PENUNDAAN EKSEKUSI MATI MARY JANE BUKTIKAN BURUKNYA PERADILAN DI INDONESIA ( DELAYS EXECUTION DEAD MARY JANE PROVE TO POOR JUSTICE IN INDONESIA )

Direktur Setara Institute Hendardi (kiri).( 29/04/2015).RESKRIM.Doc
Direktur Setara Institute Hendardi (kiri).( 29/04/2015).RESKRIM.Doc

 


Jakarta_RESKRIM

Lembaga SETARA Institute menyatakan penundaan eksekusi terhadap hukuman mati  terpidana Mary Jane Veloso, membuktikan buruknya sistem peradilan di Tanah Air.

“Penundaan eksekusi mati Mary Jane patut diapresiasi. Namun perubahan sikap itu mengirimkan pesan pengakuan bahwa peradilan Indonesia masih buruk dan tidak adil, memenuhi standar peradilan sebagaimana ditetapkan dalam kovenan dan konvensi internasional HAM,” tegas Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi di Jakarta pada, Rabu (29/04/2015).

Dia menilai penundaan eksekusi mati atas Mary Jane Veloso sama sekali tidak menunjukkan pembelaan Jokowi atas kemanusiaan, yakni hak untuk hidup, karena nyatanya delapan orang lainnya tetap dieksekusi mati.

Dia memandang eksekusi mati gelombang II yang menyasar delapan terpidana mati merupakan kali kedua eksekusi mati pada era pemerintahan Jokowi. Artinya, tegas Handardi, selama enam bulan menjabat 14 orang telah dibunuh oleh alat negara dengan alasan penegakan hukum dan kedaulatan hukum sebuah negeri.

“Suatu alasan yang tidak berlaku dalam konteks kemanusiaan dan hak asasi manusia yang bersifat universal. Jokowi akan terus dicatat sebagai Presiden RI yang  melanggar hak asasi manusia, karena ketidakmampuannya menghentikan praktik hukuman mati,”tegas Hendardi.

Hendardi mengingatkan persoalan narkoba tidak akan selesai setelah eksekusi mati ini dijalankan. Beliau juga menyarankan Jokowi sebaiknya berkonsentrasi memastikan bagaimana aspek pencegahan dan reformasi kepolisian dalam menangani narkoba ketimbang menumpuk daftar pelanggaran HAM.

Menurutnya, dugaan berbagai pihak yang menggambarkan bahwa potensi kolusi aparat penegak hukum dengan isu narkoba ini harus menjadi perhatian Jokowi, karena di sanalah masalah narkoba yang sesungguhnya. Secara pararel, Jokowi juga dipandang mesti menyusun agenda yang jelas menuju penghapusan hukuman mati baik dalam reformasi KUHP maupun produk perundang-undangan lain.

“Yakinlah, bahwa hukuman mati bukan satu-satunya cara menghentikan bahaya dan peredaran narkoba. Apalagi eksekusi mati ini sekali lagi, lekat dengan praktik politik pencitraan untuk menghimpun dukungan politik rakyat yang mulai memudar,” tegasnya kembali.***Anton.H***


Direktur Setara Institute Hendardi (kiri).( 29/04/2015).RESKRIM.Doc
Direktur Setara Institute Hendardi (kiri).( 29/04/2015).RESKRIM.Doc

Jakarta_RESKRIM

Institutions EQUIVALENTS Institute declared a stay of execution of the death penalty convict Mary Jane Veloso, proving poor judicial system in the country.
“The delay execution of Mary Jane should be appreciated. However, a change in attitude that sends a message acknowledgment that justice Indonesia is still bad and unfair, meet judicial standards as set out in international human rights covenants and conventions,” said Chairman of the Board Equivalent Hendardi Institute in Jakarta on Wednesday (04/29/2015).

He considered the delay of execution on Mary Jane Veloso showed absolutely no defense Jokowi against humanity, namely the right to life, because in fact eight others still executed.

He saw the second wave of executions targeting eight death row was the second execution in the era of Jokowi. That is, firmly Handardi, for six months in office 14 people have been killed by state forces on the grounds of law enforcement and the rule of law of a country.

“A reason which is not applicable in the context of the humanitarian and human rights are universal. Jokowi will continue to be recorded as the President who violate human rights, because of its inability to stop the practice of the death penalty,” said Hendardi.

Hendardi remind drug issues will not be completed after execution is executed. He also suggested Jokowi should concentrate on determining how aspects of prevention and police reform in drug dealing rather than piling up a list of human rights violations.

According to him, depicting the various parties alleged that the potential collusion of law enforcement officers with drug issues should be a concern Jokowi, because that’s where the real drug problem. In parallel, Jokowi also seen must draw up a clear agenda towards abolition of the death penalty both in the reform of the Criminal Code and other legislation products.

“Rest assured, that the death penalty is not the only way to stop the danger and drug trafficking. Moreover, these executions once again, closely related to the practice of political imagery to gather political support of the people who began to fade,” he said back. *** ** Anton.H *

PETUGAS PERSEMAYAMAN RUMAH DUKA ABADI DILARANG BICARA DENGAN WARTAWAN ( GRIEF ABADI funeral HOUSE OFFICER NOT TALK TO JOURNALIST )

Rombongan jenazah terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, memasuki Rumah Duka Abadi pada, Rabu (29/04/2015) siang tadi.RESKRIM.Doc
Rombongan jenazah terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, memasuki Rumah Duka Abadi pada, Rabu (29/04/2015) siang tadi.RESKRIM.Doc

 


Jakarta_RESKRIM

Pada Rabu (29/04/2015) pagi tadi, penanggung jawab di Rumah Duka Abadi, Elvan, telah berpesan kepada insan pers agar tidak meliput di dalam rumah duka saat jenazah “Duo Bali Nine” tiba di lokasi. Hal tersebut disanggupi oleh segenap insan pers, yang akhirnya hanya menunggu di depan gerbang rumah duka Abadi sejak pukul 10.00 WIB.

Ketika rombongan yang membawa jenazah “Duo Bali Nine”, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, tiba di rumah duka, pengamanan oleh petugas semakin ketat.  Bahkan karyawan rumah duka langsung berinisiatif membuat pagar betis di depan gerbang dan mendesak segenap insan pers mundur ke belakang.

Hal itu memang dilakukan untuk mengamankan jalur masuknya mobil rombongan yang telah tiba sekira pukul 12.20 WIB. Hingga menjelang sekira pukul 15.00 WIB, dimana segenap insan pers masih menunggu di depan gerbang untuk melihat kondisi terkini.

Tempat Andrew dan Myuran disemayamkan tidak terlihat dari pintu gerbang. Segenap insan pers pun tidak tahu apakah keluarga para jenazah telah tiba bersama dengan rombongan tadi.

Pintu masuk menuju Rumah Duka Abadi sendiri ada tiga, termasuk dari gerbang depan. Sementara dua pintu lainnya berada di samping kiri dan kanan bangunan rumah duka.

Kedua pintu tersebut merupakan pintu masuk mengangkut barang-barang berat atau loading dock. Terdapat masing-masing satu sekuriti dan karyawan yang berjaga di dalam dua pintu itu. Beberapa kali ada tukang-tukang yang masuk melalui pintu tersebut untuk mengangkut beberapa barang.

Ketika petugas keamanan dan karyawan itu ditanya oleh segenap insan pers, mereka hanya bilang bahwa mereka dilarang berbicara.

“Kita enggak boleh ngomong sama yang bule-bule itu. Kita jalanin perintah saja,” tegas sekuriti bernama Wityanto.

Sementara di pintu samping lainnya lagi, petugas keamanan sama sekali tidak menggubris pertanyaan wartawan. Dia pun tidak mau melihat wartawan yang bertanya kepadanya dan langsung menutup pintu.***Anton.H***


Rombongan jenazah terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, memasuki Rumah Duka Abadi pada, Rabu (29/04/2015) siang tadi.RESKRIM.Doc
Rombongan jenazah terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, memasuki Rumah Duka Abadi pada, Rabu (29/04/2015) siang tadi.RESKRIM.Doc

Jakarta_RESKRIM

On Wednesday (4/29/2015) morning, the person in charge at the Eternal Funeral Home, Elvan, has advised members of the press that are not covered in the funeral home when the bodies “Duo Bali Nine” arrived on the scene. This was promised by all members of the press, which eventually just waiting in front of the gate of the house of mourning Abadi since 10:00 pm.

When the group that brought the corpse “Duo Bali Nine”, namely Andrew Chan and Myuran Sukumaran, arrived at the funeral home, increasingly stringent security officer. Even employees of the funeral home immediately initiated a posse in front of the gate and urged all members of the press backwards.

It was done to secure entry point car entourage had arrived approximately 12:20 pm. Until about approximately 15:00 pm, where all members of the press are still waiting in front of the gate to see the latest conditions.

Andrew and Myuran place buried out of sight of the gate. All members of the press did not know whether the families of the bodies have arrived along with the group earlier.

The entrance into the Eternal Funeral Home has three, including from the front gate. While the other two doors are on the left and right side of the building the funeral home.

The second door is the entrance carrying heavy luggage or loading dock. There are respectively one and employee security guard at the two doors. Some times there are craftsmen who enter through the door to transport some goods.

When the security guards and employees were asked by all members of the press, they just said that they were forbidden to speak.

“We don’t  be talking to the foreign tourist that. We run it commands only,” the security firm named Wityanto.

While on the other side door again, security officers completely ignored reporters’ questions. He did not want to see a journalist who asked him and immediately closed the door. *** *** Anton.H

DI RUANG PERSEMAYAMAN RODRIGO GULARTE TERPAJANG FOTO PARA TERPIDANA MATI NARKOTIKA ( IN THE PHOTO displayed GULARTE RODRIGO funeral, death row inmates NARCOTICS )

Rumah Duka St Carolus yang dihiasi foto-foto para terpidana mati, meski hanya Rodrigo Gularte yang disemayamkan di situ pada, Rabu (29/04/2015).RESKRIM.Doc
Rumah Duka St Carolus yang dihiasi foto-foto para terpidana mati, meski hanya Rodrigo Gularte yang disemayamkan di situ pada, Rabu (29/04/2015).RESKRIM.Doc

 Jakarta_RESKRIM

Rumah Duka St Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, menyiapkan Ruang Kristoforus untuk persemayaman jenazah terpidana mati Rodrigo Gularte pada, Rabu (29/04/2015). Jenazah warga negara Brasil tersebut dijadwalkan akan tiba pada malam nanti.

Di ruang yang serba putih itu, sebuah meja diletakkan di tengah ruang persemayaman. Di atasnya dipasang foto Rodrigo dan sebuah salib. Sementara , di dua meja di sisi ruangan dipajang foto-foto para terpidana mati lainnya, yang dieksekusi di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu dini hari tadi.

Ruang persemayaman juga disiapkan untuk misa saat jenazah Rodrigo tiba. Tampak kursi-kursi bertutup kain putih ditata dengan rapi.

Tinjauan langsung_RESKRIM ,  sekira pukul 11.30 WIB, rumah duka St.Carolus sudah mulai dipenuhi kerabat dan pendukung penghapusan hukuman mati. Sementara nampak terlihat, sebuah karangan bunga bertuliskan “RIP: You Are In A Better Place” dipasang di bagian tengah rumah duka tersebut. Tidak terlihat penjagaan aparat keamanan di rumah duka St.Carolus tersebut.***Anton.H*** 


Rumah Duka St Carolus yang dihiasi foto-foto para terpidana mati, meski hanya Rodrigo Gularte yang disemayamkan di situ pada, Rabu (29/04/2015).RESKRIM.Doc
Rumah Duka St Carolus yang dihiasi foto-foto para terpidana mati, meski hanya Rodrigo Gularte yang disemayamkan di situ pada, Rabu (29/04/2015).RESKRIM.Doc

Jakarta_RESKRIM

Funeral Home St Carolus, Jalan Salemba Raya, Central Jakarta, to prepare for the funeral corpse Space Kristoforus death row Rodrigo Gularte on Wednesday (04/29/2015). The body of the Brazilian citizen is scheduled to arrive in tonight.

The all-white room, a table placed in the middle of the funeral chamber. Rodrigo photograph mounted on it and a cross. While, in the two tables on the side of the room displayed photographs of other death row inmates, who were executed in prisons Nusakambangan, Cilacap, Central Java, on Wednesday early this morning.Space is also prepared for the funeral Mass when the bodies of Rodrigo arrived. Looks cloth-covered chairs neatly arranged white.

Overview langsung_RESKRIM, approximately 11:30 pm, the funeral home St.Carolus already filled relatives and supporters of the abolition of the death penalty. While evident and a wreath that read “RIP: You Are In A Better Place” is installed in the middle of the funeral home. Not seen guarding the security forces at the funeral home St.Carolus. *** *** Anton.H

HUT KE-63 KOPASUS PANGLIMA SINGGUNG KESEJAHTERAAN PRAJURIT

Jakarta_RESKRIM

 Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan kembali perlunya untuk  membangun prajurit TNI menjadi suatu kekuatan yang bermoral, profesional, dan sejahtera agar siap melaksanakan tugas.

“Prajurit harus dibangun untuk menjadi prajurit yang bermoral, profesional, namun juga sejahtera hidupnya. Prajurit ini dilatih untuk menjadi prajurit terkuat, menjadi prajurit profesional. Semuanya itu dilaksanakan agar setiap prajurit TNI siap melakukan tugas,” tegas Moeldoko saat menyampaikan sambutannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada, Rabu (29/04/2015), di Jakarta. Moeldoko juga menambahkan bahwa seorang prajurit TNI  harus humanis dalam membangun kebersamaan, kedekatan dengan masyarakat, dan menciptakan perdamaian. Ia berpesan agar prajurit TNI bisa membangun persahabatan dengan pihak manapun juga.

Moeldoko menegaskan, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. TNI juga sedianya berperan dalam mencegah paham radikalisme dan menanggulangi aksi terorisme. Ia juga meminta kepada semua prajurit TNI, khususnya Kopassus. untuk meningkatkan kapasitas dalam merespon perkembangan situasi dunia yang begitu cepat. “Untuk itu kita harus mencari terapi, cara terapi yang pas, dan yang kedua harus mampu beradaptasi, dan ketiga kita harus melakukan inovasi dari waktu ke waktu,” tegas Moeldoko.

Acara peringatan HUT ke-63 Kopassus  dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir pula mantan Wakil Presiden Tri Soetrisno, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Komandan Jenderal Kopassus Doni Monardo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, serta petinggi militer negara lain. Hadir pula keluarga mantan presiden, di antaranya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan Guruh Soekarnoputra.***Anton.H***


Jakarta_RESKRIM

 General of the Indonesian National Army (TNI) Moeldoko recalls the need to build soldiers Indonesian Armed Forces (TNI) into a force that moral, professional, and well-being to be ready to carry out the task.

“Soldiers must be built to be a soldier moral, professional, but also prosperous life. Soldiers are trained to be the strongest warrior, became a professional soldier. Everything was done so that every soldier of the National Army of Indonesia ready to do the task,” said Moeldoko when delivering his speech at the commemoration Birthday 63rd Special Forces Command (Kopassus) on Wednesday (29/04/2015), in Jakarta. Moeldoko also added that a soldier Indonesian National Army (TNI) should be humane in building togetherness, closeness to the community, and create peace. He advised that the soldiers Indonesian Armed Forces (TNI) can build a friendship with any party.

Moeldoko asserted, the Indonesian Armed Forces (TNI) is the frontline in maintaining the sovereignty of the nation. Indonesian National Army (TNI) was originally also play a role in preventing radicalism and tackling terrorism. He also asked all soldiers Indonesian National Army (TNI), especially Kopassus. to improve the capacity to respond to the development of the world situation so quickly. “For that we have to seek therapy, therapy fitting way, and the second one should be able to adapt, and thirdly we must innovate from time to time,” said Moeldoko.

Anniversary event 63 Kopassus attended by Vice President Jusuf Kalla. Also present were former Vice President Tri Sutrisno, Commander of the Indonesian Armed Forces (TNI) Gen. Moeldoko, Commander General of Kopassus Doni Monardo, Defense Minister Ryamizard Ryacudu, the Interior Minister Tjahjo Kumolo, Chief of Army Staff General of the Indonesian National Army (TNI) Gatot Nurmantyo, Chief Staff of the Indonesian National Army (TNI) Navy Admiral Indonesian Armed Forces (TNI) Ade Supandi, as well as military officials of other countries. Also present were former president’s family, including Tommy Suharto or Tommy Soeharto and thunder Soekarnoputra. *** *** Anton.H

9 TERPIDANA MATI YANG AKAN DIEKSEKUSI BEBERAPA JAM MENDATANG ( 9 sentenced to death TO BE EXECUTED NEXT SEVERAL HOURS )

 

Jakarta_RESKRIM

Negara Indonesia bersikukuh menembak mati 9 orang kaki tangan industri narkoba di Nusakambangan dalam beberapa jam ke depan. Hukuman mati tersebut seolah-olah mengirim pesan kepada semua orang agar tidak bermain-main dengan candu yang efeknya sangat merusak itu.

Berikut jejak 9 orang terpidana mati yang dikabarkan akan menghadap regu tembak pada, Selasa malam atau Rabu (29/04/2015) dini hari

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc
Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc1. Rodrigo Gularte

1.Rodrigo Gularte

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.

Rodrigo tidak mengajukan kasasi atas vonis hukuman mati tersebut. Dia mengajukan grasi namun permohonan grasinya ditolak Presiden Joko Widodo melalui Keppres nomor 5/G pada tanggal 5 Januari 2015.

Pengacara Rodrigo juga sempat menyebut kliennya mengalami depresi dan gangguan jiwa. Namun hal tersebut dianggap Kejaksaan hanya upaya untuk menghindari timah panas eksekutor. Jaksa Agung Prasetyo pun masih menunggu second opinion dari dokter.

“Justru saya belum mendapat laporan dari dokter Polda (Jawa Tengah). Karena ada kecenderungan itu hanya mengulur waktu, kita tidak mau itu,” tegas Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan pada, Rabu (04/03/2015).

Meski begitu, Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi mati tetap berjalan. Sebab pengakuan gila Rodrigo tidak menghalangi eksekusi mati menurut UU. “Ya iyalah (tetap dieksekusi),” jelas Prasetyo.


Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc
Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc


2. Mary Jane Viesta Veloso

Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.

Upaya bebas dari hukuman mati terus dilakukan oleh Mary dengan mengajukan PK kedua. Tapi upaya terakhirnya itu gagal, PK terpidana mati kasus narkoba Mary Jane tidak diterima oleh PN Sleman‎. Sebab berdasarkan UU Mahkamah Agung dan UU Kekuasaan Kehakiman, PK hanya diberikan kesempatan sekali.

Akhirnya Mary yang membawa 2,6 kg heroin itu akan segera dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan, bergabung dengan 8 orang lainnya. Mary Jane juga telah masuk ruang isolasi di LP Besi, Pulau Nusakambangan.


Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc
Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc


3. Sylvester Obiekwe Nwolise alias Mustofa

Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.

Bukannya kapok, Silvester malah tetap menjalankan bisnis haramnya itu di Lapas dan berkali-kali dibekuk mengendalikan narkoba dari LP Nusakambangan.

Dia sempat mengajukan grasi ke Presiden Jokowi, namun grasinya ditolak‎ melalui Keppres No 11/G 2015.


Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc
Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc


4.Raheem Agbaje Salami

Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.

Pengacara Raheem, Utomo Karim juga sempat mengunjungi Raheem, bersama pacar Raheem dan rohaniawan Romo Kusi. Menurutnya Raheem sudah pasrah terkait eksekusi. Ia sangat senang saat bertemu dengan pacarnya yang berasal dari Madiun.

Menurut Utomo, Raheem yang merupakan pemegang paspor Spanyol adalah Jamiu Owolabi Abashin warga Nigeria. Utomo mengatakan kliennya dulu bermaksud memasuki Kanada, melalui Malaysia, dengan jasa “agen”.Tapi tidak kunjung diberangkatkan hingga batas waktu yang ditentukan, akhirnya paspor disita dan ditahan selama dua tahun.

Selanjutnya Jamiu Owolabi Abashin dikirim ke Thailand, dan akhirnya lontang-lantung di Bangkok. Dia lantas bertemu dengan seseorang yang memberikannya tempat tinggal. Setelah itu dia disuruh membawa koper yang menurut Utomo tidak diketahui isinya oleh kliennya. Jamie juga diberi paspor baru palsu atas nama Raheem Agbaje Salami.

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc
Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc

5. Okwudili Oyatanze

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.

Okwudili yang dikenal sebagai petelur heroin itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2001. Dia bersama 3 temannya mencoba menyelundupkan ribuan gram heroin yang dikemas dalam kapsul yang kemudian ditelan.

Okwudili divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang 22 Juli 2002 lalu. Tidak terima, dia lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung dengan hasil menguatkan putusan PN. Dia juga sempat mengajukan Peninjaun Kembali (PK) dan lagi-lagi PK-nya ditolak. Grasi Okwudili juga ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres 14/G 2015.


Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc
Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc


6. Zainal Abidin

Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.

Saat ditangkap polisi menjelang subuh, ditemukan tiga karung ganja berisi 58 kg ganja. Ikut ditangkap pula istri Zainal yaitu Kasyah dan teman Zainal yang dari Aceh, Aldo. Mereka lalu dihadirkan ke meja hijau dan majelis Pengadilan Negeri (PN) Palembang menjatuhkan hukuman:

1. Zainal dihukum 18 tahun penjara
2. Kasyah dihukum 3 tahun penjara
3. Aldo dihukum 20 tahun penjara

Di tingkat banding, hukuman Zainal diubah menjadi hukuman mati! Hukuman mati ini lalu dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2002 lalu. Sangat keberatan dengan hukuman mati ini, Zainal lalu mengajukan peninjauan kembali (PK) pada 2 Mei 2005. Namun permohonan PK-nya terselip entah ke mana. Hingga pada Desember 2014, Presiden Joko Widodo menolak seluruh grasi gembong narkoba, termasuk Zainal dengan Keppres yang keluar pada 2 Januari 2015. Zainal telah dipindahkan ke ruang isolasi bersama dengan terpidana lainnya pada Jumat (24/04) malam.


Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc
Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc


7. Martin Anderson Alias Belo WN Ghana

Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.


Myuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc
Myuran merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc

8. Myuran SukumaranMyuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.


 

Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc
Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc

 


9. Andrew Chan
Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.

Sebelum dieksekusi Andrew Chan melangsungkan pernikahannya dengan Febiyanti Herewila asal Surabaya pada Senin (27/04). Pernikahan dilangsungkan di Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Mereka megadakan pesta pernikahan secara sederhana di dalam penjara. Mereka baru saja menikah,” tegas kakak Andrew, Michael Chan, di Dermaga Wijayapura pada, Senin (27/04/2015).

Rohaniwan, Matius Arif Mirdjaja, berkunjung ke Nusakambangan, Cilacap. Dia adalah pedamping rohani dua Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Matius menjelaskan kondisi Andrew dan Myuran sangat baik. Keduanya sangat tegar menyikapi eksekusi. Namun ia menyayangkan Andrew dan Myuran diborgol saat dikunjungi keluarganya.***Anton.H***


Jakarta_RESKRIM

State Indonesia insisted shot dead nine people in the drug industry accomplice reclaiming the next few hours. The death penalty as if to send a message to everyone in order not to tinker with opiate effect is very damaging it.

Following the footsteps of 9 people on death row who is rumored to be facing a firing squad on Tuesday night or Wednesday (04/29/2015) early morning

Rodrigo Gularte merupakan Warga Negara Brasil. Pria kelahiran tahun 1972 itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2004 saat hendak menyelundupkan 6 kg kokain yang disembunyikan di papan selancar. Dia divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 07 Februari 2005 dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten pada 10 Mei 2005.RESKRIM.Doc

1. Rodrigo Gularte

Rodrigo Gularte is a citizen of Brazil. Men born in 1972 was arrested at Soekarno-Hatta in 2004 while trying to smuggle 6 kg of cocaine hidden in a surfboard. He was sentenced to capital punishment by the Tangerang District Court on February 7, 2005 and upheld by the Banten High Court on May 10, 2005.

Rodrigo did not file an appeal against the death sentence. He filed a petition for clemency rejected clemency but Joko Widodo President through Presidential Decree No. 5 / G on January 5, 2015.

Rodrigo lawyer also said his clients had suffered depression and mental disorders. However, it is considered Attorney simply an attempt to avoid the hot lead executor. Attorney General Prasetyo was still waiting for a second opinion from a doctor.

“That I have not received a report from the doctor Police (Central Java). Because there is a tendency that only stalling, we do not want it,” said Prasetyo at the Attorney General (AGO), Jl Sultan Hasanuddin, South Jakarta, Wednesday (04/03 / 2015).

However, Prasad asserted that executions continue to run. Because crazy Rodrigo does not preclude recognition of execution according to Law. “Melepasmu (still executed),” said Prasetyo.

Mary Jane dibekuk aparat penegak hukum pada 2011 dengan bukti 2,6 kg heroin saat memasuki Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Atas perbuatannya, 6 hakim dan 6 hakim agung di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK menjatuhkan hukuman mati kepada Mary Jane.RESKRIM.Doc

2. Mary Jane Viesta Veloso
Mary Jane arrested by law enforcement officers in 2011 with 2.6 kg heroin evidence when entering the Adi Sucipto Airport, Yogyakarta. For his actions, six judges and six justices in the first instance, appeal, appeal and PK death sentence to Mary Jane.

Efforts are free of the death penalty continues to be done by Mary by proposing a second PK. But his final attempt was unsuccessful, PK death row inmate drug cases Mary Jane was not accepted by the PN Sleman. Because based on the Law of the Supreme Court and the Judicial Power Act, the PK is only given the opportunity once.

Finally Mary is carrying 2.6 kg of heroin it would soon be executed on Nusakambangan Island, joined with eight other people. Mary Jane has also been entered in the isolation room Iron LP, Nusakambangan.

Sylvester alias Mustofa ditangkap pada tahun 2003 oleh Dit Narkoba Mabes Polri karena menyelundupkan heroin 1,2 kg ke Indonesia. Warga Negara Nigeria ini divonis hukuman mati oleh PN Tangerang.RESKRIM.Doc

3. Sylvester Obiekwe Nwolise alias Mustafa

Sylvester alias Mustafa was arrested in 2003 by the Directorate of Drug Police Headquarters for smuggling 1.2 kg of heroin into Indonesia. Citizen of Nigeria have been sentenced to death by the Tangerang District Court.

Rather than give up, Silvester even still running the illicit business in prisons and repeatedly seized control of LP reclaiming drugs.

She had filed for clemency to the President Jokowi, but denied clemency through Presidential Decree No. 11 / G 2015.

Raheem merupakan Warga Negara Nigeria, dia ditangkap pada tahun 1999 di Bandara Juanda, Surabaya, karena membawa 5 kg heroin. Ia divonis mati dan ditahan di LP Madiun.Raheem sempat mengajukan upaya hukum grasi, namun grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi pada 2014.RESKRIM.Doc

 4.Raheem Salami Agbaje
Raheem is a citizen of Nigeria, he was arrested in 1999 at Juanda Airport, Surabaya, because carrying 5 kg of heroin. He was sentenced to death and detained in Madiun LP.

Raheem had filed a legal action for clemency, but clemency was rejected by President Jokowi in 2014.

Raheem lawyer, Karim Utomo also briefly visited Raheem, along with girlfriend Raheem and clergy Romo Kusi. According Raheem was resigned associated execution. He was very happy when he met with his girlfriend who came from Madiun.

According Utomo, Raheem who is the holder of a Spanish passport is Jamiu Owolabi Abashin Nigerians. Utomo said his client had intended to enter Canada, through Malaysia, with the services of an “agent” .But not being dispatched until the prescribed time limit, eventually passports confiscated and held for two years.

Furthermore Jamiu Owolabi Abashin sent to Thailand, and eventually neglected in Bangkok. He then met someone who gave him a place to stay. After that he was told to bring a suitcase which, according Utomo not know its contents by its clients. Jamie was also given a new false passport in the name Raheem Salami Agbaje.

Okwudili merupakan Warga Negara Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya disebut media sebagai komplotan Bali Nine. Dia dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres No 32/G 2015.RESKRIM.Doc

5. Okwudili Oyatanze
Okwudili an Australian citizen, he along with Andrew Chan and 7 others were referred to the media as the Bali Nine gang. He was executed on 8 kg of heroin smuggling case. Clemency denied through Presidential Decree No. 32 / G 2015.

Okwudili known as laying heroin was arrested at Soekarno-Hatta in 2001. He was with three friends trying to smuggle thousands of grams of heroin packaged in a capsule that can be swallowed.

Okwudili sentenced to death by the District Court (PN) Tangerang July 22, 2002 last. Does not accept, he then appealed to the High Court (PT) Bandung District Court upheld the ruling by the results. She also had filed peninjaun (PK) and once again the PK was rejected. Okwudili also rejected clemency Jokowi President through Presidential Decree 14 / G 2015.

Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.RESKRIM.Doc

6. Zainal Abidin
Zainal Abidin became the only Indonesian nationals on death row. Zainal was arrested at the family home in Jalan KY magnitude Gede Ing Suro, Village Ilir, Palembang, South Sumatra (South Sumatra) on December 21, 2001.

When the police arrested before dawn, found three bags containing 58 kg of cannabis marijuana. Similarly wife were arrested Zainal Zainal namely Kasyah and friends were from Aceh, Aldo. They are then presented to the court and assemblies District Court (PN) Palembang sentence:

1. Zainal was sentenced to 18 years in prison
2. Kasyah sentenced to 3 years in prison
3. Aldo was sentenced to 20 years in prison

On appeal, the sentence was changed to death penalty Zainal! The last death sentence upheld by the Supreme Court (MA) in 2002. Strongly object to the death penalty, Zainal then filed a reconsideration (PK) on 2 May 2005. However, his petition PK tucked away somewhere. Until December 2014, the President rejected the clemency Joko Widodo drug kingpin, including Zainal with the decree which came out on January 2, 2015.

Zainal has been moved to an isolation room together with other convicted on Friday (04/24) night.

Warga Negara Ghana, Martin Anderson alias Belo ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2003 atas kasus kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan di dalam map. Dia divonis mati dan mengajukan upaya hukum. Tapi upaya untuk terbebas dari hukuman mati kandas, grasinya ditolak Presiden Jokowi melalui Keppres No 1/G 2015.RESKRIM.Doc

7. Martin Anderson Alias ​​Belo WN Ghana
Citizen of Ghana, Martin Anderson aka Belo was arrested in Kelapa Gading, North Jakarta, on November 7, 2003 for the case of possession of 50 grams of heroin were included in the map. He was sentenced to death and filed a legal remedy.

But the attempt to be free of the death penalty foundered, clemency was rejected President Jokowi through Presidential Decree No. 1 / G 2015.

Myuran merupakan Warga Negara  Australia, dia bersama dengan Andrew Chan dan 7 orang lainnya tergabung dalam Bali Nine. Dihukum mati atas kasus penyelundupan 8 kg heroin. Grasinya ditolak melalui Keppres 32/G 2015.RESKRIM.Doc

8. Myuran Sukumaran
Myuran an Australian citizen, he along with Andrew Chan and 7 others joined in the Bali Nine. Sentenced to death for smuggling 8 kg of heroin. Clemency denied through Presidential Decree 32 / G 2015.

Andrew Warga Negara Australia ini dikenal sebagai godfather di kelompok Bali Nine. Dia bersama Myuran Sukumaran dan 7 orang lainnya tertangkap pada tahun 2005 atas kasus penyelundupan 8 kg heroin di Bali ke Australia. Grasinya ditolak melalui Keppres 9/G 2015.RESKRIM.Doc
9. Andrew Chan
Andrew citizen of Australia is known as the Bali Nine godfather in the group. He along with Myuran Sukumaran and 7 others arrested in 2005 for smuggling 8 kg of heroin in Bali to Australia. Clemency denied through Presidential Decree 9 / G 2015.

Prior to execution of Andrew Chan nuptials with Febiyanti Herewila from Surabaya on Monday (27/04). Wedding held in prisons Iron, Nusakambangan, Cilacap, Central Java.

“They megadakan simple wedding in the prison. They just got married,” said brother Andrew, Michael Chan, at Pier Wijayapura on Monday (27/04/2015).

Clergy, Matthew Arif Mirdjaja, visited Nusakambangan, Cilacap. He is a spiritual facilitator two Bali Nine, Andrew Chan and Myuran Sukumaran. Matthew explains Andrew and Myuran condition is very good. Both are very tough to address execution. But he lamented Andrew and Myuran handcuffed while visiting family. *** *** Anton.H

KADES BACK UP GUDANG DI DESA KASANG LOPAK ALAI MUARO JAMBI ( VILLAGE HEAD BACK UP WAREHOUSE IN THE VILLAGE kasang LOPAK ALAI Muaro JAMBI )

Kasang Lopak Alai,Muaro Jambi_RESKRIM

Beberapa waktu lalu ,berdasarkan informasi masyarakat Desa Kasang Lopak Alai terhadap banyaknya truk-truk besar yang melintas dan masuk ke suatu tempat. Pihak RESKRIM menyelidiki,ternyata berdasarkan informasi masyarakat tersebut memangbenar,bahwa banyak truk besar di areal gudang plastik Desa Kasang Lopak Alai Kabupaten Muaro Jambi

Areal gudang plastik bekas sekira 1Ha tersebut dipenuhi dengan berbagai barang bekas yang tidak diketahui dengan jelas asal-muasalnya. Demi memperoleh keterangan yang sejelas-jelasnya,pihak RESKRIM segera menemui pemilik. Pemilik nampak arogan dan tidak bersahabat. Ketika hendak dikonfirmasi seputar permasalahan tersebut,pemilik dengan ketus menjawab,” Kalau mau menanyakan segala hal dan keperluan apapun,silahkan hubungi kepala desa,tegasnya.

RESKRIM pun menanyakan ,siapa nama kepala desa. Pemilik menjawab,Marzuki sekaligus memberikan nomor kontak kepala desa tersebut. Pihak RESKRIM segera menghubungi kepala desa,Marzuki melalui pesan singkat,Aslm….Selamat siang datuk,kami dari media online ingin menanyakan tentang hal seputar gudang plastik,dikatakan oleh pemilik ,bahwa segala urusan apapun sudah diserahkan kepada datuk. Apakah kita dapat bertemu untuk membahas hal itu?

Dan hingga detik ini,pesan singkat tersebut tidak dijawab oleh Marzuki selaku kepala desa Kasang lopak Alai Kabupaten Muaro Jambi. Adahal apakah dengan gudangplastik tersebut sehingga segala macam urusan dan keperluan harus melalui kepala desa Kasang lopak Alai Kabupaten Muaro Jambi?????????***Harvery***


Kasang Lopak Alai, Muaro Jambi_RESKRIM

Some time ago, based on public information Kasang Lopak Alai village against the many large trucks that pass and go somewhere. Criminal party investigate, apparently based on the public information memangbenar, that many large trucks in the area of ​​plastic warehouse Lopak Alai Kasang Regency Village Muaro

Warehouse area of ​​approximately 1 Hectare scrap plastic is filled with a variety of second-hand goods are not clear origins. In order to obtain information that clearly, the Criminal soon meet the owner. Owner seemed arrogant and unfriendly. When about to be confirmed about the problem, the owner replied curtly, “If you want to ask anything and whatever purposes, please contact the head of the village, he said.

Reskrim also ask, what is the name the village head. The owner replied, Marzuki well as a contact number for the village chief. Criminal party immediately contact the village head, Marzuki through short messages, Asallamuallaikum …. Good afternoon progenitor, our online media want to inquire about the plastic around the barn, said the owner, that all matters of any kind has been submitted to the progenitor. Whether we can meet to discuss it?

And until this moment, the short message is not answered by Marzuki as village head Kasang Lopak Alai Muaro Jambi district. what is wrong whether to gudangplastik so that all sorts of affairs and the need to go through the village head Lopak  Alai Kasang Regency Muaro Jambi ????????? Harvery *** ***

INDEKOS DI SAWAH BESAR DIRAZIA : PASANGAN MESUM DAN WNA DIGELANDANG ( Boarder at SAWAH BESAR raided: dirty pair herded FOREIGN AND CITIZENS )

Razia indekos di Sawah Besar, pasangan mesum dan WNA digelandang pada, Selasa, 28 April 2015 13:09.RESKRIM.Doc
Razia indekos di Sawah Besar, pasangan mesum dan WNA digelandang pada, Selasa, 28 April 2015 13:09.RESKRIM.Doc

Sawah Besar,Jakarta_RESKRIM

Indekos di Jalan Dwi Warna, Karang anyar, Sawah Besar, digeledah habis oleh petugas Satpol PP Jakarta Pusat. Pasangan bukan suami istri juga ikut terjaring dalam razia ini.

Dua tempat kos-kosan yang didatangi yakni Gunung dan kos Blueberry. Saat dikunjungi para penghuni kos terlihat terkejut karena mereka masih dalam keadaan tertidur.

Petugas meminta para penghuni menunjukkan identitas. Bagi mereka yang bermasalah langsung dibawa ke kantor Kecamatan Sawah Besar, untuk didata.

Disamping itu, petugas juga mendapati seorang Warga Negara Nigeria bernama Obina. Dia sempat menunjukkan paspor dan visanya yang masih berlaku. Dia mengaku tiba di Indonesia pada tanggal 24 April 2015.

“Kita bawa ke Kecamatan Sawah Besar, kita periksa bersama pihak Imigrasi Jakarta Pusat,” tegas Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede pada, Selasa (28/04/2015).

Akhir-Akhir ini razia  gencar dilakukan karena makin maraknya jaringan prostitusi yang merebakkemana-mana. Hal tersebut terbongkar setelah kasus pembunuhan Deudeuh Alfisahrin.***Anton.H***


Razia indekos di Sawah Besar, pasangan mesum dan WNA digelandang pada, Selasa, 28 April 2015 13:09.RESKRIM.Doc
Razia indekos di Sawah Besar, pasangan mesum dan WNA digelandang pada, Selasa, 28 April 2015 13:09.RESKRIM.Doc


Sawah Besar, Jakarta_RESKRIM

Boarder at Jalan Dwi Color, Karang Anyar, Sawah Besar, searched discharged by municipal police officers in Central Jakarta. The couple is not married also netted in the raid.

Two boarding house attended the Mount and boarding Blueberry. When visited by the boarders looks surprised because they are still in a state of sleep.

The officer asked the occupants of identity. For those who have problems directly taken to the office of the District Sawah Besar, to be recorded.

In addition, officers also found a Nigerian citizen named Obina. He had a passport and a valid visa. He claims to arrive in Indonesia on 24 April 2015.

“We take it to the District Sawah Besar, we check together with the Immigration Jakarta,” said Central Jakarta Mayor, Mangara Pardede on Tuesday (28/04/2015).

End-Final intensively conducted raids because seediness prostitution ring that merebakkemana everywhere. It was revealed after the murder of Deudeuh Alfisahrin. *** *** Anton.H