MAHASISWA IAIN MENUNTUT KETIDAKADILAN

Mahasiswa IAIN STSJambi sedang Aksi Unjuk Rasa Depan Kepolisian Resort Muaro Jambi
Mahasiswa IAIN STSJambi sedang Aksi Unjuk Rasa Depan Kepolisian Resort Muaro Jambi

Muaro Jambi,Sengeti_RESKRIM

Merasa diperlakukan tidak adil ,pihak mahasiswa IAIN STS Jambi mengadakan aksi unjuk rasa di depan markas kepolisian Polres Muaro Jambi.

Aksi berlangsung sekira pukul 09:25 WIB ,mahasiswa yang berbendara PMII ( Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ) menyampaikan ketidak puasan mereka atas penanahan terhadap rekan mereka di Polres Muaro jambi.    Beberapa orang dari mahasiswa yang berhasil dikonfirmasi menegaskan,”bahwa rekan-rekannya telah ditahan di Polres Muaro jambi sekira seminggu”.

Rekan-Rekan mereka yang ditahan diantaranya; Khaharudin , Hendry, Sukardi, dan Taufiq. kelima mahasiswa tersebut dari fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi.

Aksi yang berlangsung berjalan damai tanpa anarkhis dari para mahasiswa yang berbendera PMII. Dalam aksi tersebut,jumlah mahasiswa yang hadir dalam aksi tersebut sekira 200 an orang.

Kronologis kejadian,dituturkan oleh sejumlah mahasiswa,” bahwasannya  12 orang yang mengatasnamakan dirinya dari HMI berselisih dengan rekannya yang berjumlah 5 orang tersebut di kampus IAIN STS Jambi. Kesalahpahaman tersebut terjadi di ruang  pembantu dekan III Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi.

Dari kesalahpahaman tersebut seharusnya diselesaikan oleh internal kampus namun pada faktanya konstitusi kampus dikangkangi oleh pihak kepolisian Muaro Jambi dengan semena-mena menahan mahasiswa.

Dan kesalahan juga terjadi di pihak kampus yang acuh terhadap perilaku kepolisian yang menahan mahasiswanya di wilayah konstitusi kampus,demikian yang diutarakan oleh sejumlah mahasiswa kepada_RESKRIM.

Ditegaskan pula oleh sejumlah mahasiswa IAIN STS Jambi,Bahwa  ketika rekan-rekannya ditahan itu disaksikan langsung oleh Tabrani yang saat itu menjabat sebagai pembantu dekan III Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi. Tabrani yang seharusnya bertanggung jawab menegahi permasalahan mahasiswa tersebut namun malah Tabrani yang bungkam dan tidak mau menerangkan kebenaran,tegas mereka.

Nampak Mahasiswa Yang Sedang Berorasi di depan Kepolisian Resort Muaro jambi
Nampak Mahasiswa Yang Sedang Berorasi di depan Kepolisian Resort Muaro jambi

Dalam aksi unjuk rasa tersebut yang digelar di depan pintu gerbang Kepolisian Resort Muaro jambi,para mahasiswa menuntut 3 hal kepada Kapolres Muaro Jambi,AKBP.Ayi Supardan.

1.Meminta Kepolisian Muaro Jambi untuk tidak ikut campur dalam permasalahan yang terjadi di dalam kampus IAIN STS Jambi.

2.Meminta Kapolres Muaro jambi membebaskan mahasiswa yang ditahan karena penahanan tidak sesuai dengan prosedur yang ada dalam konstitusi kampus.

3.Meminta Rektor IAIN STS Jambi mengambil sikap tegas menyelesaikan permasalahan internal kampus di dalam kampus.

Aksi yang dijaga ketat oleh pihak Kepolisian Resort Muaro jambi dengan pagar betis ,agar aksi tersebut tidak merembet ke dalam gedung Kepolisian Resort Muaro jambi.

Aksi yang dipimpin oleh koordinator lapangan Mahfudz dan Sukron ( President BEM IAIN STS Jambi ) ,akhirnya berhasil menemui kapolres Muaro jambi,AKBP Ayi Supardan di ruangannya.***Harvery***

 

Iklan

OKNUM PENEGAK HUKUM BERPANGKAT KOMPOL DIGELANDANG PROPAM POLDA JAMBI

Kelompok DPD KNPI Kota Jambi,pimpinan Najib
Kelompok DPD KNPI Kota Jambi,pimpinan Najib

Jambi,Talang Bakung_RESKRIM

Alas hak adalah merupakan alat bukti dasar seseorang dalam membuktikan hubungan hukum antara dirinya dengan hak yang melekat atas tanah. Oleh karenanya sebuah alas hak harus mampu menjabarkan kaitan hukum antara subjek hak (Individu maupun badan hukum) dengan suatu objek hak (satu atau beberapa bidang tanah) yang ia kuasai. Artinya, dalam sebuah alas hak sudah seharusnya dapat menceritakan secara lugas, jelas dan tegas tentang detail kronologis bagaimana seseorang dapat menguasai suatu bidang tanah sehingga jelas riwayat atas kepemilikan terhadap tanah tersebut.

Kelompok GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) pimpinan Fiat PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI
Kelompok GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) pimpinan Fiat PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI

Bong Bongan Silaban,SH  yang telah mengantongi sejumlah dokumen yang syah  atas tanah seluas 2,5 Ha,kini mengalami  masalah. Permasalahan tersebut muncul karena ada  pihak yang mengaku masyarakat dan  bersih keras untuk mempertahankan areal tanah yang berada di kawasan kepemilikan Bong Bongan Silaban,SH.

Pemasangan Atribut GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi Di rumah warga Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan
Pemasangan Atribut GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi Di rumah warga Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan

Pihak yang mengaku sebagai salah satu masyarakat Kelurahan Talang Bakung ,Denny  dengan bersih keras mempertahankan lokasi tanah yang berada di atas tanah milik Bong Bongan Silaban,SH. Bahkan dari awal  ,Denny telah berupaya untuk bertahan agar eksekusi tanah yang akan dilakukan oleh pihak Bong Bongan,SH melalui kuasa hukumnya,Joshua.  Pihak Kuasa hukum,dari Bong Bongan Silaban,SH telah menetapkan eksekusi tanah berupa pemagaran sekeliling areal tanah  seluas 2,5 Ha yang berada di Kelurahan Talang Bakung 19/09/2014.

List Plang yang bertuliskan,"TANAH MILIK WARGA" yang dipertahankan Denny
List Plang yang bertuliskan,”TANAH MILIK WARGA” yang dipertahankan Denny

Denny bersih keras ,bahkan papan list plank yang bertuliskan,”Tanah Ini Milik Warga” ditentang keras oleh Denny ketika akan dicabut.

Sementara Proses pemagaran tetap berlangsung, hadir pula Lurah Talang Bakung,Babinkantibmas,anggota sektor kepolisian Jambi Selatan guna menyaksikan permasalahan yang terjadi di lokasi kawasan tanah seluas 2,5 Ha Di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan 19/09/2014/sekira pukul 10:35 WIB.

Spanduk Yang Terpasang Di Lingkungan Warga
Spanduk Yang Terpasang Di Lingkungan Warga

Di hari ketiga 21/09/2014/sekira pukul 11:25 WIB,Suasana  menjadi sedikit panas dengan kedatangan  sekelompok orang yang menamakan diri mereka GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) yang dipimpin oleh ,Fiat menanamkan bendera GBRK di atas tanah  milik Bong Bongan Silaban,SH dengan penampilan yang agak arogan.     Sementara diketahui bahwa ,Fiat adalah salah seorang pegawai negeri sipil yang berdinas di Kesbangpol Provinsi Jambi di Bagian Umum.

Fiat,PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI,Memegang Kamera  berkacamata hitam dan baju salur - salur
Fiat,PNS KESBANGPOL PROVINSI JAMBI,Memegang Kamera berkacamata hitam dan baju salur – salur

 

Pihak Masyarakat dan kuasa hukum Bong Bongan Silaban,SH ,Pihak Samapta Polda Jambi,Najib ketua DPD KNPI Kota Jambi tengah  berembuk
Pihak Masyarakat dan kuasa hukum Bong Bongan Silaban,SH ,Pihak Samapta Polda Jambi,Najib ketua DPD KNPI Kota Jambi tengah berembuk

Maksud dan tujuan dari ,Fiat dari kelompok  GBRK ( Gerakan Bersama Rakyat Kampung ) tidak diketahui dengan jelas.  Dan tidak lama kemudian muncul kembali  kelompok baru yang menamakan diri mereka , DPD KNPI Kota jambi yang dipimpin langsung oleh ketuanya,Najib.  Ketua KNPI sempat mengucapkan,” Tanah ini milik Tuhan…………( Sesuai dengan yang dilontarkan oleh Najib…kepada pengawas  )”.

Dua kelompok tersebut pun memasang atribut mereka ( GBRK dan DPD KNPI Kota Jambi ) baik di kawasan tanah milik Bong Bongan Silaban,SH maupun menempel di rumah-rumah masyarakat.

Dan hari berikutnya kedua kelompok tersebut kembali datang ke lokasi tanah milik Bong Bongan Silaban,SH dan  berkumpul dengan masyarakat yang memiliki bangunan  di atas tanah milik Bong Bongan,SH duduk  dan mengadakan musyawarah atas solusi terhadap  permasalahan tanah tersebut. Musyawarah dihadiri oleh kuasa hukum Bong Bongan Silaban ,SH, Najib dari DPD KNPI Kota Jambi, Fiat ,Ketua GBRK ,pihak Babinkantibmas dan pihak Samapta Polda  Jambi.

Suasana Dalam Perundingan dengan warga Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan  Di kawasan tanah yang diduki oleh masyarakat
Suasana Dalam Perundingan dengan warga Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan Di kawasan tanah yang diduki oleh masyarakat

Jumlah Rumah masyarakat yang berada di kawasan tanah milik Bong Bongan Silaban,SH berjumlah sekitar 20 rumah, dan sebagian telah pindah dan mendapatkan biaya pindah oleh pemilik tanah namun sebagian lagi tetap bertahan bahkan masyarakat yang  bertempat tinggal di kawasan tanah tersebut menjadi getol ketika ,Denny  mendapatkan dukungan baru dari kelompok GBRK ( Gerakan  Bersama Rakyat Kampung ) yang diketuai oleh,Fiat  ( PNS di Kesbangpol Provinsi Jambi ) dan DPD KNPI Kota Jambi,yang diketuai oleh,Najib.

Tanggal 24/09/2014/sekira pukul  11:47 WIB, pihak Propam Polda Jambi, AKP Eko dan Kasatreskrim Polresta jambi,Sunhot Silalahi beserta anggota penegak hukum berhasil menggelandang Kompol.Tompel ( nama panggilan ) dengan menggunakan 2 unit mobil  tanpa perlawanan.

Dan anehnya sebuah media online  yang bernama SR,memberitakan permasalahan tersebut dengan judul ,”Puluhan Preman Dikerahkan oleh Bong Bongan Silaban,SH untuk menguasai Tanah Masyarakat, namun pada faktanya puluhan orang yang dimaksud bukanlah preman.”  Dan diungkapkan oleh sejumlah orang yang disebut-sebut oleh media SR tersebut,”PREMAN”, tidak terima atas ulah wartawan SR tersebut. Dan diharapkan pihak Lembaga Pemantau Pers  ( LPP ) segera  mengambil tindakan atas pemberitaan yang hanya bersifat sepihak tersebut.****Harvery***

TARIK ULUR SIDANG SENGKETA LAHAN DESA ARANG-ARANG DENGAN DESA SIPIN TELUK DUREN ( Tug HEARING VILLAGE LAND DISPUTE WITH CHARCOAL CHARCOAL-BAY VILLAGE Sipin DUREN )

Suasana Dalam Ruang Sidang Pengadilan Negeri Sengeti Muaro Jambi
Suasana Dalam Ruang Sidang Pengadilan Negeri Sengeti Muaro Jambi


Nazmi,Wakil Ketua Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Muaro Jambi ( Sebelah Kiri )


Suasana Sebelum Majelis Hakim Memasuki Ruang Dalam Sidang Sengketa Lahan Desa Arang-Arang Dengan Desa Sipin Teluk Duren


Pengadilan Negeri Sengeti,Muaro Jambi_RESKRIM

Perjalanan Sidang masalah sengketa lahan di Desa Arang-Arang dengan Desa Sipin Teluk Duren semakin panjang. Permasalahannya pihak penggugat ,Surya Indra Kusuma selalu melakukan manuver  penundaan  dengan alasan sedang mempelajari dan mempersiapkan segala sesuatunya.

Beberapa waktu lalu juga terjadi penundaan sidang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro jambi.

Hari ini,Kamis ( 11/09/2014 ) di ruang Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi,sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua,Endang An,SH,MH   dan dihadiri oleh pihak penggugat dalam hal diwakili oleh penasehat hukum ,Elvis,SH dan tergugat diwakili oleh penasehat hukum,Iwan,SH dan Anom,SH  dan pihak BPN ( Badan Pertanahan Nasional ) Kabupaten Muaro Jambi diwakili oleh wakil ketua BPN,Nazmi serta segenap pihak-pihak yang bersangkutan di dalamnya.

Agenda sidang hari ini hanya berkisar kepada penyerahan berkas-berkas kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi dan berkas -berkas diterima namun pihak penggugat ,Surya Indra Kusuma yang diwakili oleh penasehat hukum ,Elvis,SH memohon kepada Majelis Hakim untuk menunda acara persidangan pada Hari  Senin,( 15/09/2014 ) yang akan datang.  Atas permohonan tersebut pihak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi mengabulkannya dan sidang ditutup dengan ketukan palu oleh Hakim Ketua,Endang AN,SH.MH.

Elvis selaku penasehat hukum pihak penggugat ketika dimintai keterangan oleh _RESKRIM,”Apa Alasan penundaan agenda sidang hari ini  yang beliau ajukan kepada Majelis Hakim?”.  Pihaknya menegaskan,” No Comment……….”.

Agenda sidang yang digelar sekitar pukul ,12:32 WIB tersebut pun berakhir setelah penyerahan berkas oleh pihak masing-masing.***Harvery***


Sengeti District Court, Criminal Muaro
The trial trip in the land dispute issue-Charcoal Charcoal Village by village Duren Gulf Sipin getting longer. The problem plaintiff, Surya, Indra Kusuma always maneuver delay the grounds are studying and preparing everything.
Some time ago was also a delay of the hearing by the District Court panel Sengeti Muaro Jambi.
Today, Thursday (09/11/2014) in the District Court Sengeti Muaro Jambi, a session led by the Chief Justice, Endang An, SH, MH, and attended by the plaintiff in the case was represented by legal counsel, Elvis, SH and defendant represented by legal counsel, Iwan, SH and Anom, SH and the BPN (National Land Agency) District Muaro represented by deputy chairman of the BPN, Nazmi and all the parties concerned in it.
The agenda of today’s hearing is only about to surrender the files to the District Court Judge Sengeti Muaro Jambi and file -berkas accepted but the plaintiff, Surya, Indra Kusuma represented by legal counsel, Elvis, SH appealed to the judges to suspend the proceedings on On Monday, (09/15/2014) that will come. Upon the request of the Judge of the District Court District Sengeti Muaro grant and the trial was closed to the beat of the hammer by the Chief Justice, Endang AN, SH.MH.
Elvis as the plaintiff’s legal counsel when questioned by _RESKRIM, “What reason delay the agenda of today’s hearing that he submitted to the judges?”. It asserts, “No Comment ……….”.
Agenda of the session that was held at about 12: 32 pm was ended after the submission of the file by the respective parties. *** *** Harvery



UNGKAPAN SAKSI SAAT MH 17 DIRUDAL

Ruang Dalam Pesawwat MH17 milik maskapai penerbangan Malaysia
Ruang Dalam Pesawwat MH17 milik maskapai penerbangan Malaysia

Ukraina_RESKRIM
Satu per satu jasad korban tragedi Malaysia Airlines MH17 yang dirudal di wilayah Ukraina timur dimakamkan,hingga kini, siapa pihak yang tega menembak jatuh pesawat sipil sarat penumpang tersebut masih misterius.

Salah seorang saksi mata saat kejadian, kepada Panorama BBC, mengaku melihat sejumlah orang Rusia mengoperasikan peluncur rudal BUK di area di mana MH17 jatuh.

Pengakuan itu memperkuat bukti yang ditemukan sebelumnya, yakni kerusakan di badan pesawat yang memberi petunjuk bahwa senjata fragmentasi — seperti BUK –yang membuat kapal terbang itu jatuh.

Sebelumnya, pemberontak pro-Rusia membantah memiliki BUK. Sementara, Kremlin menuding bahwa misil tersebut datang dari jet tempur Ukraina.

Tiga saksi mata, semua warga sipil, secara terpisah mengaku melihat peluncur rudal dari wilayah yang dikuasai pemberontak, beberapa jam sebelum Boeing 777 itu jatuh menghujam tanah.

Salah satu saksi mata melihat, peluncur rudal berada di Snezhnoye, sekitar 10 mil atau 16 kilometer dari titik jatuhnya MH17 sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

“Kami melihatnya sedang diturunkan. Saat mesin BUK mulai bekerja, asapnya memenuhi seluruh tanah lapang,” jelasnya, sesuai liputan BBC, Selasa (09/09/2014)

Para saksi mata juga mengatakan, awak peluncur rudal yang mereka lihat adalah tentara Rusia. “Disiplin mereka tinggi, tak seperti para pemberontak. Mereka juga tak mengenakan seragam kamuflase standar yang mirip satu sama lain, antara punya pemerintah (Ukraina) dan pemberontak,” kata salah satu saksi yang tak disebut namanya.

“Aksen mereka juga asli Rusia. Mereka melafalkah huruf ‘g’ berbeda dengan kami.”

Di timur Ukraina, kebanyakan orang berbicara bahasa Rusia, namun BUK tidak berbicara bahasa itu dengan aksen lokal.

Keterangan saksi mata pertama dikonfirmasi saksi kedua, yang menambahkan bahwa seorang perwira di sebuah jip militer yang mengawal BUK berbicara dengan aksen Moskow.

Jika keterangan saksi benar, pihak Kremlin harus menjelaskan pada keluarga 298 penumpang dan kru yang tewas mengapa personel militer Rusia diduga terlihat di area sekitar lokasi, mengawal BUK, sesaat sebelum MH17 ditembak.

Sekali lagi, jika keterangan para saksi benar, awak BUK bisa jadi adlaah bagian dari ‘tentara hantu’ atau ‘Ghost Army’ — ribuan tentara Rusia yang dilaporkan diam-diam menyusup ke Ukraina dan condong ke pihak pemberontak.

Kecelakaan MH17 drama geopolitik yang menandai krisis terbesar Rusia lawan Barat, sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an.

Sementara itu, tim ahli dari Belanda akan mempublikasikan laporan pertama tentang apa gerangan yang menyebabkan MH17 celaka di hari naasnya pada 17 Juli 2014. Dewan Keselamatan Belanda memimpin penyelidikan internasional tersebut.

Malaysia Airlines MH17 terbang dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia saat celaka di lokasi antara Krasni Luch di wilayah Luhansk dan Shakhtarsk di wilayah Donetsk.

Kotak hitam pesawat telah dikirim ke Farnborough, Inggris untuk diselidiki oleh Air Accidents Investigation Branch. Para ahli dari Inggris, Jerman, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Ukraina dan Rusia bekerja sama dalam kasus ini. ***kontributor BBC***

TIPS AMAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

 

Ilustrasi Dunia Maya.
Ilustrasi Dunia Maya.

Jakarta_RESKRIM

Kebebasan berekspresi merupakan  hak seluruh warga negara, namun masyarakat harus mengenal batasan-batasan termasuk di dalamnya  dunia maya ketika menggunakan media sosial. Para pengguna internet (netizen) haruslah mengingat bahwa konsekuensi dari tindakan yang dilakukan tidak hanya ada di dunia offline, tapi juga online.

Hal ini dijelaskan oleh pakar media sosial, Nukman Luthfie, di sela-sela acara ‘Akses Internet Cepat dan Murah, Jalan Tol Menuju Kemakmuran’ di Warung Daun Cikini, Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Nukman, netizen ( pengguna internet ) harus tetap memperhatikan etika-etika yang tidak secara tertulis dan sudah disepakati bersama, termasuk soal menyalurkan kemarahan di media sosial.

Contohnya kasus yang menimpa Florence Sihombing. Salah seorang mahasiswi S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dilaporkan menghina warga Yogyakarta di media sosial, hingga akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian setempat.

Berkaca pada kasus yang dialami oleh Florence, ungkap Nukman, jika ingin aman menggunakan media sosial maka pengguna harus peka terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kita punya etika-etika yang telah kita sepakati bersama, ada hukum-hukum sosial, meski tidak tertulis. Misalnya di offline, kita tidak boleh membentak karyawan di depan umum. Begitu juga di online, kita tidak boleh menghina orang. Ada etika-etika tidak tertulis yang harus dipahami,”jelas Nukman. 

Jika netizen tetap ingin bebas berekspresi, itu artinya mereka juga harus siap dengan konsekuensinya. Dijelaskan oleh  Nukman, media sosial adalah suatu ruang publik dan ada banyak orang menggunakan layanan tersebut.

Karenanya, jika masih  ada orang yang tidak peduli dengan etika dan berperilaku tidak etis, imbuhnya, mereka harus siap menghadapi akibatnya. Salah satunya di-bully di dunia maya.

“Kalau ada orang yang tidak peduli, mereka harus siap dengan konsekuensinya. Ingat kita masih ada UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik), jadi peraturan yang ada di dalamnya masih berlaku,” tegas pria pemilik akun @nukman ini.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Nukman menghimbau pengguna media sosial agar behati-hati dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, baik offline atau online, pengguna harus menjaga sikapnya.

“Kita bebas bereskpresi, sepanjang tidak melanggar Undang-Undang yang ada,” tegasnya lagi.***Anton.H***

2 ANGGOTA POLISI KALBAR DIPULANGKAN DARI MALAYSIA

 

Gedung Mahkamah Konstitusi Nampak Dari Atas
Gedung Mahkamah Konstitusi Nampak Dari Atas

Jakarta_RESKRIM

Di Gedung MK, Kapolri Jenderal Polisi  Sutarman menegaskan siap mengamankan dan menindaklanjuti laporan jika ditemukan tindak pidana pemilu yang terungkap dalam sidang, Kamis (08/05/2014). 
Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan dua anak buahnya yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia  segera dipulangkan ke Indonesia. Berdasarkan informasi yang diperoleh Kapolri, 2 anak buahnya yang merupakan anggota Polisi Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar), dinyatakan tidak terlibat langsung kasus jaringan narkoba di Malaysia.

“Sekarang informasinya akan dikembalikan ke Indonesia, berarti tidak terlibat langsung,” tegas Sutarman usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Ombudsman, di kantor Ombudsman RI, Jakarta, pada Selasa (09/09/2014).

Menurut  pengakuan Sutarman, jika ke-2 anak buahnya yakni AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap terlibat langsung, maka keduanya pasti divonis, karena Negara Malaysia menerapkan hukuman berat terkait masalah narkoba, begitu juga Indonesia.

“Akan dikembalikan, oleh karenanya saya pesan kepada teman-teman (media) yang mengatakan sejak awal terlibat, harusnya sesuai yang saya sampaikan harus dilihat dulu. Jangan sampai menggelinding seolah-olah apa yang dikatakan teman-teman benar,” jelas Sutarman.

Idha dan Harahap ditangkap di Bandara Kuching, Sarawak, Malaysia Timur pada akhir Agustus yang lalu oleh polisi Malaysia. Kedua polisi Kalbar itu ditangkap sebagai hasil pengembangan kasus ditangkapnya seorang Warga Negara Filipina, Chusi, yang membawa 3,1 kilogram narkoba jenis amphetamin di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Soal kapan pemulangan Idha dan Harahap, Sutarman mengaku belum bisa memastikan. Sebab pagi tadi, lanjut dia, tim Polri baru dikirim ke Malaysia.

Kapolri RI,Jenderal Polisi,Drs.Sutarman
Kapolri RI,Jenderal Polisi,Drs.Sutarman

“Kita lihat dulu nanti bagaimana dikembalikannya, tim saya sedang berada di sana. Nanti kalau sudah kembali baru bisa dijelaskan secara detail,” tegas Kapolri.

Sutarman juga menegaskan, kedua polisi Kalbar itu akan diperiksa setelah tiba di tanah air. Baik dari sisi pelanggaran disiplin, etik, maupun lainnya.

Gedung Mahkamah Konstitusi yang megah.
Gedung Mahkamah Konstitusi yang megah.

“Kita lihat nanti, karena sebelumnya sudah banyak pelanggaran yang dilakukan. Akumulasi pelanggaran itu jadi pertimbangan. Itu nanti kalau sudah dikembalikan,” tegas Sutarman  lagi.***Anton.H***

TAHANAN PEMILIK SABU KABUR

POLDA RIAU
POLDA RIAU

Pekan Baru_RESKRIM

Alexander (30) berhasil kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Rengat Inhu, Riau. Tahanan yang akrab disapa dengan Alex ternyata adalah mantan anggota Polri yang dipecat dalam kepemilikan narkoba.

Tersangka yang sempat berdinas di Polres Kuansing ini dipecat dari kesatuannya sejak 3 tahun yang lalu. Dia ditangkap oleh rekan seprofesinya di daerah Inhu karena diduga kuat memiliki 1 Kg sabu.

“Alex memang mantan anggota Polri yang telah dipecat dalam kasus narkoba. Dia beberapa waktu lalu ditangkap oleh pihak Direktorat Serse Narkoba Polda Riau,” tegas Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Melki Bharata , Rabu (03/09/2014).

Melki menjelaskan, saat ini status Alex di Rutan Rengat adalah tahanan pihak Kejaksaan Negeri Rengat, Inhu.

“Karena sebelumnya Polda Riau telah melimpahkan berkas tersangka Alex ke jaksa. Jadi semua masih tanggung jawab pihak kejaksaan. Namun, karena tersangka sudah kabur, kita juga berkewajiban untuk menangkap tersangka kembali,” tegasnya.

<

p style=”text-align:justify;”>Dalam upaya segera menangkap pelaku, polisi sudah membentuk tim khusus. Alex sendiri berhasil kabur sore tadi dari Rutan Rengat setelah menodongkan pistol ke sipir. Namun, sejauh ini belum diketahui secara pasti kronologis kaburnya tersangka.Lina.S