut menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan oknum TNI akhirnya masuk ke jerat narkoba. Salah satunya, terpengaruh dari jaringan narkoba kelas kakap.

“Macam-macam ya, karena terpengaruh bisa saja, karena itulah jaringan narkotika ini kan hebat, dia bisa mempengaruhi seluruh lapisan, termasuk TNI, Polri, BNN, macam-macam kan ya,” tegasnya.

Budi menegaskan ,”bahwa penggerebekan di Perumahan Kostrad tersebut menjadi sebuah bukti dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang ikut berperan dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Ini adalah dalam rangka Panglima TNI menindak lanjuti masalah narkotika, jadi beliau konsen betul terhadap masalah ini sehingga beliau mengambil langkah-langkah di internalnya,” tegas Budi kembali. ***Anton.H***

PIHAK KEPOLISIAN RESORT KOTA JAMBI ADAKAN RAZIA TILANG KENDARAAN BERMOTOR

JAMBI_RESKRIM
Beberapa hari ini pihak kepolisian resort Kota Jambi mengadakan razia di berbagai titik seperti tugu Adipura Thehok Jambi, Meranti Swalayan, Daerah Kawasan Tugu PKK.

Di Tugu Adipura Thehok Jambi, petugas lalu lintas bergaya ala koboy, mengejar dan kemudian menyalibkan kendaraannya terhadap pelanggar di tengah arus lalu lintas.(Jadi Koboy Aja_Red)
Razia yang dilaksanakan tersebut ,bila terdapat pelanggaran langsung menjatuhkan pasal KUHP dan langsung tilang kendaraan bermotor.

Puluhan pelajar dan masyarakat umum banyak terkena tilang kendaraan bermotor ,hasil tilang kendaraan bermotor langsung digelandang ke markas kepolisian resort Kota Jambi. Kasat lantas kepolisian resort Kota Jambi,Ranti Purwati ketika ditemui untuk konfirmasi sedang tak berada di ruangannya pada Kamis,18/02/2016 sekira pukul 10:13WIB.

Sementara pihak kantor tilang kepolisian resort Kota Jambi yang dikomandani oleh Regar,mengatakan”bahwa tak ada penebusan STNK di kantornya , semuanya harus mengikuti sidang. Namun di sela-sela itu,Nampak oknum Polri yang memanggil Regar untuk keluar berbincang yang kemudian menyerahkan surat tilang kepada Regard dan menitipkannya pada Kamis,18/02/2016/sekira pukul 10:49WIB.

Bila memang proses hukum harus dijalani ,mengapa ada oknum Polri yang masih melobby untuk sesuatu???????
Ada Apa gerangan sebenarnya??????????***Harvery***