ELEVEN POINT RIVER PROPERTY stockpiling ENTREPRENEURS IN JALUKO Muaro Jambi

MUARA JAMBI_RESKRIM
Jaluko village communities (Jambi Outer City) Muara Jambi complain after the rain which flushed several days, the water does not also flow from the region of their settlement in RT 01, RT 07, RT 08, RT 14 RT13 and society reveals, “That the cause is eleven points of the river in the village Jaluko hoarded by property entrepreneur PT.NGK (Guna Niaga Kencana). Told by S prior to the accumulation of the eleven points of the river, the water flowed smoothly, but now the water flows but very slowly so as to create a pool of water that is so troubling.
Party chairman neighborhood unit (RT) has reported the matter to the Environment Agency (BLH) Muara Jambi but until now no steps or actions on the part of Muara Jambi BLHD. And it is very unfortunate and disappointing us, obviously S and a number of villagers Jaluko. While Watershed hereinafter called watershed is an area of ​​land which is a unity with the river and its tributaries, which serves to accommodate, store and drain water from rainfall to the lake or into the sea naturally, that the limit on land is topographical and boundary dividing the sea until the water area is still affected by land activities.
Furthermore, the Act No. 37 of 2012 article 2, paragraph 2 clearly explain watershed management as a whole as referred to in paragraph (1) shall be organized through the following phases: a. planning; b. implementation; c. monitoring and evaluation; and D. guidance and supervision.
The chairman of the neighborhood association asked the Regional Government of Muara Jambi take immediate action so that the population of the eco system, elements of the biotic and abiotic environment Jaluko village was not damaged and destroyed, he added back.
Firmansyah, Chief of the Regional Environmental Agency Muara Jambi when questioned declined to comment. *** *** Harvery

Iklan

SEBELAS TITIK SUNGAI DITIMBUN OLEH PENGUSAHA PROPERTY DI JALUKO MUARA JAMBI

Muara Jambi_RESKRIM

Masyarakat kelurahan Jaluko(Jambi Luar Kota) Kabupaten Muara Jambi mengeluh setelah hujan yang mengguyur beberapa hari ,air tidak juga mengalir dari kawasan pemukiman mereka yakni di RT 01,RT 07,RT 08,RT13 dan RT 14. Masyarakat mengungkapkan,”Bahwa penyebabnya adalah sebelas titik sungai di desa Jaluko ditimbun oleh pengusaha property PT.NGK(Niaga Guna Kencana). Dikatakan oleh S sebelum adanya penimbunan sebelas titik sungai tersebut,air mengalir lancar namun kini air mengalir tapi sangat lambat sehingga menciptakan genangan air yang begitu meresahkan.
Pihak ketua rukun tetangga(RT)telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kabupaten Muara Jambi namun hingga saat ini tidak ada langkah maupun tindakan dari pihak BLHD Kabupaten Muara Jambi. Dan hal tersebut sangat disayangkan dan mengecewakan kami,jelas S dan sejumlah masyarakat Desa Jaluko. Sementara Daerah Aliran Sungai yang selanjutnya disebut DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.
Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2012 pasal 2 ayat 2 secara jelas menjelaskan Pengelolaan DAS secara utuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui tahapan: a. perencanaan; b. pelaksanaan; c. monitoring dan evaluasi; dan d. pembinaan dan pengawasan.
Para ketua rukun tetangga meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Jambi segera mengambil tindakan agar populasi eko system, unsur-unsur biotik dan abiotik di lingkungan desa Jaluko tidak rusak dan punah,imbuhnya kembali.
Firmansyah,Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Muara Jambi ketika dimintai keterangan enggan berkomentar.Harvery

KORBAN TENGGELAMNYA TUG BOAT KURNIA 01 DITEMUKAN

SUASANA EVAKUASI JENAZAH OLEH TIM SAR GABUNGAN.06/01/2016/09:35WIB.RESKRIM.DOC
SUASANA EVAKUASI JENAZAH OLEH TIM SAR GABUNGAN.06/01/2016/09:35WIB.RESKRIM.DOC

Talang Duku_RESKRIM
Sekira pukul 03:00WIB/05/01/2016 jenazah Lewi Mawaskoro 21 Tahun (Helper)ditemukan pada areal TKP sejauh 20 meter dengan posisi mengapung setelah 42 jam menghilang pada peristiwa terbaliknya kapal TB Kurnia 01 di Sungai Batanghari kawasan Talang Duku Kecamatan Kumpe Kabupaten Muaro Jambi pada Senin pagi sekira pukul 08:30WIB/04/01/2016.

SUASANA SEDANG DALAM KOORDINASI DALAM PENGEVAKUASIAN JENAZAH KORBAN.RESKRIM.DOC
SUASANA SEDANG DALAM KOORDINASI DALAM PENGEVAKUASIAN JENAZAH KORBAN.RESKRIM.DOC

Sementara Wanda Sahri 30 Tahun( Operator Escavator ) ditemukan setelah 48 jam menghilang di daerah Rukam karena kuatnya arus Sungai Batanghari sekira pukul 08:00WIB/06/01/2016 dan Hadi Sucipto 36 Tahun (Mekanik) ditemukan kemudian sekira pukul 09:00WIB/06/01/2016 di Londrang sejauh 25 kilometer dari jarak tempat kejadian perkara,Hadi Sucipto(Almarhum) meninggalkan istri,anak usia 7 Tahun dan anak usia 2 bulan.

PENGANGKATAN JENAZAH KORBAN DARI KAPAL TNI AL.RESKRIM.DOC
PENGANGKATAN JENAZAH KORBAN DARI KAPAL TNI AL.RESKRIM.DOC

Proses evakuasi jenazah dilaksanakan oleh tim SAR gabungan sekira pukul 10:35WIB/06/01/2016 yang kemudian jenazah tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.
Terbaliknya kapal TB Kurnia 01 yang berjenis KM(kapal motor) berada pada titik kordinat 1’30’36,4S’103’39’49.0E dengan jumlah penumpang 23 orang telah merenggut 03 nyawa dan diduga bahwa peruntukkan kapal jenis KM(kapal motor) bukan untuk orang melainkan untuk peralatan dan tali temali kapal yang akan merapat ke dermaga.

SEDANG SIAP-SIAP MENUNGGU TIBANYA JENAZAH KORBAN TB KURNIA 01.RESKRIM.DOC
SEDANG SIAP-SIAP MENUNGGU TIBANYA JENAZAH KORBAN TB KURNIA 01.RESKRIM.DOC

Pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku melalui Kasi Keselamatan danPelayaran,Indra Hermana,SE ketika dikonfirmasi menegaskan,”Bahwa mereka sering dan telah menghimbau kepada sejumlah perusahaan yang memiliki kapal untuk selalu berkoordinasi dengan pihak KSOP bahkan dari pihak mereka juga sering mengadakan sweeping ke perusahaan-perusahaan guna memastikan safety dan kelayakan kapal sebelum beroperasi.

PIHAK KSOP TALANG DUKU SEDANG STAN BYE MENUNGGU JENAZAH KORBAN DENGAN KAPAL.RESKRIM.DOC
PIHAK KSOP TALANG DUKU SEDANG STAN BYE MENUNGGU JENAZAH KORBAN DENGAN KAPAL.RESKRIM.DOC

Namun kali ini, kepemilikan kapal jenis KM(kapal motor)TB Kurnia 01 tidak dilaporkan dan tidak ada pemberitahuan telah dioperasikan oleh pihak perusahaan kepada KSOP(Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku). Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 jelas termaktub penjabarannya tentang pelayaran,yakni kapal ber-GT 1 sampai dengan GT 7 berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi yang selanjutnya pihak Dinas Perhubungan Provinsi memberitahukan dan/atau melakukan koordinasi dengan pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Talang Duku bahwa adanya pengoperasian kapal Ber-GT 1 sampai dengan GT 7.
Selanjutnya kasus terbaliknya kapal TB Kurnia 01 di Sungai Batanghari Kecamatan Kumpe Kabupaten Muaro Jambi dilimpahkan penyidikannya ke Dit Polair Polda Jambi untuk penindakan secara hukum lebih lanjut.***Harvery***

SHIP TUG BOAT VICTIM FOUND Kurnia 01

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Talang Duku_ Reskrim
Approximately 03:00 pm / 05/01/2016 the bodies of Levi Mawaskoro 21 Year (Helper) was found at the crime scene area as far as 20 meters with floating position after 42 hours missing in boat capsize incident TB Kurnia 01 in Batang Hari River area of ​​the District Talang Duku Kumpe District Muaro on Monday morning approximately at 08: 30WIB / 04/01/2016.

While Wanda Sahri 30 Year (Operator escavator) found after 48 hours of disappearing in the area Rukam because of the strong currents Batang Hari River approximately at 08: 00WIB / 06/01/2016 and Hadi Sucipto 36 Year (Mechanics) is found then approximately at 09: 00WIB / 06 / 01/2016 Londrang distances as far as 25 kilometers from the crime scene, Hadi Sucipto (deceased) left his wife, children aged 7 years and children aged 2 months.

The evacuation of the bodies carried out by a joint rescue team approximately at 10: 35WIB / 06/01/2016 then the remains were transferred to the General Hospital Raden Mattaher Jambi.
TB boat capsize Kurnia manifold 01 KM (motor boats) are at the point of coordinates 1’30’36,4S’103’39’49.0E the number of passengers 23 people have claimed 03 lives and alleged that the ship is intended KM types (motorboats) not for people but for equipment and rigging ship will be docked to the dock.

Party Kesyahbandaran Port Authority Talang Duku through Kasi Safety danPelayaran, Indra Hermana, SE when confirmed asserted, “That they frequently and have appealed to a number of companies that have boats to always coordinate with the KSOP even from their side too often hold sweeping to firms in order to ensure the safety and feasibility of the ship before the operation.

But this time, the ownership of the vessel types KM (boat) TB Kurnia 01 are not reported and no notice has been operated by the company to KSOP (Kesyahbandaran Talang Duku Port Authority). Whereas in accordance with Law No. 17 of 2008 clearly stipulated elaboration of the voyage, the ship air-GT 1 to GT 7 under the authority of Provincial Transport Department, hereinafter the Provincial Transport Department to notify and / or coordinated with the Kesyahbandaran Port Authority Talang Duku that the operation of the ship Ber-GT 1 to GT 7.

Further cases of TB Kurnia 01 boats capsize in Batang Hari River District of Kumpe Muaro Jambi delegated the investigation to the Dit Polair Jambi for further legal action. *** *** Harvery

SHIP TB passenger Kurnia 01 23 THE UPSIDE IN RIVER Batanghari

20160105_120522

Talang Duku Reskrim
Safety in doing any activity is preferred, it is sometimes considered trivial by some people. Yesterday 04/01/2016 / approximately at 08: 30WIB employees of PT Kurnia Tunggal Nugraha unfortunate when they wanted to cross over to the office of PT Kurnia Tunggal Nugraha that exist across, the ship carrying the TB Kurnia 01 capsized and sank with the number of passengers 23.
Kurnia TB vessel 01 which has been running for maneuver as far as 30 meters in the port gutter duku drifting ship berpenumpang strong that 23 people lose their balance and pushed the flow toward a barge belonging to PT.Kurnia Tunggal Nugraha and overturned. 18 people survived, two people rushed to hospital bhayangkara and three people missing, Hadi Sucipto 36 Year (Mechanical), Wanda Sahri 30 Year (Operator escavator), Levi Mawaskoro 21 Year (Helper) today approximately at 22: 00WIB / 05/01/2016 is still undiscovered. While expressed by the SAR team Jambi, that the depth at the edge of the Batang Hari river approximately 10 meters.
Search operation three people are missing due to capsize the vessel TB Kurnia 01 is a team sar combination of various elements of the police water (Polair) regional police jambi, Police Muaro jambi, Navy Talang Duku, Sar Jambi, BPBDs Muaro Jambi and Jambi, Koramil, Police (KPPP) Talang Duku, KSOP Talang Duku, Pelindo Talang Duku, KSKP Talang Duku, PT.KTN, the Police Mobile Brigade Jambi, Jambi Police Directorate Sabhara and local communities. While the equipment which facilitates the search by ships Water Police (Polair), rubber boats Polair, Speed ​​Boat Navy Talang Duku, rubber boat SAR Jambi, rubber boat Sabhara, inflatable boats BPBDs, Ship KSOP Talang Duku, ship KSKP Talang Duku and diving equipment.

20160105_120327
KPPP parties, Sabhara Police Directorate Jambi, Jambi SAR, Navy Talang Duku is temporarily unable to provide information to members of the press, because the search process is still carried out.
Kesyahbandaran Port Authority (KSOP), kasi shipping, Indra Hermana when confirmed asserted, “that in accordance with Law No. 17 Year 2008 Sailing ships GT GT 1 through 7 is and the authority of the Provincial Transport Department. And we also have appealed to the company to always pay attention to safety and coordinate with the KSOP Talang Duku although Ships GT1 through GT 7 is the authority of Provincial Transport Department, but the notification and coordination of the Provincial Transport Department with KSOP necessary to anticipate things that are not desirable such as the incidence of TB by Kurnia 01 ships in the port area of ​​the District Talang Duku Kumpe Muaro jambi “.
Furthermore, Indra also asserted, “that KSOP has often reminded business owners to pay attention to safety for the users of water services and always coordinated. Harvery *** ***

KAPAL TB KURNIA 01 BERPENUMPANG 23 ORANG TERBALIK DI SUNGAI BATANGHARI.

Talang Duku_RESKRIM
Keselamatan di dalam melakukan aktivitas apapun sangatlah diutamakan , hal tersebut kadangkala dianggap hal yang sepele oleh beberapa orang. Kemarin 04/01/2016/sekira pukul 08:30WIB karyawan PT Kurnia Tunggal Nugraha mengalami musibah ketika hendak menyeberang ke kantor PT Kurnia Tunggal Nugraha yang ada di seberang,kapal yang ditumpangi yakni TB Kurnia 01 terbalik dan tenggelam dengan jumlah penumpang 23 orang.
Kapal TB Kurnia 01 yang melakukan manuver baru berjalan sejauh 30 meter di pelabuhan talang duku terbawa arus kencang sehingga kapal yang berpenumpang 23 orang tersebut kehilangan keseimbangan dan terdorong arus ke arah kapal tongkang milik PT.Kurnia Tunggal Nugraha dan terbalik. 18 orang berhasil selamat , 2 orang segera dilarikan ke rumah sakit bhayangkara dan 3 orang hilang ,Hadi Sucipto 36 Tahun(Mekanik),Wanda Sahri 30 Tahun(Operator Escavator),Lewi Mawaskoro 21 Tahun(Helper) hilang hingga hari ini sekira pukul 22:00WIB/05/01/2016 masih belum ditemukan. Sementara diungkapkan oleh tim SAR Jambi,bahwa kedalaman di pinggir sungai Batanghari tersebut sekira 10 meter.
Operasi pencarian 3 orang yang hilang akibat terbaliknya kapal TB Kurnia 01 adalah tim sar gabungan dari berbagai unsur yakni Polisi air ( polair ) polda jambi,Polres muaro jambi,TNI AL Talang Duku,Sar Jambi,BPBD Muaro Jambi dan Provinsi Jambi,Koramil , Polsek ( Kppp) Talang Duku,KSOP Talang Duku,Pelindo Talang Duku,KSKP Talang Duku,PT.KTN,Brimob Polda Jambi,DIt Sabhara Polda Jambi dan masyarakat setempat. Sementara peralatan yang memfasilitasi pencarian berupa kapal Polisi Air ( Polair ),perahu karet Polair,Speed Boat TNI AL Talang Duku,Perahu karet SAR Jambi,Perahu karet Sabhara,perahu karet BPBD,Kapal KSOP Talang Duku ,kapal KSKP Talang Duku dan peralatan selam.
Pihak KPPP, Dit Sabhara Polda Jambi,SAR Jambi,TNI AL Talang Duku untuk sementara tidak dapat memberikan keterangan kepada insan pers,Karena proses pencarian masih terus dilaksanakan.
Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan ( KSOP ),kasi pelayaran,Indra Hermana ketika dikonfirmasi menegaskan ,”bahwa sesuai dengan Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 kapal GT 1 sampai dengan GT 7 merupakan dan menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi. Dan kita juga telah menghimbau kepada pihak perusahaan agar selalu memperhatikan keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak KSOP Talang Duku meski Kapal GT1 sampai dengan GT 7 merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi namun pemberitahuan dan koordinasi pihak Dinas Perhubungan Provinsi dengan KSOP diperlukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian dengan kapal TB Kurnia 01 di kawasan pelabuhan Talang Duku Kecamatan Kumpe Kabupaten Muaro jambi”.
Selanjutnya Indra juga menegaskan,”bahwa KSOP telah dan sering mengingatkan para pemilik perusahaan agar memperhatikan safety bagi para pengguna jasa air dan selalu berkoordinasi. ***Harvery***

SITUS PN PALEMBANG DIRETAS HACKER

Palembang_RESKRIM

Putusan majelis hakim menolak gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau senilai Rp 7,9 triliun, pada kasus kebakaran hutan dan lahan  30 Desember 2015 lalu, membikin banyak pihak kecewa. Dan akhirnya, situs Internet Pengadilan Negeri Klas 1 Palembang diretas dan hingga hari ini belum tuntas dan sama sekali tidak dapat dioperasikan.

Situs yang beralamat di http://www.pn-palembang.go.id itu diretas pada Sabtu (02/01/2015) pekan lalu. Pada saat itu, sang peretas menuliskan pesannya lantaran geram terhadap keputusan majelis hakim menolak gugatan pemerintah.

Di  awal peretasan, situs tersebut hanya berisikan tulisan dan berlatar hitam. Sementara pada hari ini, saat dibuka, situs itu berlatar putih dan berisi tulisan ‘site dalam perbaikan’. Hingga berita ini diturunkan, situs itu masih dalam upaya pembenahan.

Kepala Humas Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 Palembang, Saiman, mengaku menyesalkan peretasan situs resmi Pn Palembang. Peretasan tersebut dinilai menyulitkan masyarakat karena tidak bisa membaca hasil putusan perkara.

“Kami sesalkan hacker meretas situs kami. Kami tidak tahu alasannya apa,” tegas Saiman ketika dikonfirmasi pada, Senin (04/01/2016).

Menurut Saiman, situs tersebut hingga saat ini belum bisa dibuka karena dalam perbaikan. Padahal situs itu diperlukan masyarakat buat mengetahui setiap hasil putusan perkara di PN Palembang.

“Untuk keterbukaan informasi masyarakat menjadi tertutup. Kita juga tidak bisa membaca hasil putusan, memonitor perkara, dan mengetahui pertimbangan majelis. Jelas ini merugikan banyak pihak,” tegas Saiman kembali.

Pada 30 Desember 2015, majelis hakim PN Klas I Palembang menolak keseluruhan gugatan perdata KLHK terhadap PT BMH,yang diduga merupakan anak perusahaan Sinar Mas, atas kasus kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. KLHK justru dibebankan membayar biaya perkara senilai Rp 10.200.000.

Sidang diketuai Majelis Hakim Parlas Nababan, dengan anggota Eli Warti dan Kartidjo itu beralasan seluruh gugatan penggugat tidak dapat dibuktikan. Baik berupa kerugian dan kerusakan hayati. Mereka menyatakan, tergugat telah menyediakan sarana pemadam kebakaran dalam lingkungan perkebunan.

Majelis hakim juga menetapkan kebakaran lahan perkebunan bukan dilakukan tergugat, tetapi pihak ketiga, sehingga tidak bisa dikenakan sanksi hukum.

Dalam perkara ini, KLHK menggugat PT BMH senilai Rp 7,9 triliun akibat terjadinya kebakaran hutan di areal perusahaan sawit itu pada 2014 lalu. Dalam gugatan itu, KLHK menilai perusahaan lalai dalam mengelola izin diberikan oleh pemerintah yang lokasinya seluas 20 ribu hektar.

Dengan ditolaknya gugatan KLHK oleh majelis hakim, pihak kuasa hukum penggugat langsung menyatakan banding. Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani, mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Sebab apa yang digugat oleh kliennya merupakan bukti dan fakta di lapangan.Kuyung