Truk Batu Bara Di Provinsi Jambi menempuh Jalan Kota Dengan Bebas

Jambi,Reportase Kriminal Post- Perusahaan Batu Bara Di Provinsi Jambi diuntungkan dengan beralihnya arus lalu lintas yang seharusnya dilokasikan ke Jalan Lingkar Selatan namun kini melewati jalur dalam Kota Jambi. Hal tersebut dengan berbagai alasan karena jalan Lingkar Selatan Kota Jambi mengalami kerusakan . Dengan demikian para supir mengambil langkah dengan berbagai demo yang hingga pada puncaknya 17 January yang lalu, armada truk yang sesuai kesepakatan telah dilarang melintas jalan Kapten Patimura malah melintas yang pada akhirnya menurut pengakuan Rifai salah seorang yang merupakan tokoh penting juga dalam suatu instansi menandatangani sepucuk surat yang dianggapnya pada malam itu sebagai suatu dispensasi melintasnya armada batu bara yang dikatakan oleh Rifai pada malam itu pihak kepolisian tidak bisa dihubungi dengan itu, sepihak ia telah menandatangani kesepakatan antara supir, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Rifai menandatangani surat tersebut. Namun Pada akhirnya para supir armada batu bara menganggapnya sebagai surat sakti untuk melintas di dalam kawasan wilayah Kota Jambi. Dengan adanya kondisi seperti ini, pihak Pers Kota Jambi berusaha menghubungi dan meminta konfirmasi kejelasan hal tersebut yang diadakan pada malam itu di Kediaman PribadiWalikota Jambi,Bambang Prianto, Kepala Dinas Perhubungan KOta Jambi  A.   Pinem, satpol pp Kota Jambi,Sabrinato,SH di ruang tamunya. Di hadapan para tamu yang hadir dari pihak pemerintah dan insan pers terjadi perbincangan yang pada akhirnya menemukan bahwa sesungguhnya pada malam kejadian konvoi armada batu bara tersebut yang akhirnya dapat melintas bebas di dalam Kota Jambi atas prakarsa dan tanda tangan Rifai di atas sepucuk surat kesepakatan, yang dalam hal ini terus berlanjut hingga kini dan sangat merugikan pemerintah khususnya pada jalan-jalan yang ada di Provinsi Jambi. Diharapkan Pihak Pemerintah Pusat Jakarta dapat mengambil suatu gebrakan langkah kebijakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut , dimana dianggap bahwa pihak Dishub Kota Jambi dan pemerintah Kota Jambi tidak dapat bekerja dengan baik dan pada akhirnya hanya kembali merugikan negara dengan hancurnya sejumlah jalan Di Kota Jambi.( Hvr )**********
Iklan

MESTONG POLICE SECTOR IN JAMBI PROVINCEOPERATION

Muaro Jambi,Reportase Kriminal Post-  As A police to  stay up and service citizenship and take care of for  safety  the area, they always have a rule and law for make a discipline  so there is no more citizen has a  wrong fasility to using a highway. Especially for Driving License and  to protect the citizens from the robber, thief and other  act out the Law. As A Chief of Mestong Police Sector,AKP Mahadi tells and agree with the statement to Reportase Kriminal On line Post.( Hvr )******

STICKER MERAH PUTIH PADA TRUCK BEBAS MELINTAS

Jambi,Reportase Kriminal Post-      Sejak terjadinya kesepakatan pihak instansi Pemerintah Kota Jambi, Kabupaten dan Provinsi Jambi beserta Kepolisian Jambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi yakni pelarangan terhadap truck batu bara yang bertonase lebih dari 25 ton ( MST ) cukup mengundang perhatian animo masyarakat dan pihak pengusaha batu bara, yang diizinkan adalah mobil PS atau Engkel dengan tonase 25 ton yakni berat kendaraan ditambah jumlah muatan berjalan sesaat. Namun sekarang ini Provinsi Jambi mengalami dilema baru lagi yakni dengan munculnya truck-truck batu bara yang bermuatan melebihi kapasitas yang telah disepakati dengan menggunakan kendaraan truck tronton dan dengan modus berjalan di malam hari. Keganjilan terlihat pada kendaraan truck tronton maupun Fuso tersebut yakni di pintu kendaraan tersebut tertempel sticker Merah Putih. Diduga ada sejumlah oknum-oknum yang mulai meremehkan atau melecehkan kesepakatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Provinsi Jambi.  Munculnya sticker Merah Putih tentunya diduga untuk meraup suatu keuntungan maupun kesengajaan untuk tidak memberlakukan kesepakatan yang telah diambil. Tindakan tersebut jelas tidak memberikan suatu fenomena yang baik. Dengan kata lain sejumlah oknum tersebut yang hingga saat ini belum diketahui dengan jelas siapa , memiliki motivasi yang tidak baik. Hal tersebut terjadi  tanpa diketahui secara pasti apakah telah terjadi lobby baru kepada sejumlah pengusaha batu bara untuk memberikan sejumlah fee kepada  oknum yang diduga mem-back up dengan memberikan ciri khusus pada kendaraan truck batu bara tersebut.
Diharapkan Pemerintah Pusat memperhatikan kinerja aparatur yang ada di Provinsi Jambi dengan lebih solid dan tegas sehingga tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada untuk meraup sejumlah keuntungan dan menciptakan kesemrawutan dan kecemburuan antar pengusaha di dalam menjalankan roda bisnisnya. Tindak tegas dan berlakukan sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
Bila perlu meja-hijaukan oknum-oknum yang diduga telah terlibat di dalam permasalahan itu.
 Sejumalah masyarakat dan tokoh masyarakat yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa Pemerintah tidak dapat menangani masalah angkutan batu bara dengan baik dan dianggap tidak becus menyelesaikan masalah kecil dan bagaimana dapat menyelesaikan masalah besar yang seandainya kelak akan terjadi ,tuturnya kepada Reportase Kriminal Post yang namanya enggan disebutkan.( Hvr )******