INFO SEPUTAR JAMBI

SIDANG PENGADILAN NEGERI KABUPATEN MUARO JAMBI TERHADAP KASUS  PENCURIAN MINYAK MENTAH DIDUGA DIREKAYASA

Sengeti-Muaro Jambi-RESKRIM

Kasus pencurian minyak mentah di gudang tani,Sei Gelam yang terjadi pada tanggal 10 Desember 2013 digelar pada hari Kamis,20 Maret 2014 pukul 14:30 WIB di ruang sidang I yang dipimpin oleh hakim Erry Iriawan,SH dengan Jaksa Penuntut,Jaksa Nova dan Jaksa Winda.  Tersangka saat ini adalah Adri Barza ( Aat panggilan akrabnya ) yang telah mengalami penahanan selama tiga bulan setengah namun dalam kasus tersebut,Aat merasa bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya,tegas Aat alias Adri kepada RESKRIM. Masalahnya , beliau tidak mengerti dan memahami atas dasar dan motif apa beliau ditangkap dan ditahan selama tiga bulan setengah sementara dirinya sama sekali tidak tahu menahu tentang pencurian minyak mentah di gudang tani,kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi.

SUASANA DALAM SIDANG
SUASANA DALAM SIDANG

Sementara saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang itu adalah Andi Juli,Alka ( Oknum Polisi ),dan Ari Afrizal.

Adri alias Aat  menuturkan kepada RESKRIM,bahwa pada suatu sore sekitar pukul empat datang seseorang yang bernama Andi Juli kepada dirinya dan hendak meminjam tedmond untuk mengangkut air  untuk kebutuhan di rumahnya.Adri Barza alias Aat memberikan tedmond tersebut kepada Andi Juli karena sama sekali tidak menduga bahwa akibatnya akan terjadi seperti ini. Adri Barza baru mengetahui pencurian minyak mentah tersebut setelah mendapatkan pemberitahuan dari pihak kepolisian. Selain tedmond ada juga barang lain milik Adri yang dipinjam,yakni mesin robin.

Dalam persidangan kasus pencurian minyak mentah  itu, para saksi dicecar dengan banyak pertanyaan oleh hakim dan jaksa penuntut.Andi Juli  mengatakan,bahwa dirinya memang meminjam tedmond kepada Adri alias Aat untuk dipergunakan mengangkut air bagi kebutuhan di rumahnya. Adri alias Aat  pun meminjamkan dua tedmond kepada Andi Juli.Setelah Andi Juli meminjam dua tedmond milik Adri,Adripun sibuk dengan usahanya. Belakangan baru diketahui oleh Adri setelah pihak kepolisian memberitahukan kepada beliau adanya pencurian minyak mentah namun Adri sama sekali tidak mengetahui,bahwa tedmond yang dipinjamkannya kepada Andi Juli ternyata disalah manfaatkan.  Kemudian Adri ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Dalam sidang tersebut,Berita Acara Perkara ( BAP ) para saksi banyak yang tidak sesuai dan telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali.

Pihak penyidik Polres Muaro jambi pun dihadirkan,Jaksa penuntut bertanya kepada penyidik: Berapa lama masa perubahan Berita Acara Perkara ( BAP ) dari satu BAP ke BAP yang baru? Penyidik mengatakan,bahwa waktunya adalah selama 1-11 hari.

Dan apakah dalam perubahan Berita Acara Perkara ( BAP ) tersebut,ada ketentuan hukum yang mengaturnya? Penyidik menjawab tidak ada.

Sementara Ari Afrizal ketika dikonfirmasi RESKRIM ,tentang siapa , apa dan bagaimana  dua nama yang sering disebut dalam persidangan itu namun tidak pernah muncul,mengatakan bahwa Agusmonot dan Fitra adalah pengawal minyak mentah. Agusmonot adalah komando yang menentukan,melobby atau memasarkan  minyak mentah.  Ari hanya bertugas menimbang,dirinya juga menuruti setiap omongan Agusmonot. Kenapa? ,RESKRIM menyela.Dikatakan oleh Ari,bahwa kedua orang tersebut adalah oknum polisi,jadi bagaimanapun,dirinya segan dan menurut saja.

ARI AFRIZAL KETIKA DIKONFIRMASI RESKRIM
ARI AFRIZAL KETIKA DIKONFIRMASI RESKRIM

Sewaktu terjadi penggrebekan,apa yang saudara lakukan,tanya RESKRIM.

Ari Afrizal menjelaskan,bahwa dirinya telah ditelpon oleh Agusmonot ( oknum polisi ) untuk menunggu di sebuah warung kopi bersebelahan dengan gudang di kawasan bandara Sultan Thaha,dan saat penimbangan minyak mentah tersebut ada 7 ton banyaknya,tegas Ari.

Selang selesai penggerebekan,Ari juga menegaskan kepada RESKRIM ,bahwa dirinya diingatkan oleh Agusmonot untuk membuang hand phonenya karena bila tetap menggunakan hand phone yang sama maka pihak kepolisian dapat melacak keberadaan dirinya.

Seusai persidangan Jaksa Nova ketika dikonfirmasi RESKRIM,mengenai apa dasar dan motif Adri Barza dijadikan tersangka,beliau bukan menjawab pertanyaan melainkan mengatakan tanya saja sama panitera.

**********Harvery**************

—————————————————————————————————————————————————————

 

 

 

 

TERSANGKA PADA SIDANG KASUS PENCURIAN MINYAK MENTAH DI PENGADILAN NEGERI KABUPATEN  MUARO JAMBI DIDUGA REKAYASA  OKNUM

Sengeti-Muaro Jambi,RESKRIM

Sidang lanjutan pada kasus pencurian minyak mentah,Senin 24/03/2014/14:32 WIB terus berlanjut, namun hingga saat ini posisi tersangka yang paling tepat belum sama sekali solid. Masalahnya Adri barza yang dikatakan sebagai tersangka namun faktanyabeliau sama sekali tidak tahu menahu masalah pencurian minyak mentah bahkan karena niat baiknya  menolong malah disalahgunakan oleh orang lain.

Sementara sidang telah berlangsung sebanyak 7 kali  namun faktanya permasalahan yang dibahas hanya itu ke itu saja.   Menurut pengakuan seorang saksi kunci yang bernama Ari Afrizal kepada RESKRIM sangat jelas, beliau mengatakan bahwa oknum polisi ( Agus monot dan Fitra ) adalah pengawal minyak mentah,melobby perusahaan dan memasarkan bahkan menagih hasil penjualan mereka menggunakan bon atau kwitansi. DIkatakan juga oleh Ari Afrizal,bahwa beliau mengenal Agusmonot kurang lebih setahun.  Pada malam kejadian,AriAfrizal bersama dengan Agusmonot ( oknum polisi ). Beliau disuruh menunggu di sebuah warung kopi dekat bandara Sultan Thaha Jambi yang bersebelahan dengan gudang ,yang mana dikatakan kembali oleh Ari Afrizal sebagaimana yang disampaikan oleh Agusmonot ,bahwa itu adalah rumah pak de nya ,sementara Agusmonot hendak mengambil mesin Robin untuk memindahkan minyak mentah ke mobil tanki.

Pada malam kejadian,Ari Afrizal ditinggal di PT AMP,Tempino dan mesin Robin pun tertinggal di sana. Beliau ketakutan,ujarnya. ( Rekaman Konfirmasi Ari_Redaksi ).

Dari hasil rekaman konfirmasi  RESKRIM kepada Ari Afrizal sangat jelas, kasus tersebut mengacu ke Agusmonot dan Fitra ( oknum polisi ) yang seharusnya dijadikan sebagai tersangka.

Namun anehnya,pihak pengadilan  malah menjatuhkan tersangka kepada Adri Barza ( yang tidak tahu apa-apa ). RESKRIM, ketika ingin konfirmasi kepada jaksa Winda mengenai saksi utama dan tersangka yang sesungguhnya , Jaksa Winda sama sekali tidak ingin memberikan penjelasan melainkan berkata” saya hanya jaksa ke-II, itu ditangani oleh jaksa Nova” dan ketika RESKKRIM hendak meminta untuk konfirmasi melaui seluler jaksa Nova,Jaksa Winda mengatakan bahwa jaksa Nova sedang sibuk. Kemudian RESKRIM menuju kepada Kepala Kejaksaan Negri Muaro Jambi, Nurmalat Setiawan,SH namun beliaupun tidak berada di kantornya sama sekali.

ARI AFRIZAL KETIKA DIKONFIRMASI
ARI AFRIZAL KETIKA DIKONFIRMASI

Ada Apa  gerangan??? Apa sebenarnya yang terjadi dengan kejaksaan negeri kabupaten Muaro Jambi?????????

Agusmonot ( oknum polisi ) tidak ditahan, Ari Afrizal pun tidak ditahan, lalu sejauhmana sebagai suatu wadah institusi pemerintah yang membela kebenaran dan keadilan malah mengambil sikap diam dan  selalu berputar dengan hal yang itu ke itu saja. Apakah pihak kejaksaan negeri tidak berani menahan Agusmonot karena ( oknum polisi )??????????????

Jaksa Nova mengatakan,bahwa Agusmonot sedang ditahan karena kasus lain, kasus apakah gerangan? Mengapakah Agusmonot dan Ari Afrizal dibiarkan berkeliaran di luar ???????

Haruskah kebenaran yang sesungguhnya ditutupi dan fakta yang seharusnya diungkap malah disimpan????????????

Lalu dimanakah Pro Justitia itu ???????????

                                                                                            *****Harvery*********

**********************************************************************************************************************************************************************************************************

 

KADES BARU DESA RAWA PUDAK DIHARAPKAN LEBIH BAIK

Reskrim,Muaro Jambi

Setelah usai menjalani pesta demokrasi di Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi,akhirnya Kades Desa Pudak terpilih,Bono. Pemilihan berjalan dengan baik meskipun tidak sedikit pro dan kontra dari para tim kandidat. Munculnya Bono mencalonkan diri sebagai Kepala Desa ,bermula dari kepemimpinan Kepala Desa lama,A.Minto yang dianggap sangatlah tidak mendukung perkembangan Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi. Di samping adanya dugaan penyelewengan anggaran Desa,Proyek Desa,TKD dan lainnya yang diduga tidak berlangsung dengan baik.

ABPK Terbit

A.Mintosetelah selama satu periode menjabat Kepala Desa Pudak,ketika pencalonan Kades ,dirinya kembali juga turut serta menjadi calon Kades Desa Pudak. Namun dalam penyerahan LKPJ , beliau ditolak dengan alasan LKPJ yang diserahkan tidak dilengkapi dengan SPJ pendukung jumlah anggaran dan program yang tertuang di dalam LKPJ tersebut. Namun hampir memasuki waktu dua bulan ini, LKPJ yang ditolak tersebut karena tidak dilampirkan SPJ pendukung sama sekali belum dibuatkan surat penolakan. Sementara Ketua BPD,Zainal, Wakil ketua BPD DesaPudak,Soleh,S.Pd sama sekali tidak mengeluarkan surat atas penolakan LKPJ Kades lama,A.Minto  yang mana LKPJ tersebut tidak dilampirkan dengan SPJ sesuai anggaran yang dibelanjakan.  

Aminto terbit

Camat Kumpeh Ulu,Wahyudi juga sama sekali tidak melakukan pemanggilan terhadap mantan Kades Pudak,A.Minto untuk dibina dan dimintai keterangannya. Alasan klise terjadi, Ketua BPD ,Zainal dan wakil ketua BPD , Soleh,S.Pd enggan mengeluarkan surat penolakan LKPJ mantan Kades Pudak ,A.Minto lantaran diketahui ,bahwa A.Minto dahulunya sebelum menjabat Kades adalah tim sukses dari Bupati Burhanudin Mahirsyah dan juga adalah salah satu Kades yang disayang oleh Bupati Kabupaten Muaro Jambi,Burhanudin Mahirsyah.

Aterbitminto

Karena takut akan ada sanksi terhadap profesinya selaku Kepala Sekolah di sebuah SDN di Kabupaten Muaro Jambi,maka Soleh enggan bertindak sebabnya adalah jabatan kepala sekolah dipertaruhkan untuk menentang Bupati.   Dugaan beberapa penyelewengan seperti: Pembangunan Gedung serba guna yang hingga kini belum selesai dan kondisi fisik bangunan sebatas berapa persen juga tidak jelas. Dugaan anggaran yang telah dihabiskan berkisar kurang lebih RP.150 juta. TKD yang bergulir, sekali dicairkan bernilai Rp.20 juta namun untuk alokasinya tidak jelas ,diungkapkan oleh nara sumber kepada Reskrim” Untuk THR perangkat desa,padahal yang didapat hanya berjumlah ratusan ribu rupiah”. Kemudian sisanya kemana? Ditambah perbaikan dan pembangunan jalan desa yang tidak terealisasi,namun dana anggaran tersebut entah dikemanakan,tegas nara sumber lagi.

ALKPJ TANPA SPJterbt

Hal tersebut sempat dirembuk oleh BPD namun Ketua BPD dan wakil ketua sama sekali diam tanpa ada reaksi tindak lanjut. Dan salah satu masyarakat yang juga merupakan anggota ,melayangkan surat resmi kepada pihak Kejari Kabupaten Muaro Jambi dan Kepada BPK Perwakilan Provinsi Jambi yang dilengkapi dengan LKPJ yang dikeluarkan oleh mantan Kades Pudak ,A.Minto, namun hingga saat ini sama sekali tidak angin segar untuk proses tindak lanjut secara hukum terhadap mantan Kades Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi,A.Minto. Dua pucuk  surat yakni Untuk Kejari Kabupaten Muaro Jambi, BPK Perwakilan Provinsi Jambi dan LKPJ mantan Kades,A.Minto saat ini ada di Redaksi sebagai bahan bukti untuk proses tindak lanjut proses hukum terhadap mantan Kades ,A.Minto.  Ada  Apa dengan Kejari Kabupaten Muaro Jambi dan BPK Perwakilan Provinsi Jambi???????????????????????

Sesuai  dengan bahan bukti yang ada ,diharapkan pihak Kejari Kabupaten Muaro Jambi dan BPK Perwakilan Provinsi Jambi seharusnya segera menindaklanjutinya secara hukum namun sudah hampir dua bulan , hal tersebut sama sekali dibiarkan dan dibekukan begitu saja oleh dua Instansi Pemerintah yang dalam hal ini seharusnya menjadi tolok ukur untuk menegakkan kebenaran hukum atas fakta yang ada di lapangan dan bukannya menutupi dan atau membekukan permasalahan tersebut. Atas dasar dan alasan apa sehingga  dugaan penyelewengan oleh oknum mantan Kades tidak di proses oleh kedua lembaga pemerintah. Ada apa??????

Nara sumber bersedia menjadi saksi dan beberapa saksi yang juga sudah siap untuk menyatakan kebenaran fakta dugaan penyelewengan mantan Kades Desa Pudak,A.Minto. Ketika diminta keterangan dari wakil ketua BPD Desa Pudak,Soleh,S.Pd,beliau mengatakan bahwa LKPJ tersebut telah diterima. Jika diterima ,dimanakah lampiran SPJ dan atau bukti hitam di atas putih atas pemakaian sejumlah anggaran Desa yang mencapai ratusan juta????????????????

Belum ditambah dengan proyek pembangunan yang tidak terealisasi di Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi. Hal aneh dari kejadian dugaan penyelewengan tersebut, mengapa camat tidak perduli,Ketua BPD Desa Pudak dan wakil ketua BPD Desa Pudak , Kejari Kabupaten Muaro Jambi, BPK Perwakilan Provinsi Jambi dan Bupati Burhanudin Mahirsyah sendiri duduk diam seakan tidak terjadi apa-apa. Ada Apa????????????????????????????????????????????

*******007*******************

Reskrim logo