MOBIL AVANZA TERBALIK 2 TEWAS DAN 2 LUKA BERAT

 

Avanza terbalik di Tol Cileunyi, 2 orang tewas, 2 luka berat

Cileunyi_RESKRIM
Kecelakaan kembali terjadi di Tol Cileunyi. Sebuah mobil Avanza bernomor polisi D 1282 VF yang dikemudikan  Agus Effendi (45), menghantam median jalan di KM 148 550 arah Cileunyi. Kejadian sekitar pukul 09.50 WIB. 

“Iya betul ada kecelakaan. Kecelakaan tunggal kendaraan Avanza di km 148 550 Jakarta arah cileunyi,” jelas petugas informasi Jasa Marga, Winda ( Kamis /29/05/2014). 

Kecelakaan terjadi lantaran kendaraan yang dikemudikan Agus warga kampung Warung Cina RT 03 RW 01 Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, mengalami pecah ban depan sebelah kanan. Akibat pecah ban tersebut kendaraan menjadi oleng kemudian menabrak median jalan dan yang mana kendaraan langsung pindah ke jalur sebelahnya. 

Setelah pindah jalur, kendaraan sempat terbalik beberapa kali kemudian normal kembali. Agus tewas seketika bersama puterinya, Nadila Rahmawati (17) yang masih berstatus pelajar.

Di samping merenggut korban dua orang meninggal, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan dua orang luka parah, yakni Iwan Gunawan (42) karyawan perkebunan, beralamat di Kampung Rancawalini RT 03 RW 12 Desa Patenggang kecamatan Rancabali kabupaten Bandung. 

Korban luka parah lain adalah Rizki (9) yang berstatus pelajar beralamat di Kampung Rancaekek Wetan RT 02 RW 06 Kabupaten Bandung.

Sementara korban luka ringan yakni Nadi (40), karyawan Vonex, beralamat di Kampung Warung Cina RT 03 RW 01 Desa Linggar Kabupaten Bandung dan Upit (38), karyawan Vonex, beralamat di Kampung Cibitung RT 03 RW 03 Desa Sawah Dadap Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.

Saat ini, seluruh korban berada di RS AMC Cileunyi. Kecelakaan itu ditangani Urlaka polres Bandung.***Rita Puspitasari***

ANGGOTA POLISI TERTEMBAK DIRAWAT INTENSIF

 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto [suara.com/Nur Ichsan]

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto

Jakarta_RESKRIM

Anggota kepolisian dari Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Briptu Jefri Setiaji, yang tertembak oleh pelaku perampokan di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, beberapa hari lalu, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Persahabatan.

“Beliau masih mendapat perawatan di ruang ICU. Pasca-operasi. Dokter menyarankan di ICU, sampai benar-benar pulih,” tegas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/05/2014).

Sebelumnya,diketahui bahwa Jefri mendapat luka serius setelah mengalami luka tembak pada bagian perut atas. Dari hasil operasi, didapati ada luka di lambung, di hati, ada goresan di jantung, hingga tembus ke paru-parunya.

Rikwanto juga menegaskan bahwa untuk saat ini, Jefri masih belum siuman. “Kita harapkan agar cepat pulih,” tandasnya.

Kejadian yang menimpa Briptu Jefri dan rekannya Aipda Eko Widianto, itu terjadi pada Senin (26/05/2014) siang. Mereka saat itu terlibat baku tembak dengan Maju Santoso alias Mayo, salah satu anggota komplotan perampok Cirebon. Mayo tewas di tempat, sementara Jefri dan Eko mengalami luka tembak. Sejauh ini, polisi sudah menangkap dua lagi teman Mayo, yaitu Dukun alias Af, serta Jn.***Anton.H***

SERTIFIKAT TANAH KOTA MADYA MENCARI TANAH DI KABUPATEN

SERTIFIKAT MENCARI TANAH
SERTIFIKAT MENCARI TANAH

 

Jambi,Telanaipura_RESKRIM

Upaya Penegakan supremasi hukum kini mulai menjadi buah bibir karena pada faktanya masih banyak juga perkara dan atau kasus yang masih diterlantarkan serta diplesetkan oleh sejumlah oknum penegak hukum. Kamis,21/05/2014/10:00 WIB bertempat di depan kantor Pengadilan Negeri Jambi,kembali masyarakat mengadakan aksi unjuk rasa karena ketidak puasan serta merasa ketidak adilan atas kasus tanah ( Sertifikat mencari tanah_Red ).


Gambar
GAMBAR TANAH YANG DIGUGAT OLEH MARYATI_PALMERAH

 

Forum aksi FPAPJ ( Forum Pemantau Anggaran & Pembangunan Jambi ) beserta pemilik tanah yang berlokasi di RT 02 Palmerah Kecamatan Jambi Selatan,M.Usman menyuarakan ketidakpuasan kepada pihak pengadilan negeri Jambi,khususnya hakim yang diduga hanya mementingkan materi daripada hati nurani masyarakat. Kronologis kejadian,ada pihak bernama Maryati dan WanHong yang memiliki sertifikat tanah di Thehok namun objek tanahnya ada di RT.02 Palmerah Kecamatan Jambi Selatan. Sementara Pemilik M.Usman  yang memiliki sertifikat yang lebih banyak mengantongi pembuktian berupa akta jual beli,surat sporadik,SK Bupati Batanghari 1964 yang mengangkat Lurah Palmerah,Surat pelepasan dari Pemda Batanghari atas 5 kelurahan menjadi Kotamadya Jambi bahkan di sebelah utara-Selatan-Timur-dan Barat di tanah beliau masih banyak sertifikat keluaran/terbitan Kabupaten Batanghari yang masih belum dimutasikan. Sedangkan Kelurahan Palmerah menjadi bagian daripada Kotamadya Jambi baru direalisasikan pada tahun 1986 yakni berdasarkan PP Nomor 6 tahun 1986.


AKSI DEPAN PENGADILAN NEGERI JAMBI
AKSI KASUS SENGKETA TANAH( sERTIFIKAT MENCARI TANAH_RED )

Gugatan Maryati dan Wan Hong dengan sertifikat yang berlokasi di Thehok Kecamatan Jambi Selatan  dan kini lokasi tanah dimaksud sudah berdiri bangunan hotel dan yang pada masa itu sudah memang merupakan kawasan wilayah Kotamadya Jambi. Anehnya,dengan sertifikat di Thehok Kecamatan Jambi Selatan_Kotamadya Jambi, Namun gugatan objeknya di RT.02 Palmerah Kecamatan Jambi Selatan,suatu keganjilan. Bila dan memang sertifikat tersebut  objeknya di Palmerah,mengapa sertifikat tersebut mempunyai gambar di Thehok???

Menyikapi hal tersebut,hakim dan Pengadilan Negeri Jambi bukannya memverifikasi dan menolak gugatan tersebut melainkan melanjutkan kasus perdata tersebut dengan berbagai penundaaan. Saksi dari pihak Maryati dan Wan Hong pun berasal dari Jakarta.

Aksi unjuk rasa damai oleh FPAPJ ( Forum Pemantau Anggaran & Pembangunan Jambi ) tersebut menyampaikan beberapa point penting kepada Ketua Pengadilan Negeri Jambi ,yakni;

1. Meminta kepada pihak Pengadilan Negeri Jambi dalam memutuskan suatu perkara khususnya perkara perdata agar bisa bertindak adil mementingkan hati nurani dan bukannya materi,

2.Meminta Pengadilan Negeri Jambi mengkaji ulang kasus perdata ,yakni kasus perkara nomor 66 SENGKETA TANAH YANG TERLETAK DI RT.02 PALMERAH KECAMATAN JAMBI SELATAN_KOTA JAMBI,

3.Kami dari selaku tergugat merasa keberatan terhadap kasus tersebut,dan meminta kepada Pengadilan Negeri Jambi untuyk menghentikan karena kami menilai itu sudah tidak layak diteruskan,

4.Kami menilai dalam kasus tersebut ada indikasi  dan atau dugaan permainan antara PENGGUGAT DAN PIHAK PENGADILAN karena dari pandangan kami ,kasus yang seharusnya ditolak di Pengadilan namun terlihat dipaksakan untuk diteruskan oleh pihak pengadilan,

5.Meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Jambi  agar memperhatikan kasus tersebut karena OBJEK KASUS PERKARA YANG DIGUGAT SAUDARI MARYATI TIDAK PADA TEMPATNYA,

6.Meminta Kepada Hakim Perkara nomor 66 ATAS SENGKETA TANAH MILIK M.USMAN UNTUK DIHENTIKAN  karena OBJEK DAN SUBYEK SUDAH TIDAK SESUAI,DIMANA SUBYEK PENGGUGAT KEBERADAANNYA DI THEHOK _KOTAMADYA JAMBI DENGAN SERTIFIKAT TAHUN 1976,PADAHAL  OBJEK YANG DIGUGAT DI PALMERAH PADA TAHUN YANG DIMAKSUD MASIH DALAM WILAYAH PEMERINTAHAN KABUPATEN BATANGHARI,

7.Memohon Pertimbangan Hakim dalam menaikkan perkara dan atau memutuskan perkara agar meneliti berkas-berkasnya,salah satu contohnya;”BERDASARKAN PP NOMOR 6 TAHUN 1986 KELURAHAN PALMERAH BARU MENJADI DAN ATAU MASUK WILAYAH KOTAMADYA JAMBI. HAL TERSEBUT JELAS ,BAHWA LEGALITAS SUBJEK YANG DIGUGAT OLEH MARYATI,KEBERADAANNYA ADA DI KELURAHAN THEHOK KECAMATAN JAMBI SELATAN_KOTA JAMBI,

8.Kami menuntut KEADILAN  kepada Pengadilan  Negeri Jambi yang seadil-adilnya karena tanah yang digugat adalah tanah milik rakyat kecil dan bukannya pengusaha atau saudagar kaya..***Ver/Lan*** 


Media Online Reportase Kriminal Post We Give You The Real News
Media Online Reportase Kriminal Post
We Give You The Real News

UMAT BUDHA PRIHATIN MERAYAKAN WAISAK DI CANDI BOROBUDUR

 

Candi Borobudur tak terawat, banyak patung Buddha tak utuh
Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur_AFP


 

Jawa Tengah_RESKRIM_ Hari raya Waisak belum dapat sepenuhnya dirayakan secara khusyuk oleh penganut Buddha. Masalahnya, Candi Borobudur yang menjadi tempat suci umat Buddha dan pusat malam hening Waisak, saat ini kondisinya memprihatinkan.

Mengenai masalah tersebut, perwakilan umat Buddha Indonesia meminta dukungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk merenovasi Candi Borobudur yang rusak khususnya pada beberapa patung Buddha.

“Kami menggandeng para rohaniawan Buddha dunia akan merenovasi Candi Borobudur yang kondisinya memprihatinkan, karena banyak kepala dan tangan patung Buddha yang hilang. Renovasi akan dimulai pada Tahun 2015,” jelas Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Soedjito Kusumo di Yogyakarta, Kamis (15/05/2014). 

Usai bertemu Sultan, beliau menjelaskan Walubi siap menjembatani upaya melestarikan Candi Borobudur, termasuk bekerja sama dengan umat Buddha di seluruh dunia dan pemerintah. Walubi telah mendapat izin dari pemerintah maupun UNESCO untuk merenovasi candi tersebut.

Menurutnya, setelah mengantongi izin, Walubi kini sedang mencari donatur. Sampai saat ini umat Buddha dari Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Srilangka, dan Austria mendukung penuh upaya renovasi patung Buddha di Candi Borobudur.

“Kami fokus pada kondisi patung Buddha saja, selebihnya akan diserahkan kepada yang diberikan wewenang untuk merawat dan melestarikan Candi Borobudur. Seluruh umat Buddha dunia prihatin dengan kondisi patung Buddha yang ada di Candi Borobudur yang tidak sempurna.”

Beliau menjelaskan melihat junjungannya yang tidak mempunyai kepala dan tangan itu seluruh umat Buddha dunia tergerak untuk merenovasi candi tersebut. Renovasi dilakukan untuk memperbaiki kerusakan terutama kepala dan tangan patung Buddha yang hilang.

“Candi Borobudur yang merupakan peninggalan Buddha dan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, harus dilindungi. Oleh karena itu, umat Buddha dari berbagai negara ingin bekerja sama dengan semua pihak untuk merenovasi candi tersebut,” ungkapnya lagi.

Sultan mengatakan untuk merenovasi Candi Borobudur perlu dikomunikasikan dengan pemerintah dan berbagai pihak berwenang.

“Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur perlu dilindungi, sehingga jika ada upaya perubahan atau penambahan pada patung Buddha, perlu dikomunikasikan dengan pemerintah dan pihak berwenang,” tegasnya.***Dinda***

Terupdate & Terpercaya