KANTOR LAKA LANTAS POLRESTA DIRUSAK PREMAN

 

Kantor Laka Lantas Polresta Yogyakarta Dirusak Preman

Ilustrasi kantor polisi dirusak

Yogyakarta_RESKRIM
Sebuah kantor Polisi Laka Lantas Polresta Yogyakarta diobrak-abik preman. Dua anggota polisi yang saat itu tengah bertugas di kantor yang berada di depan Gramedia Yogyakarta menjadi korban.

Kedua polisi tersebut , Brigadir Mahendra dan Brigadir Yulianto. Mahendra mengalami luka lebam pada muka sebelah kanan karena dipukul, Sabtu (21/06/2014).

Begitu juga dengan Yulianto yang mengalami muka memar-memar karena pemukulan oleh kelompok preman. Tak hanya itu, kaca depan kantor Laka Lantas dan seperangkat komputerpun dirusak.

“Ya, tadi pagi laporannya jam 04.30 WIB, saya mau ngecek lokasi kejadian,” tegas Humas Polresta Yogyakarta, AKP Haryanta.***Misykun***

PENGGUGAT MENCABUT GUGATANNYA

Sidang 19/06/2014/11:38WIB


Muaro Jambi,Sengeti_RESKRIM

Agenda Sidang masalah sengketa lahan Desa Sipin Teluk Duren dengan Desa Arang-Arang  di Pengadilan Negeri Sengeti ,Muaro Jambi 19/06/2014/11:38 WIB sama sekali tidak menelurkan hasil yang diharapkan.  Selang menunggu waktu dimulainya persidangan tak tampak juga pihak maupun masyarakat Desa Sipin Teluk Duren di kawasan Gedung Pengadilan Negeri Sengeti Muaro Jambi. Namun yang tampak adalah warga Desa Arang-Arang. Sementara kuasa hukum dari pihak Surya Indra Kusuma , Buyung,Sh ketika ditanyakan ,”Apakah proses persidangan tetap akan berlangsung”? Beliau menjawab ,iya kepada RESKRIM seraya menuju ke kantin kawasan Gedung Pengadilan Negeri Sengeti.

Sidang Sengketa 19/06/2014
Pencabutan Gugatan diwakili oleh kuasa hukum,Elvis,SH Di hadapan Majelis Hakim Kejari Sengeti Muaro Jambi

Selang beberapa saat kemudian,Majelis hakim,panitera,kuasa hukum masing-masing pihak memasuki ruang Pengadilan disertai masyarakat Desa Arang-Arang. Sidang dipimpin langsung oleh hakim ketua,Maria CN Barus,tak lama berselang , kemudian pihak kuasa hukum Surya Indra Kusuma dalam hal ini diwakili oleh Elvis,SH menyampaikan kepada Hakim Ketua,Maria CN Barus ,”Bahwa gugatan dicabut”. Spontanitas agenda sidang yang seharusnya berlangsung ditunda hingga tanggal 07/07/2014 untuk penetapan gugatan. Masyarakat Desa Arang-Arang yang berada dalam ruang sidangpun  segera meninggalkan ruang sidang.

Sementara pihak management perusahaan PT SNP lama,ketika dikonfirmasi RESKRIM,”Apakah dasar dan alasan Surya Indra Kusuma mencabut gugatannya, pihak management lama perusahaan,menegaskan,”Ya,.itu urusan mereka” sembari meninggalkan gedung pengadilan negeri sengeti,Muaro Jambi.

Elvis,SH selaku kuasa hukum pihak Surya Indra Kusuma,ketika hendak dikonfirmasi ,langsung menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan gedung pengadilan negeri sengeti. Sementara dicabutnya gugatan tersebut,belum diketahui secara pasti apa motif dan dasarnya.

Di lain pihak ,Ketua KUD  Desa Arang-Arang,Uyup ( panggilan_Red )  ketika dimintai keterangannya, menyampaikan,”Pada Prinsipnya kami ( masyarakat dan KUD )  dari pihak Desa Arang- Arang merasa yakin dengan hak dan kebenaran dasar hak yang kami miliki. HGU ( Hak Guna Usaha ) atas nama PT SNP sudah diterbitkan secara syah  dan memiliki dasar hukum yang kuat.”

Selanjutnya Uyup menjelaskan, Pencabutan gugatan hari ini 19/06/2014 jelas mencerminkan keraguan penggugat ( Surya Indra Kusuma ) mengenai dasar gugatannya,ditambahkan pula oleh beliau,”Lebih-Lebih kamipun selaku masyarakat dan KUD dak ngerti apo maksudnyo. Minggu kemaren cak yo nian nak nuntut Kurang Lebih 600 milyar,ngapo Minggu ko dicabut.Apo hal…e,jangan bikin masyarakat bingung. Diungkapkan pula oleh Uyup,”Tapi kami dari masyarakat Arang-Arang trimo kasihlah kepada penggugat yang telah mencabut gugatannyo,kamipun dengan hal..ko sudah banyak waktu yang dirugikan. Mudah-Mudahan penggugat sadar akan kekhilafannyo selamo ini ( Bahasa Kumpe,Muaro Jambi_Red ).**Ver/Lan***

 

JALAN MEDIASI SENGKETA TAPAL BATAS DESA TIDAK BERHASIL

 

Gambar

 


 

Muaro Jambi,Sengeti_RESKRIM

Upaya penyelesaian sengketa tapal batas antar Desa Sipin Teluk Duren dengan Desa Arang-Arang melalui jalan mediasi ternyata tidak membuahkan hasil sama sekali ,Kamis/12/06/2014/11:15WIB. Setelah beberapa waktu lalu di mediasi pencocokkan jadwal, kini mediasi berikutnya mengenai tapal batas desa kembali melahirkan ketidakpuasan dan tidak menorehkan sedikitpun hasil kesepakatan di antara kedua belah pihak.  Pihak Desa Sipin Teluk duren yang sebelumnya telah menang secara pidana atas kasus tersebut merasa di atas angin sementara pada kasus perdata belumlah terbukti keabsahannya.

Pihak Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi yang diwakili oleh wakil ketua pengadilan Negeri Sengeti ,Hakim Erry Iriawan,SH selaku mediator pada mediasi yang dilaksanakan pada Kamis/12/06/2014/11:15 WIB di ruang mediasi pengadilan negeri Sengeti telah berupaya semaksimal mungkin guna melerai dan menyikapi agar pada kedua belah pihak tidak terjadi kalah atau menang melainkan kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan dengan damai dan meningkatkan serta mengeratkan tali silahturahmi,tegas Hakim Erry Iriawan. Namun upaya tersebut tidak berhasil , pada akhirnya Hakim Erry Iriawan ,SH mengembalikan permasalahan tersebut kepada pihak majelis hakim Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi.

Pada acara mediasi tersebut pun  ,gedung Pengadilan Negeri Sengeti dipadati oleh sejumlah masyarakat. Hal itupun sangat tidak nyaman bagi para jaksa maupun hakim. Jika hanya sekedar ingin tahu dan mengikuti , ya tidak apa-apa, asalkan menjaga ketertiban dan tidak bersikap berlebihan,jelas Hakim Erry Iriawan,SH yang juga sempat terkejut dengan adanya masyarakat di seputaran gedung Pengadilan Negeri Sengeti Kabupaten Muaro Jambi.***Ver/Lan***

 

DITUDING GILA TIM PRABOWO MEMBANTAH

 

Disebut Prabowo gila, tim Prabowo bantah AM Hendropriyono

Kandidat presiden, Prabowo Subianto (kanan), merangkul calon presiden, Joko Widodo (kiri), sebelum Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Pemilu 2014, di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (01/06/2014). 

 

Jakarta_RESKRIM
Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rasaja membantah serta berterima kasih kepada Ketua Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla, AM Hendropriyono, yang menuding Prabowo Subianto gila.

“Kami berterima kasih Pak Hendropriyono menuding Pak Prabowo gila. Saya sudah 40 tahun dampingi Pak Prabowo dalam segala situasi,” ungkap salah satu anggota Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Suryo Prabowo, di Jakarta.

 
“Bagaimana tidak ‘gila’, Pak Prabowo yang berkali-kali telah mereka bunuh karakternya, tidak mati bahkan mampu bangkit dan tampil lebih prima,” jelas salah seorang Tim Sukses Prabowo Subianto, Suryo Prabowo, di Jakarta, Rabu.

Mantan wakil kepala staf TNI AD itu menambahkan, situasi Indonesia saat ini sudah cukup memprihatinkan. 

 
Pihak asing sangat kuat mengendalikan Indonesia. “Kita butuh ‘pemimpin gila’ yang mampu melepaskan ketergantungan terhadap pihak asing itu,” tegas dia. 
 
“Ketika sembilan bahan pokok kita diimpor dari luar negeri dan kekayaan alam Indonesia dikuasai asing, Prabowo bertekad mengajak kita semua, bangsa Indonesia bangkit dan mandiri mewujudkan Indonesia berdaulat dan dihormati,” katanya.

Beliau bahkan mensinyalir sejumlah jenderal senior Prabowo yang saat ini mendukung Jokowi-Jusuf Kalla ketakutan dengan “kegilaan” Prabowo itu. 

 
“Disayangkan sekali bila ‘kegilaan’ Prabowo dalam mengabdikan dirinya seperti ini ditakuti para seniornya, dan tentunya sangat naif, bila tekad Prabowo sangat kuat untuk mewujudkan cita-citanya yang besar itu diartikan sebagai megalomania,” ujarnya.

Selain dituding gila dan megalomania Prabowo juga dituding mengidap schizophrenia. “Hendropriyono dengan sadis menyampaikan hal itu ke publik, Prabowo menderita schizophrenia, psikopat, dan dekat-dekat gila,” katanya. 

 
“Ini sudah sangat keji, saya justru meragukan dia sebagai profesor. Saat menjadi wakil kepala staf TNI AD, saya lihat langsung hasil kondisi kejiwaan Prabowo, sangat bagus,” papar beliau. 
 
“Tuduhan hasil tes kejiwaan Prabowo mendapat G 4 (Grade 4) yang disampaikan Hendropriyono itu fitnah. Di lingkungan TNI AD penilaian dengan sistem grade tidak digunakan lagi,” ungkap Suryo.

Sebelumnya, mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, membeberkan kondisi kejiwaan calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

 
Dia mengaku tahu betul kondisi psikologi mantan komandan jenderal Kopassus TNI AD itu, saat masih menjadi TNI AD aktif. Menurut Hendropriyono, Prabowo mendapatkan nilai G4 (Grade 4) paling bawah, kalau ada stress bisa sedikit gila. **Anton.H***

 

<

p style=”text-align:justify;”> 

NAPI PENGENDALI PEREDARAN NARKOTIKA INTERNASIONAL

 

3 Napi Kendalikan Peredaran Narkotika Internasional

Ilustrasi/RESKRIM.Doc


Jakarta_RESKRIM

Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional. 

Sekitar tiga dari sembilan tersangka merupakan narapidana yang masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang dan Nusakambangan.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri, Brigjen Pol. Arman Depari menegaskan, ketiga napi berinisial BC, R dan UP adalah merupakan otak pengendali peredaran tersebut.  

“Mereka memesan narkotika dari luar negeri kemudian menyuruh kurir-kurir untuk mengedarkan,” tegas Arman saat ditemui di kantornya, Jakarta Timur pada, Kamis (12/06/2014).

Arman memaparkan, pengungkapan tersebut bermula dari penangkapan enam kurir yang kedapatan menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan berat total sekitar 4,3 gram. 

Keenam kurir tersebut yakni DS alias D, MR alias RRP, LFD alias L, H alias A, AS alias B dan YNF alias J. 

“Barang-barang tersebut mereka selundupkan melalui gulungan benang yang dikirim via paket jasa pengiriman, dan juga disembunyikan dalam sparepart mobil. Asal barang tersebut dari India dan Afrika Selatan,” tegas Arman. **Anton.H***

 
 

 

 

 

<

p style=”text-align:justify;”> 

AKIL MOCHTAR MANTAN KETUA MK SIAP DIHUKUM MATI

 



Jakarta_RESKRIM

<

p class=”artikel2″ style=”text-align:justify;”>Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK),Akil Mochtar segera menghadapi sidang tuntutan pekan depan. Akil dengan spontan mengungkapkan bahwa siap dihukum mati.

“Siap dihukum mati,” ungkap Akil ketika ditanya para wartawan usai bersaksi untuk Ratu Atut Chosiyah di Pengadilan Tipikor Jakarta pada ,Kamis (12/06/2014).

Ketika ditanya ulang mengenai pernyataannya Akil menyebut jaksa KPK tidak mungkin menuntut hukuman mati. “Ya berdoa saja lah. Nggak mungkin kan dituntut hukuman mati,” imbuhnya.

Beliau juga meyakini bahwa jaksa tidak akan menuntutnya pidana penjara seumur hidup. “Selama ini kan nggak ada itu dituntut seumur hidup. Saya kan nggak ngambil duit negara. Yang ngambil duit negara saja yang triliunan nggak dihukum segitu kok. Apalagi saya, saya kan nggak ngambil duit negara,” ujarnya.

“Saya cuma minta dan terima duit dari orang, bukan uang negara yang saya colongin,” jelas Akil.

Jaksa KPK mendakwa Akil menerima duit hingga Rp 57,78 miliar plus USD 500 ribu terkait pengurusan belasan sengketa pilkada di MK. Akil juga didakwa dengan pasal pencucian uang.

Bersama sejumlah pihak, Akil diduga telah menyamarkan harta yang jumlahnya bila ditotal kurang lebih dari Rp 161 miliar. Duit yang diduga dicuci ini disebar melalui berbagai pihak.AntonH

 

 

 

 

MAHASISWA ASAL PAPUA TEWAS DIANIAYA

 

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan

Gondomanan,Yogyakarta_RESKRIM

Salah seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ditemukan tewas. Korban tersebut bernama Paul Patege (19) warga Papua. Korban tewas setelah dianiaya oleh dua pelaku yang menggunakan penutup muka.

“Penganiayaan terjadi Rabu (04/06/2014) malam.  Saat ini kami masih memburu dua pelaku penganiayaan,” tegas Kepala Polres Kota Yogya Komisaris Besar Polisi Slamet Santoso , Jumat (06/06/2014).

Menurut Slamet, pihaknya masih memeriksa beberapa saksi yang diduga mengetahui penganiayaan tersebut. Jenazah Paul sendiri sudah dibawa ke RSU DR Sardjito untuk dilakukan autopsi.

Paul tewas setelah dianiaya dua orang tidak dikenal saat sedang nongkrong di Gedung Agung, Gondomanan_ Yogyakarta. Saat itu Paul tiba-tiba didatangi dua orang dengan penutup muka dan langsung melakukan pemukulan kepada korban. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun akibat luka yang parah, Paul akhirnya meninggal dunia.

“Pelaku menggunakan penutup wajah, bukan cadar. Kita sudah mintai beberapa keterangan saksi mata di sekitar lokasi kejadian ( TKP ), hingga kini motifnya apa masih belum diketahui,” jelas  Slamet Santoso.***Misykun***